REBTAK.ID – Kabar mundurnya Kepala dan Wakil Kepala Otorita Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara menjadi sorotan dalam media. Peneliti kebijakan publik Institute for Development of Policy and Local Partnership (IDP-LP), Riko Noviantoro.
Bahkan Riko menilai kabar tersebut menjadi sinyal buruk yang mempengaruhi reputasi megaproyek Jokowi di tingkat internasional.
“Dampaknya bisa negatif terhadap kepercayaan investor di IKN. Belum lagi, kabar mundurnya kepala dan wakil kepala IKN terjadi satu paket, dari perspektif manajemen organisasi itu membuktikan adanya situasi internal yang tidak sehat ” kata Riko saat dihubungi, Selasa, 4 Juli 2024.
Di sisi lain, secara hirarkis kewenangan terdapat disharmoni Presiden dan Kepala Otorita IKN. Karena struktur Kepala Otorita IKN bertanggung jawab pada Presiden.
Riko pun berharap Presiden bisa terbuka dalam situasi ini, begitu pula Kepala Otorita IKN.
Padahal, IKN sendiri diharapkan memiliki peran strategis dalam meningkatkan investasi di Indonesia.
“Namun, kabar mundurnya kepala dan wakil kepala IKN ini berpengaruh besar terhadap jalannya proyek ini. Apakah IKN akan dilanjutkan atau dihentikan,” ucapnya.
Riko berharao pemerintah tidak memaksa melanjutkan IKN secara jor-joran, tapi lakukan saja secara bertahap kurun waktu 10-15 tahun.
Pemerintah harus memperhatikan lintas kebijakan dalam memutuskan nasib IKN ke depan. Situasi internal yang tidak sehat dalam kelembagaan pun sebaiknya dibenahi terlebih dahulu.






