JAKARTA – Rapat Pimpinan (Rapim) TNI Angkatan Laut (TNI AL) 2025 resmi dibuka di Auditorium Denma Mabesal, Cilangkap, Jakarta Timur.
Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, didampingi Wakil Kasal Laksamana Madya TNI Erwin S. Aldedharma, memimpin langsung forum strategis ini.
Sebanyak 141 perwira hadir dalam Rapim ini, terdiri dari 106 perwira tinggi dalam struktural TNI AL, 17 perwira menengah Mabesal, serta 35 perwira tinggi yang bertugas di luar struktural TNI AL.
Dalam keterangannya kepada media sebelum pembukaan, Kasal menekankan pentingnya pengawasan terhadap choke point maritim Indonesia yang menjadi jalur utama lalu lintas kapal internasional, termasuk Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI). Pengawasan ini akan diperkuat melalui kerja sama dengan berbagai kementerian dan lembaga, serta pemanfaatan teknologi sensor canggih.
“TNI AL terus memperkuat armadanya dengan kapal perang terbaru, meningkatkan intelijen, serta mengembangkan doktrin perang modern seperti perang siber, perang proxy, dan perang hybrid untuk menghadapi dinamika ancaman global,” tegas Kasal.
Multilateral Naval Exercise Komodo 2025
Dalam agenda strategis lainnya, Kasal juga menyoroti persiapan latihan bersama Multilateral Naval Exercise Komodo (MNEK) 2025. Latihan ini diharapkan menjadi ajang memperkuat hubungan antar-angkatan laut berbagai negara serta meningkatkan kerja sama dalam menjaga keamanan maritim kawasan.
Pemaparan dari Pejabat Tinggi TNI AL
Sejumlah pejabat tinggi TNI AL turut menyampaikan pemaparan penting dalam Rapim ini, termasuk Wakil Irjenal Laksma TNI Tjatur Hendrawidjaja, Asintel Kasal Laksda TNI Akmal, Asops Kasal Laksda TNI Yayan Sofiyan, Aslog Kasal Laksda TNI Eko Sunarjanto, Aspers Kasal Laksda TNI Rony Saleh, Aspotmar Kasal Mayjen TNI (Mar) Dr. Hermanto, Askomlek Kasal Laksda TNI Tri Harsono, serta Asrena Kasal Laksda TNI Achmad Wibisono.
Rapim kali ini mengusung tema “Membangun Kekuatan Pertahanan di Laut Menuju Indonesia Emas 2045.” Kasal menegaskan bahwa forum ini menjadi momen penting untuk menyamakan visi dan strategi guna membangun TNI AL yang lebih modern, berdaya gentar, dan siap menghadapi tantangan global.
“Melalui forum ini, kita akan menyelaraskan visi dan strategi guna memastikan keberhasilan program kerja TNI AL yang telah ditetapkan,” ujar Kasal.
Dukungan terhadap Kebijakan Pemerintah
Rapim TNI AL 2025 juga merupakan tindak lanjut dari Rapim TNI-Polri, Rapim Kementerian Pertahanan, dan Rapim TNI yang telah digelar sebelumnya. Agenda ini bertujuan untuk mengimplementasikan arahan dari Presiden RI Prabowo Subianto, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, serta Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto.
Di akhir Rapim, Kasal menekankan beberapa poin penting bagi seluruh jajaran TNI AL:
1. Meningkatkan loyalitas dan profesionalisme dalam mendukung kebijakan pemerintah dan menjaga kepentingan nasional.
2. Pengelolaan anggaran yang tepat sasaran guna mengoptimalkan program yang dijalankan.
3. Menjaga nama baik institusi dan mempertahankan kehormatan TNI AL di mana pun bertugas.
4. Meningkatkan kreativitas dalam menyelesaikan tantangan demi kelancaran pelaksanaan tugas.
Apresiasi bagi Prajurit Berprestasi
Sebagai bagian dari agenda Rapim, Kasal juga memberikan penghargaan kepada satuan kerja dan prajurit TNI AL yang berprestasi, terutama dalam keberhasilan operasi keamanan laut. Beberapa pencapaian yang diapresiasi antara lain:
Penggagalan penyelundupan narkotika.
Penindakan terhadap penyelundupan benih bening lobster.
Prestasi di bidang olahraga yang mengharumkan nama TNI AL.
Dengan terselenggaranya Rapim TNI AL 2025, diharapkan seluruh jajaran TNI AL semakin solid dalam menjalankan tugasnya, guna memastikan pertahanan maritim Indonesia semakin kuat dan siap menuju Indonesia Emas 2045. ***
Penulis : lazir
Editor : ameri













