JAKARTA — Pemerintah Indonesia terus mengupayakan pengentasan kemiskinan dengan berbagai strategi. Salah satu langkah terbaru adalah pembentukan 70.000 Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih) yang diharapkan mampu menjadi motor penggerak perekonomian di desa-desa.
Dalam rapat terbatas yang digelar di Istana Negara pada Senin (3/3/2025), Pemerintah telah sepakat untuk segera merealisasikan program koperasi ini. Rencananya, peluncuran resmi Kopdes Merah Putih akan dilakukan bertepatan dengan Hari Koperasi Nasional pada 12 Juli 2025.
Menteri Koperasi dan UKM, Budi Arie Setiadi, menyampaikan optimisme terhadap dampak positif yang akan dihasilkan dari program ini.
“Koperasi Desa Merah Putih diharapkan mampu menggerakkan roda perekonomian di tingkat desa, sekaligus menjadi solusi dalam menekan angka kemiskinan ekstrem,” ujarnya dalam pernyataan tertulis, Kamis (6/3/2025).
Mekanisme Pembentukan Kopdes
Untuk merealisasikan program ini, Kemenkop UKM akan menggunakan tiga pendekatan utama:
- Mendirikan koperasi baru di desa-desa yang belum memiliki koperasi aktif.
- Revitalisasi koperasi yang sudah ada agar lebih efisien dan mampu beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat.
- Penguatan koperasi yang telah berjalan, dengan memberikan dukungan berupa pelatihan, pendanaan, serta pengawasan.
“Kami sedang memetakan berbagai aspek, termasuk regulasi, data koperasi di lapangan, serta dukungan anggaran. Semua ini akan dikawal melalui monitoring dan evaluasi yang ketat,” jelas Budi Arie.
Selain itu, Kopdes Merah Putih juga diharapkan dapat memperpendek rantai pasok bahan pokok, sehingga harga kebutuhan primer bisa lebih terjangkau bagi masyarakat.
“Jika distribusi barang dan jasa lebih efisien, maka harga di tingkat konsumen bisa lebih stabil,” tambahnya.
Dukungan dan Harapan Para Pemangku Kepentingan
Wakil Menteri Koperasi dan UKM, Ferry Juliantono, memastikan bahwa target pembentukan 70.000 koperasi desa ini akan berjalan sesuai rencana. Ia menegaskan bahwa setiap desa akan membentuk tim khusus untuk mengurus proses pendirian koperasi.
“Mekanisme pembentukan koperasi ini nantinya akan dibahas melalui musyawarah desa, melibatkan seluruh pemangku kepentingan agar koperasi yang terbentuk benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” jelas Ferry.
Sementara itu, Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) menyambut baik inisiatif ini. Sekjen Ikappi, Reynaldi Sarijowan, menilai Kopdes Merah Putih dapat membantu para pedagang pasar dengan menekan harga bahan pokok.
“Kehadiran koperasi ini bisa memutus rantai distribusi yang panjang, sehingga harga barang lebih terjangkau. Ini akan sangat membantu pedagang kecil yang selama ini kesulitan akibat harga yang terus naik,” ujar Reynaldi.
Dengan berbagai dukungan serta strategi yang telah dirancang, Kopdes Merah Putih diharapkan dapat menjadi pilar penting dalam membangun ekonomi desa yang lebih mandiri dan berkelanjutan. (RKL)
Penulis : Rahmat Kurnia
Editor : Eny













