JAKARTA – Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI)/Kepala BP2MI, Abdul Kadir Karding, menunjukkan kepedulian nyata negara terhadap warganya dengan menjenguk jenazah pekerja migran Indonesia (PMI) non-prosedural, Wahyuni, di Rumah Sakit (RS) Polri Kramat Jati, Jakarta, Minggu (23/6/2025).
Wahyuni sebelumnya dipulangkan dari Malaysia dalam kondisi lumpuh total akibat stroke, namun hingga akhir hayatnya, belum diketahui alamat asal atau keberadaan keluarganya.
“Saya menyampaikan duka yang sangat mendalam atas wafatnya Ibu Seri Wahyuni, seorang pekerja migran non-prosedural yang telah kita rawat sejak dipulangkan dari Malaysia,” ujar Menteri Karding saat berada di RS Polri., Selasa (24/6/2025).
“Beliau kami jemput langsung, kami lacak asal daerahnya, tetapi sampai hari ini belum berhasil menemukan keluarga beliau,” sebutnya.
Wahyuni tiba di Indonesia pada 6 Mei 2025 dalam kondisi kritis. Pemerintah segera mengambil langkah cepat dengan merujuknya ke RS Polri dan memastikan ia mendapat perawatan terbaik. “Kami pastikan beliau mendapatkan perawatan dan teknologi medis terbaik, namun takdir berkata lain. Hari ini, beliau telah dipanggil oleh Yang Maha Kuasa,” ucap Karding dengan suara lirih.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Karding juga menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak rumah sakit yang terlibat dalam perawatan Wahyuni. “Terima kasih kepada Pak Prima, Kepala Rumah Sakit, Pak Dirjen, dr. Edo, dan semua tenaga medis yang telah tulus merawat Ibu Wahyuni selama ini,” ucapnya.
Ia menegaskan bahwa negara hadir sejak awal hingga akhir dalam melindungi pekerja migran, termasuk mereka yang berstatus non-prosedural. “Kita tidak hanya hadir saat pemulangan, tetapi juga melakukan mitigasi sejak pelacakan alamat, perawatan, hingga pengurusan jenazah,” kata Karding. Ia juga menyebut telah berkoordinasi dengan Kementerian Sosial untuk penanganan jangka panjang jika keluarga Wahyuni dapat ditemukan.
Menteri Karding menekankan bahwa peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya keberangkatan prosedural bagi seluruh calon PMI. “Kita ingin memastikan bahwa negara hadir penuh untuk melindungi warganya, sekaligus mengingatkan bahwa jalur legal itu menyelamatkan,” tegasnya.
Wahyuni akan dimakamkan secara layak sebagai bentuk penghormatan negara kepada warganya yang telah bekerja keras di luar negeri. “Saya minta agar beliau dimakamkan dengan baik dan terhormat, karena beliau adalah pejuang devisa, meski tidak melalui jalur resmi,” pungkas Karding.
Penulis : lazir
Editor : ameri






