Menteri Brian Yuliarto Dorong Kampus Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi Berbasis Sains dan Teknologi

- Penulis

Selasa, 19 Agustus 2025 - 13:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mendiktisaintek Brian Yuliarto dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) di Telkom University (Tel-U). (dok.kemendiksaintek)

Mendiktisaintek Brian Yuliarto dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) di Telkom University (Tel-U). (dok.kemendiksaintek)

BANDUNG – Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi berbasis sains dan teknologi.

Hal ini ia sampaikan saat menghadiri kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) di Telkom University (Tel-U), Selasa (19/8/2025).

Menteri Brian menyebut Indonesia berada pada momentum penting untuk melompat menjadi negara maju, dengan syarat penguasaan sains dan teknologi. Oleh karena itu, kampus didorong tidak hanya fokus pada pendidikan, tetapi juga menjadikan riset dan inovasi sebagai solusi nyata bagi kebutuhan masyarakat dan industri.

“Indonesia harus meningkatkan kapasitas teknologinya secara drastis untuk keluar dari jebakan pendapatan menengah. Di sinilah kampus berperan sebagai pusat riset dan pengembangan, bekerja sama dengan industri sebagai lokomotif hilirisasi,” tegas Menteri Brian.

Dalam kunjungannya, Menteri Brian juga meninjau Telurator, insinerator hasil riset tim dosen Program Studi Teknik Fisika Tel-U. Inovasi ini telah dimanfaatkan di sembilan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Desa Tarumajaya, Kertasari, Bandung. Telurator berfungsi mendaur ulang sampah sekaligus mendukung ketahanan pangan masyarakat.

“Insinerator sampah ini bagus sekali, karena bukan hanya untuk belajar, tetapi juga bisa langsung dipakai oleh masyarakat,” ujar Menteri Brian.

Telurator dirancang dengan konsumsi bahan bakar hanya 1 liter per jam, mudah dioperasikan, serta telah lolos uji emisi dengan hasil memuaskan. Menurut Menteri Brian, inovasi ini menjadi contoh nyata bagaimana riset kampus dapat berdampak langsung bagi masyarakat dan lingkungan.

Menteri Brian menekankan bahwa Indonesia tidak bisa menjadi negara maju dengan cara biasa. “Kita butuh SDM yang gigih dan pantang menyerah. Itu yang harus dibentuk di kampus,” tegasnya.

Melalui program Diktisaintek Berdampak, Kemdiktisaintek berkomitmen melahirkan kampus-kampus yang mampu menghadirkan solusi nyata. Kebijakan ini memastikan pendidikan tinggi, sains, dan teknologi terhubung langsung dengan kebutuhan masyarakat, industri, serta pembangunan bangsa.

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Dua Tahun Belajar Pagi-Sore, SMAN 7 Pontianak Akhirnya Dapat Bantuan Revitalisasi
Kunjungi Rumah Mahasiswa Unram, Lalu Hadrian Ungkap Pentingnya KIP Kuliah
SMA Unggul Garuda Jangkau 51 Titik, Penerimaan Siswa Baru 2027/2028 Disosialisasikan
Orang Tua Siswa Buka Suara, Hetifah Soroti Keamanan Asrama Sekolah Rakyat Samarinda
Lantik 162 Pejabat Kemendikdasmen, Abdul Mu’ti Tekankan Birokrasi yang Melayani
Toreh Sejarah Baru, Pramuka MA Khomsani Nur Lumajang Gelar Pelantikan Perdana
Dulu Bocor dan Rusak, Kini SDN Cirimekar 02 Bogor Punya Ruang Kelas Lebih Nyaman
FSGI Catat 100 Kasus Kekerasan di Sekolah, Korban Capai 1.000 Orang

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 07:44 WIB

Dua Tahun Belajar Pagi-Sore, SMAN 7 Pontianak Akhirnya Dapat Bantuan Revitalisasi

Minggu, 18 Oktober 2026 - 11:32 WIB

Kunjungi Rumah Mahasiswa Unram, Lalu Hadrian Ungkap Pentingnya KIP Kuliah

Minggu, 18 Oktober 2026 - 08:44 WIB

SMA Unggul Garuda Jangkau 51 Titik, Penerimaan Siswa Baru 2027/2028 Disosialisasikan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 09:08 WIB

Orang Tua Siswa Buka Suara, Hetifah Soroti Keamanan Asrama Sekolah Rakyat Samarinda

Kamis, 15 Oktober 2026 - 08:32 WIB

Lantik 162 Pejabat Kemendikdasmen, Abdul Mu’ti Tekankan Birokrasi yang Melayani

Berita Terbaru