Menperin Optimistis Industri Manufaktur Capai 5,8 Persen Pada 2024 Meski Ditantang Saat Ini

- Penulis

Minggu, 14 Januari 2024 - 19:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menperin  Agus Gumiwang Kartasasmita. (ist)

Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita. (ist)

RENTAK.ID – Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita, memandang optimis bahwa industri manufaktur bisa mencapai target 5,8 persen pada 2024 meski di tengah tantangan dampak geoekonomi dan geopolitik global.

Menurut Menperin, industri manufaktur selama ini merupakan tulang punggung pertumbuhan ekonomi nasional dan berhasil dikembangkan dengan baik. Hal ini jelas menjadi fokus dan perhatian bersama ke depannya, tuturnya dikutip Minggu (14/1/2024).

Menperin memaparkan bahwa pentingnya peran industri manufaktur nasional tercermin dari kontribusinya yang terbesar terhadap PDB nasional, dengan capaian 16,83 persen pada triwulan III tahun 2023.

Hingga pada periode yang sama, pertumbuhan industri manufaktur berhasil menembus 5,02 persen, melebihi pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 4,94 persen.

Mengenai ekspor produk manufaktur, Menperin menambahkan bahwa industri manufaktur secara konsisten menjadi kontributor terbesar, meski ditantang dengan situasi global yang cukup sulit. Selama Januari-November, eksportasi produk manufaktur masih mendominasi dengan total nilai lebih dari 171,23 miliar dolar AS.

Berita tentang industri manufaktur terkait kenaikan kontribusi Indonesia menjadi 10 besar penyumbang produk manufaktur dunia, satu-satunya ASEAN yang masuk dalam daftar tersebut telah diungkapkan dalam laporan safeguardglobal.com.

Mengutip publikasi tersebut, Indonesia menambah kontribusi sebesar 1,4 persen bagi produk manufaktur global. Posisi ini merupakan kenaikan dibandingkan dengan 4 tahun yang lalu, di mana Indonesia masih berada di posisi 16.

Menperin menambahkan bahwa bersama dengan harapan membaiknya kondisi perekonomian nasional, performa industi manufaktur akan terus meningkat di Tahun Naga Kayu.

“Kami memproyeksikan untuk pertumbuhan industri pengolahan nonmigas tahun 2023 sebesar 4,81 persen, dan kami tetapkan target tahun 2024 sebesar 5,80 persen”, tambahnya.

Untuk mencapai target tersebut, Kemenperin fokus melakukan program-program prioritas pada 2024. Beberapa contohnya yaitu program pendidikan dan pelatihan vokasi berbasis kompetensi, program restrukturisasi mesin serta peralatan kepada pelaku industri skala kecil dan menengah (IKM), serta program penumbuhan wirausaha baru dan pengembangan startup IKM berbasis teknologi.

Selain itu, upaya peningkatan nilai tambah dan daya saing industri dilaksanakan melalui program sertifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), melanjutkan hilirisasi sumber daya alam di tiga sektor, yakni industri berbasis agro, industri berbasis bahan tambang dan mineral, serta industri berbasis migas dan batubara.

Menperin juga berencana menjalankan beberapa program termasuk program bantuan pemerintah untuk pembelian kendaraan bermotor listrik roda dua baru, pengembangan kawasan industri, serta fasilitasi sertifikasi industri hijau, sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap industri nasional.

Pada APBN tahun 2024, Kemenperin menargetkan terdapat postur pagu anggaran sebesar Rp3,76 triliun. Namun, Menperin menegaskan bahwa pihaknya bertekad mengoptimalkan penyerapan anggaran untuk melaksanakan program-program prioritas dalam upaya pengembangan industri nasional. Pada tahun 2023, pagu Kemenperin mencapai Rp4,53 triliun, termasuk di dalamnya adalah anggaran tambahan subsidi motor listrik sebesar Rp1,4 triliun.

Berbicara mengenai penyerapan anggaran pada 2023, Menperin mengungkapkan bahwa anggaran terpakai sebesar Rp3,16 triliun. Sedangkan bila tanpa ABT subsidi motor listrik, terdapat peningkatan realisasi dari tahun 2022 sebesar 98,1 persen menjadi 98,3 persen, sehingga diharapkan dapat optimal dalam menjalankan program-program pada tahun-tahun yang akan datang.

Sementara subsidi motor listrik tahun 2023 telah mengeluarkan dana sebesar Rp80,7 miliar dari target 200.000 unit atau dengan total anggaran Rp1,4 triliun.***

Berita Terkait

Terinspirasi Perjuangan Ibu yang Tak Lulus SD, Dwi Suswanti Berhasil Raih Gelar Doktor
Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid
TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia
GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau
GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau
AirNav Indonesia Tuntaskan Program Relawan Bakti BUMN 2026 di Boyolali
Kemendiktisaintek Dukung Pengembangan Day Care Berbasis Masyarakat di Bekasi
LRT Jabodebek Ajak Anak Berkebutuhan Khusus Nikmati Perjalanan Kereta, Perkuat Layanan Transportasi yang Inklusif

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 04:05 WIB

Terinspirasi Perjuangan Ibu yang Tak Lulus SD, Dwi Suswanti Berhasil Raih Gelar Doktor

Senin, 14 September 2026 - 16:31 WIB

Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid

Kamis, 10 September 2026 - 15:36 WIB

TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia

Senin, 7 September 2026 - 13:31 WIB

GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:42 WIB

GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau

Berita Terbaru