Mendes Yandri: Keuntungan Kopdes Merah Putih Harus Dukung APBDes dan Beasiswa

- Penulis

Jumat, 2 Mei 2025 - 15:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto menegaskan pentingnya menyisihkan sebagian keuntungan dari Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih untuk mendukung Anggaran Pendapatan dan  Belanja Desa (APBDes).

Hal itu ia sampaikan dalam rapat koordinasi terbatas (Rakortas) percepatan pembentukan Kopdes Merah Putih yang digelar di kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Jumat (2/5/2025).

“Usul kami dari Kemendes, tentang Kopdes Merah Putih ini agar keuntungannya tidak hanya diambil oleh anggota, tapi sebagian hasilnya itu disisihkan juga untuk APBDes,” kata Yandri dalam rapat yang dipimpin Menko Pangan Zulkifli Hasan.

“Agar juga bisa digunakan untuk memperbaiki jalan, beasiswa pendidikan, dan kebutuhan pembangunan desa lainnya.”

Menurut Yandri, pengalokasian keuntungan koperasi ke dalam APBDes akan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan warga, terutama melalui perbaikan infrastruktur desa serta pemberian beasiswa bagi anak-anak berprestasi maupun dari keluarga kurang mampu.

Ia menilai, langkah ini akan menjadi bentuk konkret dukungan pemerintah desa terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Selain itu, Yandri juga mendorong agar pendirian dan pengoperasian Kopdes Merah Putih melibatkan penduduk lokal secara aktif. “Salah satu usul penting kami, mohon diakomodir putra-putri terbaik dari desa tersebut yang belum punya kesempatan untuk bekerja,” ucap mantan Wakil Ketua MPR RI itu.

“Itu juga bagian dari tuntutan dan masukan para kepala desa saat Musyawarah Desa Khusus.”

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa saat ini pihaknya tengah menyusun petunjuk pelaksanaan dan teknis (Juklak-Juknis) yang mengatur hubungan antara Kopdes Merah Putih dengan Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa), agar tidak terjadi tumpang tindih kewenangan maupun usaha.

“Kami sekarang fokus menyusun Juklak-Juknis hubungan antara BUM Desa dan Koperasi Desa Merah Putih. Sehingga tidak ada yang tumpang tindih atau saling meniadakan satu sama lain,” ujarnya.

Yandri menilai, BUM Desa masih sangat relevan dan strategis sebagai lokomotif ekonomi desa jika dikelola dengan baik dan mendapat dukungan dari pemerintah pusat.

Ia mencontohkan, berbagai unit usaha seperti sektor pertanian, perdagangan, hingga pengelolaan sumber daya alam bisa dijalankan BUM Desa sesuai kebutuhan masyarakat.

Dalam Rakortas tersebut, Yandri didampingi Wakil Menteri Desa PDT Ariza Patria, Dirjen Pembangunan Ekonomi dan Investasi Desa Tabrani, serta Dirjen Pembangunan Desa dan Perdesaan Nugroho Setijo Nagoro.

Berita Terkait

Sugiono Temukan Akar Masalah Stunting di Subang, MBG Saja Tak Cukup
Kementerian PU Buka Pendaftaran P3-TGAI 2027, Siapkan Rp2,99 Triliun untuk 13.296 Lokasi
Tak Cukup Bermodal Bakat, 100 Pekerja Musik Difasilitasi Sertifikasi oleh Kemnaker
Sawit Terancam Tak Produktif Usai Penertiban Hutan, Tamsil Soroti Nasib Petani
Sampah Desa Bisa Jadi Energi, Mendes Yandri Bidik 75.266 Desa
90 Peserta Ikuti InaSkills 2026, Wamenaker: Kompetensi Jadi Kunci Hadapi Dunia Kerja
Ponpes Al-Khoziny Sidoarjo Hampir Rampung, Kementerian PU Siapkan Asrama 5 Lantai dan Masjid 4 Lantai
Indrajaya Sentil Kebijakan Pusat: Jangan Cuma Bagus di Atas Kertas, Rakyat Harus Merasakan Dampaknya

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 08:53 WIB

Sugiono Temukan Akar Masalah Stunting di Subang, MBG Saja Tak Cukup

Minggu, 1 November 2026 - 14:41 WIB

Kementerian PU Buka Pendaftaran P3-TGAI 2027, Siapkan Rp2,99 Triliun untuk 13.296 Lokasi

Minggu, 1 November 2026 - 09:16 WIB

Tak Cukup Bermodal Bakat, 100 Pekerja Musik Difasilitasi Sertifikasi oleh Kemnaker

Minggu, 1 November 2026 - 08:43 WIB

Sawit Terancam Tak Produktif Usai Penertiban Hutan, Tamsil Soroti Nasib Petani

Minggu, 1 November 2026 - 08:32 WIB

Sampah Desa Bisa Jadi Energi, Mendes Yandri Bidik 75.266 Desa

Berita Terbaru