JAKARTA – Sejumlah mahasiswa Universitas Trisakti menggelar aksi protes terhadap revisi Undang-Undang TNI di depan pintu gerbang DPR RI, Jalan Gelora, Jakarta Pusat. Demonstrasi ini berlangsung ricuh saat mereka menghadang mobil Menteri Hukum (Menkum), Supratman Andi Agtas, yang hendak memasuki kompleks parlemen.
Berdasarkan pantauan di lokasi, Rabu (19/3/2025), massa awalnya berorasi di depan gerbang DPR. Di tengah aksi, sebuah mobil Toyota Alphard hitam tampak melaju mendekati gerbang. Tanpa ragu, para demonstran langsung mengerumuni kendaraan tersebut dan mencopot pelat nomornya.
Dua ajudan Supratman segera keluar dari mobil dan berupaya membuka jalan. Mereka mencoba bernegosiasi dengan para mahasiswa.
“Tolong beri jalan, Pak Menteri harus masuk,” ujar salah satu ajudan. Namun, massa tetap bersikeras agar orang di dalam mobil turun.
“Turun dulu! Kami ingin berdialog langsung!” teriak seorang orator melalui pengeras suara.
Melihat situasi semakin memanas, Supratman akhirnya keluar dari mobil. Aksi ini disambut sorakan mahasiswa yang langsung mengajak sang menteri berjalan menuju gerbang DPR untuk berdiskusi.
Sementara itu, protes ini terjadi di tengah keputusan Komisi I DPR RI yang telah menyepakati revisi UU Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI untuk dibawa ke sidang paripurna. Kesepakatan tersebut diambil dalam rapat kerja yang dipimpin Ketua Komisi I DPR, Utut Adianto, di ruang Banggar DPR, Selasa (18/3).
“Apakah revisi UU TNI dapat disetujui untuk dibawa ke tingkat II?” tanya Utut kepada anggota dewan.
“Setuju!” sahut para anggota serempak, diikuti ketukan palu sebagai tanda persetujuan.
Dalam pembahasannya, ada beberapa poin yang menjadi perdebatan, termasuk kedudukan TNI dalam pemerintahan, batas usia pensiun prajurit, dan aturan mengenai penempatan prajurit TNI di lembaga sipil.
Dengan aksi protes ini, mahasiswa Trisakti berharap revisi UU TNI dapat ditinjau ulang sebelum benar-benar disahkan. (***)













