Macet di TB Simatupang, Pengamat Kritik Rencana Pemangkasan Trotoar

- Penulis

Senin, 25 Agustus 2025 - 07:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi susana pembongkaran trotoar jalan TB Simatupang jakarta (Ilustrasi dibikin ai - rentak.id)

Ilustrasi susana pembongkaran trotoar jalan TB Simatupang jakarta (Ilustrasi dibikin ai - rentak.id)

JAKARTA – Kemacetan di sepanjang Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, semakin parah terutama pada jam sibuk pagi dan sore hari.

Untuk mengatasi hal tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berencana melakukan rekayasa lalu lintas, termasuk menutup exit tol Cipete. Dengan kebijakan ini, pengguna tol dari arah Pasar Rebo hanya bisa keluar melalui pintu tol Pondok Indah.

Selain itu, Pemprov DKI juga mewacanakan pemangkasan beberapa titik trotoar di kawasan padat, terutama di sentra kemacetan Jalan TB Simatupang.

Namun, rencana pemangkasan trotoar tersebut menuai kritik. Ketua Forum Konsumen Berdaya Indonesia (FKBI), Tulus Abadi, menilai langkah itu tidak tepat.

“Pemangkasan trotoar adalah kebijakan yang grusa-grusu, tanpa pertimbangan matang. Ini jelas melanggar hak publik, khususnya hak pejalan kaki. Lagi pula, pemangkasan trotoar tidak akan mengurangi kemacetan secara signifikan,” ujar Tulus, Senin (25/8/2025).

Menurutnya, kebijakan ini justru menunjukkan keberpihakan yang salah kaprah, karena lebih berorientasi pada pemilik kendaraan pribadi daripada masyarakat umum.

Sebagai solusi, Tulus mendorong Pemprov DKI untuk menerapkan kebijakan ganjil genap di sepanjang Jalan TB Simatupang.

“Kalau ganjil genap diterapkan, kendaraan pribadi yang melintas bisa berkurang 40–45 persen. Sumber kemacetan utama adalah volume kendaraan pribadi, jadi yang harus dipangkas ya jumlah mobilnya, bukan trotoar pejalan kaki,” tegasnya.

Lebih lanjut, Tulus menekankan pentingnya memperkuat akses transportasi umum, seperti Transjakarta dan MRT.

“Mitigasi kemacetan harus diiringi dengan penyediaan angkutan umum massal. Jika akses Transjakarta dan MRT diperluas, pengguna mobil pribadi bisa beralih ke transportasi publik,” tambahnya.

Tulus juga meminta Pemprov DKI Jakarta membatalkan rencana pemangkasan trotoar, dan menggantinya dengan kebijakan transportasi publik yang lebih komprehensif.

“Lebih baik Pemprov DKI fokus memperkuat angkutan umum massal dan menerapkan ganjil genap, daripada mengorbankan hak pejalan kaki,” pungkasnya.

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Hujan Deras Lumpuhkan Sejumlah Jalan Jakarta, Polisi Alihkan Kendaraan ke Jalur Busway
Jakarta Dikepung Banjir, FPPJ Minta Kadis SDA Dicopot
Bantuan Pascatragedi Kalibata Dinilai Belum Pulihkan UMKM Terdampak
PELITA REVIT, Layanan Desain Arsitektur Gratis yang Cepat, Akurat, dan Bikin Warga Kemayoran Puas
Kasal Apresiasi Prajurit TNI AL dalam Pengamanan Ibu Kota: Membanggakan

Berita Terkait

Kamis, 29 Januari 2026 - 09:48 WIB

Hujan Deras Lumpuhkan Sejumlah Jalan Jakarta, Polisi Alihkan Kendaraan ke Jalur Busway

Senin, 12 Januari 2026 - 14:04 WIB

Jakarta Dikepung Banjir, FPPJ Minta Kadis SDA Dicopot

Senin, 12 Januari 2026 - 10:33 WIB

Bantuan Pascatragedi Kalibata Dinilai Belum Pulihkan UMKM Terdampak

Rabu, 12 November 2025 - 18:29 WIB

PELITA REVIT, Layanan Desain Arsitektur Gratis yang Cepat, Akurat, dan Bikin Warga Kemayoran Puas

Jumat, 5 September 2025 - 11:33 WIB

Kasal Apresiasi Prajurit TNI AL dalam Pengamanan Ibu Kota: Membanggakan

Berita Terbaru