MABBIM Perkuat Diplomasi Bahasa Serumpun di Era Digital, Musyawarah Ke-28 Digelar Secara Daring

- Penulis

Senin, 22 Juni 2026 - 10:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Musyawarah Sekretariat Ke-28 Majelis Bahasa Brunei Darussalam–Indonesia–Malaysia (foto. kemendikdasmen)

Musyawarah Sekretariat Ke-28 Majelis Bahasa Brunei Darussalam–Indonesia–Malaysia (foto. kemendikdasmen)

JAKARTA – Bahasa kembali menjadi perekat hubungan tiga negara serumpun di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan arus globalisasi. Komitmen itu ditegaskan dalam Musyawarah Sekretariat Ke-28 Majelis Bahasa Brunei Darussalam–Indonesia–Malaysia (MABBIM), yang mempertemukan delegasi dari Brunei Darussalam, Indonesia, dan Malaysia untuk memperkuat kerja sama kebahasaan di kawasan.

Meski untuk pertama kalinya dalam sejarah Musyawarah Sekretariat MABBIM diselenggarakan secara daring, forum tersebut tetap berlangsung dengan semangat kolaborasi yang kuat. Pertemuan ini menjadi wadah penting untuk memastikan bahasa serumpun terus berkembang dan relevan di tengah perubahan zaman.

Ketua MABBIM Indonesia, Hafidz Muksin, menegaskan bahwa forum tersebut memiliki peran strategis dalam menjaga kesinambungan diplomasi bahasa antarnegara.

“Forum ini merupakan panggung penting untuk merajut kembali tali komitmen, memperdalam ikatan persaudaraan, serta memperpanjang estafet kerja sama kebahasaan yang telah kita bangun bersama dengan penuh dedikasi. Jarak boleh saja membatasi fisik kita untuk saling menjabat, tetapi agenda kerja sama kebahasaan MABBIM tetap dapat berlangsung di ruang digital ini,” ujarnya dikutip, Senin (22/6/2026).

Menurut Hafidz, Musyawarah Sekretariat memiliki posisi yang sangat penting dalam menentukan arah organisasi. Ia bahkan menyebut forum tersebut sebagai “dapur utama” MABBIM karena menjadi ruang perumusan berbagai kebijakan dan program strategis kebahasaan.

“Musyawarah Sekretariat menempati posisi yang sangat krusial. Ini adalah ruang perumusan garis depan, atau ‘dapur utama’ MABBIM,” katanya.

Ia optimistis berbagai gagasan yang lahir dari pertemuan kali ini akan menghasilkan keputusan yang berdampak nyata bagi pengembangan bahasa serumpun.

“Saya optimis setiap butir pemikiran kita hari ini akan melahirkan resolusi yang tajam, berdampak nyata, dan bermaslahat luas bagi eksistensi bahasa serumpun,” tambahnya.

Sejak dikukuhkan pada 1972, MABBIM tidak hanya berfungsi sebagai forum kebahasaan, tetapi juga menjadi instrumen diplomasi budaya yang mempererat hubungan antara Brunei Darussalam, Indonesia, dan Malaysia. Melalui berbagai program dan kerja sama, MABBIM terus mendorong bahasa serumpun agar mampu berkembang sebagai bahasa ilmu pengetahuan, budaya, dan komunikasi masyarakat regional.

Senada dengan itu, Sekretaris MABBIM Indonesia, Dora Amalia, menilai pertemuan tersebut merupakan momentum penting untuk memperkuat komitmen bersama dalam memajukan bahasa serumpun.

“Pertemuan ini menjadi momentum yang sangat berharga untuk memperkuat komitmen, mempererat persahabatan, dan melanjutkan kerja sama kebahasaan yang telah terjalin dengan baik selama ini,” ujarnya.

Dora mengatakan penyelenggaraan secara virtual menjadi bukti bahwa kerja sama kebahasaan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan tantangan zaman.

“Terdapat hal yang sedikit berbeda dalam penyelenggaraan Musyawarah Sekretariat Ke-28 kali ini. Untuk pertama kalinya dalam sejarah penyelenggaraan Musyawarah Sekretariat MABBIM, kegiatan dilaksanakan secara daring dan diikuti secara maya oleh Brunei Darussalam, Indonesia, dan Malaysia,” katanya.

Ia mengajak seluruh peserta untuk menunjukkan bahwa kolaborasi yang telah terjalin selama puluhan tahun tetap dapat berjalan produktif dalam berbagai kondisi.

“Melalui pertemuan ini, mari kita tunjukkan bahwa kolaborasi yang telah terjalin erat selama puluhan tahun mampu beradaptasi dengan berbagai situasi dan tetap berjalan secara produktif,” tambahnya.

Apresiasi terhadap penyelenggaraan forum tersebut juga disampaikan Sekretaris MABBIM Brunei Darussalam, Dayang Hajah Annisa binti Haji Moksin. Ia menyampaikan penghargaan kepada Indonesia sebagai tuan rumah yang telah memfasilitasi pelaksanaan musyawarah secara virtual.

“Di kesempatan ini, saya ingin merakamkan setinggi-tinggi penghargaan dan tahniah kepada negara Indonesia selaku tuan rumah yang berkerja keras bagi mengungkayahkan persidangan maya Mesyuarat Sekretariat Ke-28 pada tahun ini,” ujarnya.

Menurut Annisa, komitmen seluruh negara anggota menjadi bukti kuat bahwa bahasa tetap menjadi perekat hubungan dan identitas kawasan.

“Sesungguhnya, kehadiran yang penuh komitmen dan kesungguhan yang tidak berbelah bahagi daripada setiap negara anggota adalah bukti utuhnya kebersamaan kita dalam mendaulatkan bahasa serumpun,” katanya.

Ia berharap musyawarah kali ini melahirkan berbagai ide, kreativitas, dan inovasi baru yang mampu memperkuat upaya memartabatkan bahasa Melayu dan bahasa Indonesia.

Harapan serupa disampaikan Sekretaris MABBIM Malaysia, Mohd Riduwan bin Wahab. Menurutnya, kerja sama yang terjalin melalui MABBIM tidak hanya memperkuat bahasa serumpun, tetapi juga mempererat hubungan persaudaraan antarnegeri.

“Kerja sama yang dibangun melalui MABBIM bukan sahaja memperkukuh bahasa serumpun, tetapi juga mempererat hubungan persaudaraan dan saling pengertian antara negara anggota,” ujarnya.

Riduwan menambahkan, perkembangan teknologi digital yang begitu cepat menuntut MABBIM untuk terus berinovasi agar bahasa Melayu dan bahasa Indonesia tetap relevan sebagai bahasa ilmu, budaya, dan komunikasi masyarakat serantau.

“Dalam era digital yang berkembang dengan begitu pesat, MABBIM perlu terus bergerak seiring perubahan zaman dengan memperkukuh kerja sama, memperluas inovasi kebahasaan, serta memastikan bahasa Melayu dan bahasa Indonesia kekal relevan sebagai bahasa ilmu, bahasa budaya, dan bahasa komunikasi masyarakat serantau,” pungkasnya.

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

KPPTI 2026 Digelar di Surabaya, Kemdiktisaintek Dorong Kampus Lebih Berdampak bagi Masyarakat
Mahasiswa Indonesia Berpeluang Kuliah di Jepang, Ini Program yang Dibahas Brian Yuliarto
500 Inovasi Anak Bangsa Siap Dipamerkan di Surabaya, Ada Robot AI hingga Motor Listrik
Semarak Hari Santri Nasional 2026, Klanting Gelar Pawai Ta’aruf dan Penyerahan Beasiswa Pendidikan Santri
Bahasa Indonesia Mulai Dilirik Anak Muda Rusia, 234 Ribu Orang di Dunia Belajar BIPA
Kemendikdasmen Raih Nusantara Awards 2026, Ini Terobosan Pendidikan yang Dapat Apresiasi
Berburu Kursi PTN, 450 Siswa SMAN 8 Bandung Andalkan Hasil TKA 2026
5.700 Mahasiswa Timor-Leste Kuliah di Indonesia, Riset Bersama Diperluas

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 12:02 WIB

KPPTI 2026 Digelar di Surabaya, Kemdiktisaintek Dorong Kampus Lebih Berdampak bagi Masyarakat

Senin, 2 November 2026 - 14:55 WIB

Mahasiswa Indonesia Berpeluang Kuliah di Jepang, Ini Program yang Dibahas Brian Yuliarto

Senin, 2 November 2026 - 11:36 WIB

500 Inovasi Anak Bangsa Siap Dipamerkan di Surabaya, Ada Robot AI hingga Motor Listrik

Minggu, 1 November 2026 - 13:51 WIB

Semarak Hari Santri Nasional 2026, Klanting Gelar Pawai Ta’aruf dan Penyerahan Beasiswa Pendidikan Santri

Minggu, 1 November 2026 - 09:22 WIB

Bahasa Indonesia Mulai Dilirik Anak Muda Rusia, 234 Ribu Orang di Dunia Belajar BIPA

Berita Terbaru