KSPI dan Menaker Bahas Transformasi Ketenagakerjaan Menuju Ekosistem Lebih Produktif

- Penulis

Rabu, 24 Juni 2026 - 09:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menaker Yassierli dalam Rakernas) Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (dok. rentak.id)

Menaker Yassierli dalam Rakernas) Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (dok. rentak.id)

JAKARTA – Upaya membangun sistem ketenagakerjaan Indonesia yang lebih inklusif dan berkelanjutan kembali menjadi sorotan pemerintah. Di tengah perubahan ekonomi global dan kebutuhan industri yang kian dinamis, penguatan kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi kunci utama agar kebijakan ketenagakerjaan benar-benar berdampak bagi peningkatan kualitas tenaga kerja nasional.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan bahwa Indonesia masih menghadapi pekerjaan rumah besar dalam membangun ekosistem ketenagakerjaan yang produktif dan berkelanjutan. Ia menilai, amanat konstitusi mengenai hak warga negara untuk mendapatkan pekerjaan yang layak harus menjadi pijakan utama dalam setiap kebijakan pemerintah.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa tantangan berupa besarnya jumlah angkatan kerja serta tekanan ekonomi global menuntut adanya kerja bersama yang lebih solid antar pemangku kepentingan.

“PR kita masih panjang. Tantangan yang kita hadapi tidak sederhana dan memerlukan kerja bersama dari seluruh pihak,” ujar Yassierli dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) 2026 di Jakarta, Selasa (23/6/2026).

Yassierli menekankan bahwa fokus pemerintah saat ini adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia agar selaras dengan kebutuhan industri yang terus berkembang. Tidak hanya melalui pendidikan formal, tetapi juga penguatan keterampilan yang relevan dengan perkembangan teknologi dan digital.

Ia menilai, kebutuhan akan future skills semakin mendesak sehingga program pelatihan, reskilling, dan upskilling harus diperluas secara sistematis dan berkelanjutan agar pekerja mampu beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan dunia kerja.

Dalam konteks tersebut, ia juga mendorong serikat pekerja dan serikat buruh untuk tidak hanya berfokus pada aspek perlindungan, tetapi turut aktif meningkatkan kompetensi anggotanya.

“Penguatan kapasitas menjadi kunci agar pekerja tetap relevan dan berdaya saing,” tegasnya.

Lebih jauh, Yassierli menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan organisasi pekerja dalam menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang kompetitif. Kementerian Ketenagakerjaan, kata dia, terus memperkuat perlindungan pekerja, meningkatkan pengawasan norma kerja, serta mengembangkan sistem informasi pasar kerja terintegrasi untuk memperluas akses penempatan tenaga kerja.

Ia juga menyoroti perlunya transformasi hubungan industrial yang lebih progresif, di mana hubungan antara pekerja dan perusahaan tidak hanya sebatas hubungan kerja, tetapi berkembang menjadi kemitraan strategis yang berorientasi pada produktivitas dan kesejahteraan bersama.

“Kita punya modal besar sebagai bangsa. Dengan gotong royong, kekeluargaan, dan musyawarah, tantangan yang ada bisa diselesaikan bersama,” kata Yassierli.

Sementara itu, Presiden KSPI yang juga Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan Said Iqbal menilai pemerintahan Presiden Prabowo memiliki peluang besar untuk mewujudkan negara sejahtera (welfare state) melalui tata kelola yang bersih dan efektif.

“Pemerintahan yang bersih akan menentukan sejauh mana negara mampu meningkatkan kesejahteraan rakyat,” ujar Said Iqbal.

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Kementerian PU Buka Pendaftaran P3-TGAI 2027, Siapkan Rp2,99 Triliun untuk 13.296 Lokasi
Tak Cukup Bermodal Bakat, 100 Pekerja Musik Difasilitasi Sertifikasi oleh Kemnaker
Sawit Terancam Tak Produktif Usai Penertiban Hutan, Tamsil Soroti Nasib Petani
Sampah Desa Bisa Jadi Energi, Mendes Yandri Bidik 75.266 Desa
90 Peserta Ikuti InaSkills 2026, Wamenaker: Kompetensi Jadi Kunci Hadapi Dunia Kerja
Ponpes Al-Khoziny Sidoarjo Hampir Rampung, Kementerian PU Siapkan Asrama 5 Lantai dan Masjid 4 Lantai
Indrajaya Sentil Kebijakan Pusat: Jangan Cuma Bagus di Atas Kertas, Rakyat Harus Merasakan Dampaknya
BSU 2026 Rp900 Ribu, Ini Syarat Penerima dan Batas Gaji yang Ditetapkan Kemnaker

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 14:41 WIB

Kementerian PU Buka Pendaftaran P3-TGAI 2027, Siapkan Rp2,99 Triliun untuk 13.296 Lokasi

Minggu, 1 November 2026 - 09:16 WIB

Tak Cukup Bermodal Bakat, 100 Pekerja Musik Difasilitasi Sertifikasi oleh Kemnaker

Minggu, 1 November 2026 - 08:43 WIB

Sawit Terancam Tak Produktif Usai Penertiban Hutan, Tamsil Soroti Nasib Petani

Minggu, 1 November 2026 - 08:32 WIB

Sampah Desa Bisa Jadi Energi, Mendes Yandri Bidik 75.266 Desa

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:51 WIB

90 Peserta Ikuti InaSkills 2026, Wamenaker: Kompetensi Jadi Kunci Hadapi Dunia Kerja

Berita Terbaru

Resident Evil Extinction dibintangi Milla Jovovich. (Constantin Film International GmbH & Davis Films-Impact Pictures Inc.)

Hiburan

Film Resident Evil: Extinction Tayang Malam Ini di Trans TV

Minggu, 1 Nov 2026 - 14:31 WIB