KP2MI Pastikan 110 WNI Korban Penipuan Online di Kamboja dalam Perlindungan KBRI

- Penulis

Rabu, 22 Oktober 2025 - 07:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri P2MI  Mukhtarudin (dok.rentak.id)

Menteri P2MI Mukhtarudin (dok.rentak.id)

JAKARTA – Sebanyak 110 warga negara Indonesia (WNI) yang terlibat dalam kasus dugaan penipuan daring (online scam) di Kota Chrey Thum, Provinsi Kandal, Kamboja, dipastikan dalam kondisi aman.

Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) menyampaikan, seluruh WNI kini berada di bawah penanganan otoritas Kamboja dan pendampingan langsung KBRI Phnom Penh.

Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Mukhtarudin mengatakan, pemerintah memastikan seluruh WNI yang menjadi korban maupun yang diduga terlibat dalam aktivitas ilegal tersebut telah mendapatkan perlindungan dan pendampingan hukum.

“Kami memastikan seluruh WNI yang menjadi korban maupun yang terlibat dalam kasus ini dalam kondisi aman,” ujar Mukhtarudin di Jakarta, Selasa (21/10/2025).

Dari data KP2MI, 97 WNI diketahui melarikan diri dari perusahaan yang diduga mengoperasikan kegiatan penipuan online, sementara 13 lainnya berhasil dievakuasi dari lokasi kerja di Chrey Thum.

Sebelumnya, 99 WNI sempat diamankan di kantor kepolisian setempat, dan 11 lainnya menjalani perawatan medis di rumah sakit. Saat ini, seluruhnya telah berada di Rumah Detensi Imigrasi Phnom Penh untuk proses pendataan dan pemeriksaan oleh otoritas Kamboja.

Hasil asesmen awal menunjukkan 11 WNI mengalami kekerasan, sementara 4 orang lainnya diduga berperan sebagai “leader scam” yang justru melakukan kekerasan terhadap rekan sesama WNI. Kasus ini kini ditangani oleh kepolisian Kamboja.

Sebagian besar korban berasal dari Medan, Manado, Pontianak, dan Batam, dengan masa tinggal di Kamboja antara dua tahun hingga dua bulan terakhir.

KP2MI juga telah mengirimkan tim langsung ke Kamboja untuk memastikan kondisi para WNI sekaligus berkoordinasi dengan KBRI Phnom Penh dan otoritas setempat.

Pemerintah Indonesia melalui KP2MI dan Kemenlu RI tengah menyiapkan langkah pemulangan WNI secara bertahap setelah seluruh proses hukum selesai. Selain itu, KP2MI juga memperkuat upaya pencegahan melalui edukasi dan pengawasan agar masyarakat tidak terjebak tawaran kerja palsu di luar negeri.

“Kami mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur tawaran kerja di luar negeri tanpa prosedur resmi. Pemerintah akan memperkuat kerja sama lintas kementerian dan aparat penegak hukum untuk memutus jaringan penipuan ilegal yang menjerat warga negara kita,” tegas Mukhtarudin.

Pemerintah berkomitmen untuk terus memantau perkembangan kasus ini dan akan memberikan pembaruan resmi kepada publik melalui KBRI Phnom Penh serta otoritas Kamboja.

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

PERMAHI Nilai POLRI Berhasil Ciptakan Situasi Kondusif Selama Ramadhan
Menaker: Program Magang Nasional Buka Peluang Rekrutmen bagi Lulusan Baru
KKP Dorong Pembangunan SPBUN di Kampung Nelayan Merah Putih Jepara
AHY Tinjau Infrastruktur dan Hadiri Cap Go Meh, Tegaskan Pembangunan Berpihak pada Rakyat Singkawang
FSPMI dan Partai Buruh Aksi 4 Maret, Soroti Impor Mobil hingga THR Belum Dibayar
Kabupaten Sumbawa Perkuat Budidaya Mutiara dan Lobster, Produktivitas Nelayan Dipacu
KSPI dan Partai Buruh Kaji Klausul Perjanjian Dagang RI–AS soal Outsourcing dan PKWT
Lulusan SMA-SMK Bisa Ikut Pelatihan Gratis, Kemanaker Buka Program Vokasi 2026

Berita Terkait

Selasa, 10 Maret 2026 - 09:10 WIB

PERMAHI Nilai POLRI Berhasil Ciptakan Situasi Kondusif Selama Ramadhan

Jumat, 6 Maret 2026 - 20:28 WIB

Menaker: Program Magang Nasional Buka Peluang Rekrutmen bagi Lulusan Baru

Jumat, 6 Maret 2026 - 19:29 WIB

KKP Dorong Pembangunan SPBUN di Kampung Nelayan Merah Putih Jepara

Selasa, 3 Maret 2026 - 20:10 WIB

AHY Tinjau Infrastruktur dan Hadiri Cap Go Meh, Tegaskan Pembangunan Berpihak pada Rakyat Singkawang

Selasa, 3 Maret 2026 - 13:26 WIB

FSPMI dan Partai Buruh Aksi 4 Maret, Soroti Impor Mobil hingga THR Belum Dibayar

Berita Terbaru

Bus Damri (dok. rentak.id)

Transportasi

Mudik Lebaran 2026: Tiket Bus DAMRI Mulai Ramai Diburu Pemudik

Selasa, 10 Mar 2026 - 20:44 WIB