JAKARTA – Kongres Wanita Indonesia (KOWANI) menyatakan penolakan tegas terhadap rencana Kongres Luar Biasa (KLB) yang digelar di The Tribrata Darmawangsa, Jakarta, Rabu (3/6/2026).
Organisasi perempuan tertua di Indonesia itu menegaskan bahwa kegiatan tersebut tidak memiliki dasar kewenangan yang sah dan tidak mewakili KOWANI.
Dalam pernyataan resminya, KOWANI menegaskan bahwa setiap penyelenggaraan Kongres maupun Kongres Luar Biasa harus dilaksanakan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi serta melalui mekanisme yang sah dan memiliki legitimasi hukum.
Karena itu, pihak yang mengatasnamakan KOWANI tanpa persetujuan dan mandat dari kepengurusan yang sah dinilai tidak memiliki kewenangan untuk menyelenggarakan forum organisasi maupun menghasilkan keputusan yang mengikat.
“Kegiatan yang mengatasnamakan KOWANI namun tidak memperoleh persetujuan dan mandat dari kepengurusan yang sah merupakan tindakan yang tidak mewakili organisasi dan tidak memiliki kekuatan mengikat terhadap KOWANI,” demikian pernyataan resmi organisasi tersebut.
KOWANI juga menyoroti penggunaan nama, simbol, logo, atribut organisasi, hingga alamat kantor KOWANI dalam kegiatan yang dinilai tidak sah tersebut.
Menurut KOWANI, tindakan itu berpotensi menimbulkan kebingungan di tengah masyarakat, merugikan organisasi anggota, serta mencederai marwah organisasi yang telah hampir satu abad menjadi wadah perjuangan perempuan Indonesia.
Sehubungan dengan itu, KOWANI mengimbau seluruh organisasi anggota, mitra kerja, lembaga pemerintah, dunia usaha, media massa, dan masyarakat untuk lebih cermat menyikapi informasi yang beredar terkait pelaksanaan KLB tersebut.
Organisasi tersebut menegaskan bahwa seluruh keputusan, pernyataan, maupun hasil yang lahir dari forum yang tidak memenuhi ketentuan organisasi tidak dapat dianggap sebagai keputusan resmi KOWANI.
Sebagai organisasi yang menjunjung tinggi supremasi hukum dan tata kelola organisasi yang baik, KOWANI menyatakan siap menempuh langkah-langkah organisasi maupun hukum guna melindungi legitimasi lembaga serta menjaga kehormatan organisasi.
Selain itu, KOWANI mengajak seluruh organisasi anggotanya untuk tetap menjaga persatuan dan mengedepankan etika berorganisasi dalam menyelesaikan setiap perbedaan yang muncul.
“KOWANI adalah rumah besar perempuan Indonesia. Keutuhan, legitimasi, dan marwah organisasi harus dijaga bersama demi menyongsong 100 Tahun KOWANI sebagai tonggak pengabdian perempuan bagi bangsa dan negara,” tegas KOWANI.
Penulis : lazir
Editor : ameri






