Kondisi Paus Fransiskus Stabil, Namun Masih Dalam Pemantauan Ketat

- Penulis

Sabtu, 22 Februari 2025 - 22:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi Paus Fransiskus Stabil, Namun Masih Dalam Pemantauan Ketat. (Instagram Paus Fransiskus)

Kondisi Paus Fransiskus Stabil, Namun Masih Dalam Pemantauan Ketat. (Instagram Paus Fransiskus)

RENTAK.ID – Paus Fransiskus, pemimpin tertinggi Gereja Katolik berusia 88 tahun, masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Gemelli, Roma, akibat infeksi polimikroba yang menyerang tubuhnya.

Meski kondisinya serius, dokter memastikan tidak ada ancaman langsung terhadap nyawanya.

Profesor Sergio Alfieri, dokter yang menangani Paus, menjelaskan bahwa situasi kesehatan sang pemimpin Vatikan belum sepenuhnya stabil, tetapi juga tidak dalam keadaan kritis.

“Apakah beliau sudah melewati masa kritis? Belum. Namun, jika yang ditanyakan adalah apakah ia berada dalam bahaya kematian, jawabannya tegas: tidak,” ujar Alfieri dalam konferensi pers pada Jumat (21/2).

Infeksi yang menyerang Paus Fransiskus menyebabkan pneumonia di kedua paru-parunya, memaksanya untuk mendapatkan bantuan oksigen secara berkala.

Meski begitu, ia masih bisa bernapas sendiri dan makan tanpa bantuan. Tim medis terus mengawasi perkembangan kesehatannya untuk memastikan respons tubuhnya terhadap perawatan yang diberikan.

Diperkirakan, Paus akan tetap dirawat di rumah sakit setidaknya hingga minggu depan untuk menjalani pemulihan yang lebih menyeluruh.

Vatikan telah mengimbau umat Katolik di seluruh dunia untuk mendoakan kesembuhan beliau.

Riwayat Kesehatan dan Spekulasi Pengunduran Diri

Perawatan di RS Gemelli ini bukan yang pertama bagi Paus Fransiskus. Sebelumnya, pada tahun 2021, ia menjalani operasi usus besar, diikuti perawatan akibat infeksi pernapasan pada 2023. Beberapa bulan setelahnya, ia kembali dirawat untuk menjalani operasi hernia.

Dengan riwayat kesehatan yang semakin rentan, muncul spekulasi bahwa Paus Fransiskus mungkin mempertimbangkan pengunduran diri.

Kardinal Gianfranco Ravasi dalam wawancaranya dengan radio Italia RTL 102.5 pada Kamis (20/2) menyatakan bahwa keputusan mundur bisa diambil jika kesehatan Paus menghambat kemampuannya dalam menjalankan tugas kepausan secara efektif.

“Jika suatu saat beliau merasa tidak lagi mampu berkomunikasi dengan umatnya secara langsung, dengan cara yang tegas dan jelas seperti yang selalu ia lakukan, saya yakin beliau akan mempertimbangkan untuk mundur,” kata Ravasi.

Meskipun demikian, Paus Fransiskus dikenal sebagai sosok yang teguh dan terus berusaha menjalankan tanggung jawabnya meskipun menghadapi tantangan kesehatan yang semakin besar.

Untuk saat ini, semua mata tertuju pada perkembangan kesehatannya, sambil menanti keputusan yang mungkin diambil dalam beberapa waktu ke depan.***

Editor : Ayham

Berita Terkait

Perdagangan Indonesia-Rumania Tembus USD 571,6 Juta, Naik 240 Persen
Nasi Padang Jadi Magnet, 1.200 Pengunjung Ramaikan Festival Indonesia di Bucharest
KBRI Kolombo Resmikan Indonesia Cultural Centre, Gamelan hingga Tari Tor Tor Warnai Acara
WNI di Rumania Rayakan HUT ke-81 RI, Doa untuk Korban Gempa NTT Menggema di Bucharest
AHY Tegaskan Indonesia Siap Jadi Jembatan ASEAN–Eurasia, Dorong Infrastruktur Hijau Berkelanjutan
AHY Dorong Infrastruktur Hijau dan Ketahanan Kawasan Asia di Ecosperity Week 2026 Singapura
Satelit Uji Kelima Fergani Space Berhasil Mengorbit, Turkiye Kian Dekat Mandiri di Sektor Antariksa
Paus Leo XIV Tegas: Tak Ada Dalih Agama untuk Perang, Serukan Dunia Hentikan Kekerasan

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 14:54 WIB

Perdagangan Indonesia-Rumania Tembus USD 571,6 Juta, Naik 240 Persen

Senin, 14 September 2026 - 09:30 WIB

Nasi Padang Jadi Magnet, 1.200 Pengunjung Ramaikan Festival Indonesia di Bucharest

Rabu, 19 Agustus 2026 - 09:03 WIB

KBRI Kolombo Resmikan Indonesia Cultural Centre, Gamelan hingga Tari Tor Tor Warnai Acara

Selasa, 18 Agustus 2026 - 19:59 WIB

WNI di Rumania Rayakan HUT ke-81 RI, Doa untuk Korban Gempa NTT Menggema di Bucharest

Jumat, 5 Juni 2026 - 07:19 WIB

AHY Tegaskan Indonesia Siap Jadi Jembatan ASEAN–Eurasia, Dorong Infrastruktur Hijau Berkelanjutan

Berita Terbaru