ACEH TAMIANG – Komunitas Da’i Melayu Sumatera Utara (KOMDAM Sumut) melakukan perjalanan kemanusiaan menuju Kampung Sekumur, Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang, Sabtu (13/12/2025).
Kampung tersebut menjadi salah satu wilayah yang mengalami kerusakan paling parah akibat bencana banjir bandang.
Banjir bandang yang menerjang Kampung Sekumur menyebabkan hampir seluruh bangunan rata dengan tanah. Dari puluhan rumah warga, hanya sebuah masjid dan satu unit rumah yang masih berdiri, sementara selebihnya luluh lantak tersapu arus deras.
Melihat kondisi tersebut, pengurus KOMDAM Sumut hadir langsung ke lokasi bencana. Kehadiran mereka tidak hanya untuk menyalurkan bantuan donasi dan kebutuhan pokok, tetapi juga memberikan dukungan psikososial, khususnya kepada anak-anak yang terdampak banjir.
“Kami tidak hanya membawa sembako dan kebutuhan darurat, tetapi juga membawa jajanan anak-anak, mainan, serta menghibur mereka dengan canda dan tawa agar trauma tidak terlalu membekas dan mental mereka tetap terjaga,” ujar Ketua Komunitas Da’i Melayu Sumut, Ustadz Bukhori Al Hafidz.
Meski harus menempuh perjalanan yang cukup berat, termasuk menyeberangi medan selama sekitar tiga jam akibat akses jalan yang terputus, semangat para da’i muda KOMDAM Sumut tidak surut. Bersama delapan orang relawan lainnya, mereka menyapa warga, berbincang, serta bermain bersama anak-anak di lokasi terdampak.
Ustadz Bukhori mengungkapkan pengalaman yang menyentuh hati selama berada di Kampung Sekumur. Ia menilai suasana di pengungsian berbeda dengan lokasi bencana lainnya. Saat bantuan dan donasi tiba, warga tidak berebut atau sibuk mengumpulkan bantuan.
“Yang membuat kami terharu, masyarakat justru berkumpul dan meminta kami untuk memberikan pencerahan agar hati mereka lebih tenang. Mereka meminta tausiah,” ungkap Ustadz Bukhori.
Menjawab permintaan tersebut, Ustadz Bukhori yang dikenal dengan sebutan Ustadz Gondrong Kota Medan menyampaikan tausiah singkat selama sekitar enam menit di tengah-tengah masyarakat Kampung Sekumur. Tausiah tersebut berlangsung penuh khidmat dan haru.
Suasana emosional pun tak terhindarkan. Hati yang gemetar dan linangan air mata mewarnai momen kebersamaan tersebut, saat warga mendengarkan pesan-pesan penguatan iman dan ketabahan di tengah musibah yang mereka alami.
Kegiatan kemanusiaan ini menjadi bukti bahwa kehadiran relawan di lokasi bencana tidak hanya sebatas bantuan materi, tetapi juga menghadirkan penguatan spiritual dan dukungan moral yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat terdampak banjir bandang di Aceh Tamiang.
Penulis : LW
Editor : Luthfi Wicaksono













