RENTAK.ID – Sebanyak 16 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) dengan PT. Fishindo Kusuma Sejahtera (FKS) Group di Kantor Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) pada Selasa, 29 Mei 2024.
Kolaborasi ini dilakukan dalam rangka menyiapkan lulusan vokasi yang memiliki keterampilan yang relevan dan siap berkontribusi di dunia kerja.
PKS tersebut disaksikan langsung oleh Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Kiki Yuliati; Pelaksana tugas (Plt.) Direktur Kemitraan dan Penyelarasan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI), Uuf Brajawidagda; Plt. Direktur SMK, Wardani Sugiyanto; serta Country Head FKS Group, Yanuar Samron.
Dalam sambutannya, Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Kiki Yuliati, mengatakan bahwa kolaborasi antara DUDI dan satuan pendidikan vokasi dinilai sangat strategis.
“DUDI membuka peluang bagi siswa untuk memperoleh pengalaman praktis yang sangat berharga terkait apa dan bagaimana melakukan sebuah pekerjaan,” kata Dirjen Kiki.
Dirjen Kiki menambahkan bahwa satuan pendidikan vokasi seperti SMK bertanggung jawab mempersiapkan generasi muda dengan keterampilan dan pengetahuan yang relevan dengan kebutuhan DUDI dan menjadi sumber daya manusia yang berkualitas.
Melalui kerja sama ini, lanjutnya, lulusan vokasi dapat memiliki keterampilan dan pengetahuan yang sesuai dengan kebutuhan industri.
“Kolaborasi ini tidak hanya menguntungkan bagi satuan pendidikan vokasi tetapi juga memberikan dampak positif bagi industri,” ucap Kiki.
Menurut Dirjen Kiki, keberlanjutan pertumbuhan industri tidak hanya bergantung pada faktor ekonomi semata tetapi juga pada ketersediaan tenaga kerja yang berkualitas.
Plt. Direktur Kemitraan dan Penyelarasan DUDI, Uuf Brajawidagda mengatakan bahwa kerja sama ini melingkupi penyelarasan kurikulum berbasis industri, peningkatan kompetensi bagi pendidik, tenaga kependidikan, dan peserta didik, penyediaan guru tamu dari industri, pengembangan dan pemanfaatan sarana dan prasarana, sertifikasi kompetensi bagi pendidik, tenaga kependidikan, dan peserta didik, magang, dan rekrutmen lulusan.
Sementara itu, Country Head FKS Group, Yanuar Samron, menyadari bahwa tanpa pendidikan, maka tidak akan ada pertumbuhan.
Sebagai perusahaan yang berfokus pada bidang makanan, FKS Group kemudian mengembangkan bisnis pada bidang infrastruktur dan properti.
FKS Group berusaha untuk melampaui harapan dan investasi pemangku kepentingan dengan memastikan pertumbuhan grup yang berkelanjutan dan mengembangkan kompetensi karyawan.
Kemitraan antara satuan pendidikan vokasi dengan DUDI diharapkan akan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan memperkuat posisi Indonesia dalam kancah global.
Seperti diketahui, Indonesia membutuhkan sumber daya manusia yang berkualitas dan ahli agar dapat bersaing dengan negara tetangga maupun tetangga jauh di dunia kerja. Dalam upaya menghasilkan lulusan SMK yang relevan dengan kebutuhan industri, kolaborasi antara DUDI dan satuan pendidikan vokasi perlu terus ditingkatkan.













