KMP Batumandi Terbakar Saat Menuju Merak, Seluruh Penumpang Berhasil Diselamatkan

- Penulis

Rabu, 21 Oktober 2026 - 08:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KMP Batumandi yang terbakar (foto. dispenal)

KMP Batumandi yang terbakar (foto. dispenal)

CILEGON – Kebakaran yang menimpa Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Batumandi di alur masuk Pelabuhan Merak, Cilegon, Banten, Selasa (20/10/2025) sore, berhasil ditangani dengan memprioritaskan keselamatan penumpang dan awak kapal. Seluruh penumpang dan awak kapal dilaporkan berhasil dievakuasi dengan selamat ke KMP Royce 1.

Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut dan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Banten terus memantau perkembangan insiden tersebut. Hingga laporan awal disampaikan, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan, sedangkan penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan.

Kepala KSOP Kelas I Banten, Yogie Nugraha, mengatakan keselamatan penumpang dan awak kapal menjadi prioritas utama sejak informasi kebakaran diterima.

“Begitu menerima informasi kejadian, petugas segera berkoordinasi dengan VTS Merak, unsur pelabuhan, Basarnas, serta instansi terkait untuk mendukung proses evakuasi dan penanganan kebakaran secara cepat dan terkoordinasi,” kata Yogie.

Berangkat dari Bakauheni, Kapal Terbakar Saat Menuju Merak

Berdasarkan informasi awal Vessel Traffic Service (VTS) Merak, insiden kebakaran dilaporkan sekitar pukul 16.15 WIB. Saat itu, KMP Batumandi tengah berada di alur masuk penyeberangan Merak setelah bertolak dari Pelabuhan Bakauheni sekitar pukul 14.52 WIB.

Begitu menerima laporan darurat, petugas VTS Merak segera menyebarkan informasi kepada unsur terkait dan mengoordinasikan pengerahan bantuan. Sejumlah kapal tunda, kapal penyeberangan, serta unsur pendukung lainnya dikerahkan untuk membantu proses evakuasi dan penanganan kebakaran.

Perkembangan penting terjadi pada pukul 16.56 WIB. Berdasarkan laporan yang diterima VTS Merak, KMP Royce 1 menginformasikan bahwa seluruh penumpang dan awak KMP Batumandi telah dievakuasi ke kapal tersebut.

“Seluruh penumpang dan awak KMP Batumandi telah dievakuasi ke KMP Royce 1 dan dilaporkan selamat. Sementara itu, sumber api masih harus didalami,” ujar Yogie.

Keberhasilan evakuasi tersebut menjadi fokus utama penanganan insiden, sementara petugas terus melakukan pemantauan terhadap situasi di perairan sekitar lokasi kejadian.

Sejumlah Kapal Dikerahkan untuk Penanganan

Penanganan kebakaran KMP Batumandi melibatkan sejumlah kapal dan unsur pendukung, yakni TB Gunung Cipala, TB Avatar Harbour, TB Teluk Jakarta, TB Tirtayasa V, TB Gunung Batur, TB Gunung Santri, KNP 333, KMP Royce 1, KMP Munic 3, KMP SMS Mulawarman, serta kapal Bea Cukai BC 9006.

VTS Merak berperan dalam pemantauan situasi, penyampaian informasi darurat, serta koordinasi antarkapal dan instansi yang terlibat. Komunikasi tersebut diperlukan agar pengerahan bantuan dan penanganan di jalur pelayaran dapat berlangsung secara terkoordinasi.

Yogie menegaskan, keselamatan personel dan keamanan pelayaran di sekitar lokasi tetap menjadi perhatian selama proses penanganan berlangsung.

“Kami terus berkoordinasi dengan seluruh unsur terkait untuk memastikan penanganan berjalan sesuai prosedur keselamatan. Kami juga akan mendukung pemeriksaan lebih lanjut guna mengetahui penyebab kejadian serta memastikan tindak lanjut berdasarkan hasil pemeriksaan di lapangan,” katanya.

Penyebab Kebakaran KMP Batumandi Masih Diselidiki

Hingga saat ini, penyebab kebakaran KMP Batumandi belum dapat dipastikan. Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui sumber api dan memastikan kondisi kapal setelah insiden.

KSOP Kelas I Banten menyatakan informasi mengenai kondisi kapal dan perkembangan penanganan akan disampaikan berdasarkan hasil verifikasi resmi.

Direktorat Jenderal Perhubungan Laut juga mengapresiasi respons dan kerja sama seluruh unsur yang terlibat dalam proses evakuasi. Kesiapsiagaan petugas dan koordinasi lintas instansi dinilai berperan penting dalam menghadapi keadaan darurat di laut.

Di sisi lain, Kementerian Perhubungan mengingatkan operator kapal agar tidak mengabaikan aspek keselamatan pelayaran, termasuk pemeriksaan kondisi teknis kapal dan kesiapan menghadapi situasi darurat.

“Kami mengimbau seluruh operator kapal untuk senantiasa mengutamakan keselamatan pelayaran, memastikan kondisi teknis kapal memenuhi persyaratan, serta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi keadaan darurat guna melindungi penumpang, awak kapal, dan pengguna jasa transportasi laut,” tutup Yogie.

Penulis : dafri jh

Editor : ami

Berita Terkait

Pelanggan KA PSO KAI Tumbuh 7,7 Persen, Tembus 14,16 Juta
AirNav Indonesia Modernisasi Navigasi Penerbangan, Perkuat Sistem ATC di Empat Kota
Mau Wisata Rombongan? DAMRI Sediakan Sewa Bus dengan Kapasitas hingga 59 Orang
Karhutla Ganggu 2.604 Penerbangan, Kemenhub Perketat Pengawasan Bandara
Transportasi Publik Terabaikan, Djoko Setijowarno Soroti Ketimpangan Pembangunan
Contraflow Tol Jakarta-Cikampek Berlaku hingga KM 32, Ini yang Perlu Diketahui Pengendara
Pasokan BBM Jadi Perhatian DAMRI, Penumpang Diminta Cek Jadwal Keberangkatan
Target Zero ODOL Januari 2027 Terancam Molor, 181 Kawasan Industri Jadi Sorotan

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 08:14 WIB

KMP Batumandi Terbakar Saat Menuju Merak, Seluruh Penumpang Berhasil Diselamatkan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 17:49 WIB

Pelanggan KA PSO KAI Tumbuh 7,7 Persen, Tembus 14,16 Juta

Selasa, 20 Oktober 2026 - 17:01 WIB

AirNav Indonesia Modernisasi Navigasi Penerbangan, Perkuat Sistem ATC di Empat Kota

Selasa, 20 Oktober 2026 - 08:08 WIB

Mau Wisata Rombongan? DAMRI Sediakan Sewa Bus dengan Kapasitas hingga 59 Orang

Selasa, 20 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Karhutla Ganggu 2.604 Penerbangan, Kemenhub Perketat Pengawasan Bandara

Berita Terbaru