JAKARTA – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang memicu kabut asap telah mengganggu 2.604 penerbangan berjadwal dalam negeri sejak 11 Agustus hingga 19 Oktober 2026. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memperketat pengawasan untuk memastikan keselamatan penerbangan di wilayah terdampak.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Lukman F. Laisa, mengatakan jumlah penerbangan terdampak bertambah 146 dibandingkan data 17 Oktober 2026 yang mencapai 2.458 penerbangan.
“Keselamatan dan keamanan penerbangan tetap menjadi prioritas utama. Penyesuaian jadwal dapat dilakukan apabila kondisi di lapangan tidak memungkinkan operasional berlangsung secara aman,” kata Lukman dikutip, Selasa (20/10/2026).
Dari total penerbangan terdampak, sebanyak 1.129 mengalami keterlambatan, 1.420 dibatalkan atau ditunda, 23 dialihkan ke bandara lain, enam kembali ke bandara keberangkatan, dan 26 dimajukan jadwalnya.
Kabut asap dilaporkan meluas ke sejumlah wilayah, mulai dari Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Maluku Utara hingga Papua. Sejumlah bandara terdampak antara lain Supadio Pontianak, Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Mutiara SIS Al-Jufrie Palu, Pattimura Ambon, Sultan Babullah Ternate, Mozes Kilangin Timika, dan Domine Eduard Osok Sorong.
Selain penerbangan domestik, sebanyak 14 penerbangan internasional juga dibatalkan akibat asap. Rinciannya, 12 penerbangan rute Singapura–Pontianak pulang pergi pada 12–23 September dan dua penerbangan rute Singapura–Palembang pulang pergi pada 15 Oktober 2026.
Untuk mengantisipasi gangguan, Kemenhub meminta pengelola bandara meningkatkan kesiapsiagaan, menerapkan prosedur jarak pandang rendah (Low Visibility Procedures/LVP), serta berkoordinasi dengan AirNav Indonesia, BMKG, dan maskapai. Penumpang juga diminta mendapat informasi penerbangan secara berkala dan fasilitas masker sesuai kebutuhan.
Di tengah gangguan tersebut, bandara di wilayah terdampak turut mendukung pemadaman karhutla dari udara. Pada 20 April–17 Oktober 2026, operasi water bombing tercatat mencapai 5.218 siklus penerbangan, melibatkan 38 pesawat dari 11 operator.
“Kami meminta seluruh pihak terus meningkatkan koordinasi dan kesiapsiagaan. Masyarakat diimbau memantau informasi melalui kanal resmi maskapai sebelum berangkat ke bandara serta mengikuti arahan petugas jika terjadi perubahan jadwal,” ujar Lukman.
Kemenhub menegaskan, perubahan jadwal maupun pembatalan penerbangan dapat dilakukan berdasarkan penilaian keselamatan. Penumpang diharapkan tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.
Penulis : dafri jh
Editor : ami






