Kementan Salurkan 86.023 Alsintan pada 2026, Petani Didorong Makin Produktif

- Penulis

Rabu, 21 Oktober 2026 - 08:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mentan Amran Sulaiman di sawah (foto. kementan)

Mentan Amran Sulaiman di sawah (foto. kementan)

JAKARTA – Pemerintah mempercepat modernisasi pertanian dengan memperkuat penggunaan alat dan mesin pertanian (alsintan). Kementerian Pertanian (Kementan) mencatat dukungan sebanyak 86.023 unit alsintan pada 2026 untuk membantu petani meningkatkan efisiensi kerja, menekan biaya produksi, dan memperkuat kapasitas produksi pangan nasional.

Penguatan mekanisasi ini menjadi bagian dari strategi pemerintah mengejar swasembada pangan berkelanjutan selama dua tahun pemerintahan Kabinet Merah Putih. Penggunaan teknologi pertanian diharapkan membuat proses pengolahan lahan hingga penanaman berjalan lebih cepat dan tepat waktu.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan, perubahan pola kerja dari pertanian tradisional menuju sistem modern menjadi salah satu kunci untuk mempercepat pencapaian swasembada pangan.

“Langkah kami ada dua untuk mencapai swasembada, yaitu deregulasi dan transformasi pertanian dari tradisional ke modern,” tegas Amran, dikutip Rabu (21/10/2026).

Menurutnya, modernisasi tidak sekadar menghadirkan peralatan baru, tetapi juga mendorong perubahan cara petani mengelola usaha tani agar lebih produktif dan efisien.

86.023 Alsintan untuk Perkuat Produksi Pangan

Dukungan alsintan pada 2026 terutama diarahkan untuk menunjang kegiatan prapanen. Mekanisasi diharapkan mempercepat pengolahan tanah dan penanaman, mengoptimalkan kebutuhan tenaga kerja, serta membantu petani mengendalikan biaya produksi.

Langkah ini dinilai penting di tengah berbagai tantangan yang dihadapi sektor pertanian, mulai dari perubahan iklim, bencana alam, keterbatasan tenaga kerja, hingga alih fungsi lahan. Pada saat yang sama, kebutuhan pangan masyarakat terus meningkat sehingga kapasitas produksi harus dijaga.

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Andi Nur Alamsyah, mengatakan keberhasilan mekanisasi tidak hanya ditentukan oleh jumlah peralatan yang disalurkan, tetapi juga ketepatan pemilihan alat sesuai kebutuhan di lapangan.

“Modernisasi pertanian harus berangkat dari kebutuhan petani dan kondisi lahan. Alsintan yang tepat dapat mempercepat pekerjaan, meningkatkan efisiensi penggunaan tenaga kerja, serta mendukung produktivitas,” ujar Andi.

Ia menekankan, penyediaan peralatan perlu dibarengi pengelolaan dan pemanfaatan yang baik agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.

Efisiensi Kerja Diklaim Bisa Mencapai 97,4 Persen

Dari sisi teknis, mekanisasi pertanian berpotensi meningkatkan efisiensi waktu kerja hingga 97,4 persen. Penggunaan alsintan juga dapat mendukung peningkatan indeks pertanaman serta menekan susut hasil panen menjadi sekitar 3,5–5,5 persen.

Namun, besaran manfaat tersebut bergantung pada jenis pekerjaan, spesifikasi peralatan, karakteristik lahan, dan cara penerapannya di lapangan.

Karena itu, pemilihan teknologi perlu disesuaikan dengan kondisi pertanian setempat. Traktor roda empat, misalnya, digunakan untuk mengolah lahan hamparan yang luas. Sementara itu, traktor roda dua lebih sesuai untuk lahan yang relatif sempit atau kondisi tertentu, termasuk lahan terasering.

Pada lahan berlumpur dalam, traktor crawler dapat digunakan sesuai spesifikasi dan kemampuan alat. Adapun pompa air membantu memenuhi kebutuhan pengairan, terutama ketika pasokan air terbatas pada musim kemarau.

Peralatan lain, seperti alat tanam dan drone, juga memiliki fungsi berbeda dalam mendukung kegiatan budidaya. Pemanfaatan yang tepat diharapkan membantu petani bekerja lebih cepat sekaligus mengoptimalkan penggunaan sumber daya.

“Dukungan alsintan harus sesuai dengan peruntukannya. Traktor, alat tanam, drone, dan pompa air memiliki fungsi berbeda dalam mendukung kegiatan usaha tani. Dengan pemilihan alat yang tepat, mekanisasi dapat membantu mempercepat pekerjaan dan meningkatkan efisiensi proses budidaya,” jelas Andi.

Pemanfaatan Alsintan Jadi Kunci

Kementan menegaskan modernisasi pertanian tidak boleh berhenti pada penyediaan alat dan mesin. Pemanfaatan yang optimal, pengelolaan yang baik, serta kesesuaian teknologi dengan kebutuhan petani menjadi faktor penting untuk memastikan bantuan pemerintah memberikan hasil nyata.

Melalui penguatan mekanisasi, pemerintah berharap kegiatan usaha tani semakin efisien dan produktif. Dukungan tersebut juga diarahkan untuk memperkuat kemampuan petani menghadapi perubahan kondisi lingkungan dan berbagai kendala produksi.

Dengan demikian, mekanisasi diharapkan tidak hanya mempercepat pekerjaan di lahan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat produksi pangan nasional dan menjaga keberlanjutan swasembada pangan.

Penulis : dafri jh

Editor : ami

Berita Terkait

Bantuan Beras 30 Kg untuk 33,2 Juta Keluarga Berlanjut, Ini Alokasinya hingga Desember
BULOG Gelontorkan 150 Ribu Ton Jagung Murah, Peternak Mikro Jadi Prioritas
BBM Bali Sempat Menipis, Bahlil Tambah Kapal Jadi 7 dan Kejar Stok 15 Hari
Produk UMKM Sulit Tembus Pasar Global? Barantin dan Kemendag Siapkan Langkah Ini
Hashim Ungkap Rencana HP Gratis untuk Warga, Ada Saldo Awal Rp50 Ribu
Drone Pembersih Insulator Listrik Diuji, Duta Topkey Energi Bidik Implementasi pada 2027
1.985 Koperasi Merah Putih Masuk Jaringan BULOG, Pesanan Beras SPHP Capai 624 Ton
Harga Emas Antam Anjlok Rp20.000 per Gram, Perak Ikut Melemah Hari Ini

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 08:38 WIB

Kementan Salurkan 86.023 Alsintan pada 2026, Petani Didorong Makin Produktif

Rabu, 21 Oktober 2026 - 08:28 WIB

Bantuan Beras 30 Kg untuk 33,2 Juta Keluarga Berlanjut, Ini Alokasinya hingga Desember

Selasa, 20 Oktober 2026 - 09:21 WIB

BULOG Gelontorkan 150 Ribu Ton Jagung Murah, Peternak Mikro Jadi Prioritas

Senin, 19 Oktober 2026 - 15:16 WIB

BBM Bali Sempat Menipis, Bahlil Tambah Kapal Jadi 7 dan Kejar Stok 15 Hari

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:16 WIB

Produk UMKM Sulit Tembus Pasar Global? Barantin dan Kemendag Siapkan Langkah Ini

Berita Terbaru