JAKARTA – Kinerja kabinet pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka menjadi sorotan menjelang dua tahun masa pemerintahan. Partai Gerindra tengah mengevaluasi kinerja kementerian dan menemukan indikasi bahwa 42 menteri serta wakil menteri belum bekerja optimal berdasarkan indikator kinerja utama atau Key Performance Indicator (KPI).
Evaluasi tersebut diungkapkan anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi Gerindra, Kamrussamad, dalam debat terbuka bertajuk “2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Menakar Capaian, Tantangan, dan Arah Kebijakan Pemerintahan” di Jakarta Selatan, dikutip Rabu, (21/10/2026).
“Kami sedang membedah satu per satu kinerja kementerian berdasarkan sektornya. Data sementara menunjukkan ada 42 menteri dan wakil menterinya yang tidak bekerja berdasarkan KPI yang ada,” kata Kamrussamad, yang juga menjabat Juru Bicara DPP Partai Gerindra.
Menurut Kamrussamad, evaluasi dilakukan dengan menelaah pencapaian setiap kementerian sesuai bidang tugas dan target kinerja yang telah ditetapkan. Gerindra juga melibatkan sejumlah ekonom senior dan pakar independen untuk memperdalam kajian agar penilaian tidak hanya didasarkan pada pandangan internal partai.
Hasil evaluasi itu nantinya akan disampaikan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto sebagai bahan pertimbangan dalam meningkatkan efektivitas kerja pemerintahan.
“Kami terus mengkaji dan melibatkan beberapa ekonom senior untuk mendalami evaluasi ini. Kami akan menyampaikan hasilnya kepada Presiden agar tiga tahun terakhir pemerintahan bisa lebih produktif, dengan menempatkan orang-orang yang memiliki kompetensi di dalam kabinet,” ujarnya.
Kamrussamad berharap evaluasi tersebut dapat mendorong kementerian bekerja lebih terukur, memperbaiki pencapaian target, serta memastikan program pemerintah berjalan sesuai sasaran.
Meski demikian, angka 42 menteri dan wakil menteri tersebut masih merupakan hasil evaluasi sementara Gerindra. Partai itu belum memerinci nama pejabat yang menjadi sorotan, indikator KPI yang digunakan, maupun sektor kementerian yang dinilai belum memenuhi target.
Karena itu, hasil kajian lebih lanjut akan menjadi penentu untuk melihat sejauh mana evaluasi tersebut dapat menjadi masukan bagi Presiden Prabowo dalam meningkatkan kinerja kabinet pada sisa masa pemerintahannya.
Penulis : lazir
Editor : ameri






