Kisah Remaja Pencuri Pisang di Pati, dari Viral ke Hidup Baru, Menjadi ‘Anak Angkat’ Kapolsek

- Penulis

Minggu, 23 Februari 2025 - 14:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kisah Remaja Pencuri Pisang di Pati, dari Viral ke Hidup Baru, Menjadi 'Anak Angkat' Kapolsek. (Garuda.tv)

Kisah Remaja Pencuri Pisang di Pati, dari Viral ke Hidup Baru, Menjadi 'Anak Angkat' Kapolsek. (Garuda.tv)

RENTAK.ID – Aksi seorang remaja berusia 17 tahun yang mencuri pisang di Desa Gunungsari, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati, baru-baru ini sempat menghebohkan masyarakat.

Remaja berinisial AAP itu diketahui mencuri empat tandan pisang senilai Rp 250 ribu, yang kemudian membuatnya diarak oleh warga sebelum akhirnya kasus ini mendapatkan perhatian dari pihak kepolisian.

Setelah mendalami kondisi AAP, Polsek Tlogowungu menemukan bahwa ia terpaksa mencuri demi bertahan hidup bersama adik dan neneknya.

Ibunya telah meninggal sejak tujuh tahun lalu, sementara ayahnya tidak diketahui keberadaannya. Kondisi ini membuatnya harus berjuang seorang diri untuk menghidupi keluarganya.

Kapolsek Tlogowungu, AKP Mujahid, mengambil langkah cepat dengan mendatangi rumah AAP untuk memahami situasinya lebih dalam.

Melihat kondisinya yang memprihatinkan, AKP Mujahid memutuskan untuk memberikan bantuan berupa tempat tinggal yang lebih layak serta dukungan pendidikan bagi AAP dan adiknya.

Bahkan, ia berencana menempatkan mereka di sebuah yayasan yang dikelolanya agar bisa mendapatkan kehidupan yang lebih baik.

Selain itu, pihak kepolisian juga menggandeng pemerintah desa untuk memberikan bantuan tambahan, termasuk peluang pekerjaan bagi AAP agar dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari tanpa harus melanggar hukum.

Kasus ini membuka mata banyak pihak tentang pentingnya kepedulian sosial terhadap anak-anak yang mengalami kesulitan ekonomi.

Alih-alih hanya memberikan hukuman, pendekatan yang lebih humanis seperti yang dilakukan oleh Polsek Tlogowungu diharapkan dapat menjadi contoh dalam menangani kasus serupa di masa mendatang.***

Editor : Ayham

Sumber Berita: Garuda.tv

Berita Terkait

Terinspirasi Perjuangan Ibu yang Tak Lulus SD, Dwi Suswanti Berhasil Raih Gelar Doktor
Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid
TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia
GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau
GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau
AirNav Indonesia Tuntaskan Program Relawan Bakti BUMN 2026 di Boyolali
Kemendiktisaintek Dukung Pengembangan Day Care Berbasis Masyarakat di Bekasi
LRT Jabodebek Ajak Anak Berkebutuhan Khusus Nikmati Perjalanan Kereta, Perkuat Layanan Transportasi yang Inklusif

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 04:05 WIB

Terinspirasi Perjuangan Ibu yang Tak Lulus SD, Dwi Suswanti Berhasil Raih Gelar Doktor

Senin, 14 September 2026 - 16:31 WIB

Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid

Kamis, 10 September 2026 - 15:36 WIB

TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia

Senin, 7 September 2026 - 13:31 WIB

GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:42 WIB

GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau

Berita Terbaru