SEMARANG – KAI Wisata terus menghadirkan pengalaman wisata berbasis heritage melalui perjalanan kereta uap klasik rute Stasiun Ambarawa–Stasiun Tuntang pulang–pergi (PP) yang semakin diminati wisatawan, termasuk wisatawan mancanegara. Perjalanan ini menjadi salah satu daya tarik utama Museum Kereta Api Ambarawa.
Museum Kereta Api Ambarawa tercatat semakin ramai dikunjungi turis asing yang antusias menikmati perjalanan kereta uap melintasi hamparan hijau persawahan dan panorama Danau Rawa Pening.
Perjalanan berdurasi sekitar satu jam tersebut menghadirkan suasana nostalgia dan ketenangan, sekaligus menawarkan pengalaman wisata yang berbeda.
Sejumlah wisatawan mancanegara mengaku terkesan dengan pengalaman tersebut. Seorang wisatawan asal Inggris menyebut perjalanan kereta uap Ambarawa–Tuntang sebagai pengalaman yang luar biasa. “For sure, it was fantastic, really good! This is my first time in Indonesia,” ujarnya.
Pengalaman serupa disampaikan pasangan wisatawan asal Hong Kong dan Australia yang menilai perjalanan ini autentik dan menyenangkan. “The ride on the train was really great fun and very authentic. We’ve done similar rides in other countries, but these carriages are in much better condition,” kata mereka.
Selain menikmati perjalanan kereta uap, pengunjung juga dapat mengenal sejarah perkeretaapian Indonesia di Museum Kereta Api Ambarawa.
Museum yang merupakan bangunan cagar budaya ini menyimpan berbagai koleksi sarana perkeretaapian heritage, seperti lokomotif uap, lokomotif diesel, dan kereta ikonik, yang menjadi daya tarik edukatif sekaligus wisata budaya bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.
Setibanya di Stasiun Tuntang, wisatawan disambut dengan suasana lokal yang khas.
Pengunjung dapat menikmati kuliner tradisional seperti jamu segar dan bubur hangat, menyaksikan pertunjukan tarian daerah, hingga berfoto di sejumlah spot wisata.
Selain itu, tersedia pula wisata perahu di kawasan Stasiun Tuntang yang beroperasi pukul 09.00–16.00 WIB dengan tarif promo Rp10.000 per orang untuk durasi 20 menit dan kapasitas maksimal enam penumpang.
VP Corporate Secretary KAI Wisata, Otnial Eko Pamiarso, mengatakan perjalanan kereta uap Ambarawa–Tuntang tidak hanya menghadirkan wisata, tetapi juga nilai edukasi dan kebanggaan terhadap warisan perkeretaapian Indonesia. Menurutnya, antusiasme wisatawan mancanegara menunjukkan bahwa produk wisata heritage yang dikelola KAI Wisata memiliki daya saing global.
Sementara itu, Corporate Branding & Communication KAI Wisata, Riesta Junianti, menambahkan rute Ambarawa–Tuntang diposisikan sebagai destinasi wisata dengan paket lengkap yang memadukan sejarah, alam, budaya, dan pengalaman emosional. “Ini menjadi bentuk storytelling nyata tentang Indonesia yang ramah, kaya makna, dan layak dikunjungi wisatawan dunia,” ujarnya.
Dengan hadirnya perjalanan kereta uap serta beragam aktivitas di Museum Kereta Api Ambarawa dan Stasiun Tuntang, KAI Wisata berharap inisiatif tersebut dapat menjadi magnet pariwisata berkelanjutan sekaligus memperkuat citra Ambarawa–Tuntang sebagai ikon heritage nasional yang membanggakan Indonesia di mata dunia.(****)
Penulis : Zul
Editor : Ami






