Kemnaker Luncurkan Program PBL Smart Sector, Targetkan 20 Ribu Peserta Sepanjang 2025

- Penulis

Selasa, 5 Agustus 2025 - 08:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, secara resmi membuka program Project Based Learning (PBL) Smart Sector di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Serang, Banten, Senin, (4/8/2025). (dok. rentak.id)

Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, secara resmi membuka program Project Based Learning (PBL) Smart Sector di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Serang, Banten, Senin, (4/8/2025). (dok. rentak.id)

SERANG – Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, secara resmi membuka program Project Based Learning (PBL) Smart Sector di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Serang, Banten, Senin, (4/8/2025).

Program ini menjadi langkah strategis Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) dalam menyiapkan tenaga kerja yang adaptif di tengah era disrupsi digital dan transformasi industri.

“Model pelatihan ini dirancang agar peserta tidak hanya memperoleh teori, tetapi juga terlibat langsung dalam proyek nyata yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja,” ujar Yassierli dalam sambutannya.

PBL Smart Sector difokuskan pada sektor berbasis teknologi dan digital, dengan target nasional sebanyak 20.032 peserta sepanjang 2025. Dari jumlah itu, 9.664 peserta akan mengikuti pelatihan di UPT BBPVP, sementara 10.368 peserta tersebar di UPTD/BLK tingkat daerah.

Menurut Yassierli, pendekatan pembelajaran berbasis proyek ini tak hanya menjembatani kesenjangan antara dunia pendidikan dan dunia kerja, tetapi juga menciptakan solusi konkret antara pemerintah dan industri.

“Perusahaan mendapat tenaga kerja siap pakai, peserta memperoleh pengalaman kerja nyata, sertifikasi kompetensi, dan perlindungan sosial,” katanya.

Yassierli juga menyoroti pentingnya pelatihan vokasi dalam menanggulangi tantangan ketenagakerjaan nasional, seperti tingginya angka pengangguran lulusan SMK dan ketidaksesuaian antara kurikulum pendidikan dengan kebutuhan industri.

Dalam konteks yang lebih luas, ia menyebut transformasi ketenagakerjaan Indonesia harus mengantisipasi dua hal utama: disrupsi digital dan transisi menuju ekonomi hijau. Untuk itu, Kemnaker memperkuat pendekatan triple skilling: reskilling bagi pekerja aktif, skill adjustment untuk pencari kerja, dan upskilling bagi korban PHK.

“Era digital menuntut kita bergerak cepat. Kita harus membekali tenaga kerja dengan keterampilan masa depan yang kreatif, kolaboratif, digital, dan adaptif,” tegasnya.

Ia juga mengimbau peserta untuk membangun growth mindset dan semangat belajar berkelanjutan.

“Program ini menjadi simbol komitmen Kemnaker dalam mendukung visi besar Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam membangun SDM unggul dan berdaya saing global,” tambah Yassierli.

Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas), Agung Nur Rohmad, menjelaskan bahwa PBL Smart Sector merupakan metode pelatihan inovatif berbasis praktik langsung.

“Peserta dituntut untuk menyelesaikan proyek-proyek yang relevan dengan kebutuhan industri modern berbasis teknologi. Fokus utamanya adalah problem solving, kerja tim, serta inovasi,” kata Agung.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Serang, Nur Agis Aulia, menyambut baik peluncuran program ini di wilayahnya. Ia menilai, selain memberikan keterampilan teknis, program PBL juga turut membentuk karakter kerja peserta.

“Program ini adalah langkah positif yang harus terus ditingkatkan. Kami mengapresiasi hadirnya pelatihan vokasi berbasis proyek di BBPVP Serang,” ujar Agis.

 

 

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Proyek Normalisasi Sungai Ciliwung Dikebut, AHY Sebut Sudah Tembus 17 Kilometer
Permenaker 7/2026 Diprotes, KSPI dan Partai Buruh Desak Revisi Aturan Outsourcing
3 SPPG di Bangka Belitung Rampung, Siap Dukung Program Makan Bergizi Gratis
Program BSPS 2026: Pemerintah Targetkan 3 Juta Rumah Layak Huni hingga 2029
Irman Gusman: Pariwisata Sumatera Barat Punya Potensi Besar, Mentawai Bisa Jadi Destinasi Global
Kuliah Umum di UNWAHAS, Nusron Wahid Tekankan Pentingnya Pemerataan Akses Tanah
Keselamatan Kapal Indonesia Meningkat, Hanya 5 Kapal Ditahan Sepanjang 2025
BULOG Bagikan 350 Ribu Paket Sembako di May Day 2026, Bantu Ringankan Beban Buruh

Berita Terkait

Kamis, 7 Mei 2026 - 15:59 WIB

Proyek Normalisasi Sungai Ciliwung Dikebut, AHY Sebut Sudah Tembus 17 Kilometer

Senin, 4 Mei 2026 - 15:01 WIB

Permenaker 7/2026 Diprotes, KSPI dan Partai Buruh Desak Revisi Aturan Outsourcing

Senin, 4 Mei 2026 - 07:24 WIB

3 SPPG di Bangka Belitung Rampung, Siap Dukung Program Makan Bergizi Gratis

Minggu, 3 Mei 2026 - 19:22 WIB

Program BSPS 2026: Pemerintah Targetkan 3 Juta Rumah Layak Huni hingga 2029

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:38 WIB

Irman Gusman: Pariwisata Sumatera Barat Punya Potensi Besar, Mentawai Bisa Jadi Destinasi Global

Berita Terbaru