Kemenhub Apresiasi Pemda yang Ambil Alih Teman Bus, Dorong Transportasi Publik Berkelanjutan

- Penulis

Kamis, 30 Januari 2025 - 09:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

program Buy The Service (BTS), yang dirancang agar setelah lima tahun. (dok..kemenhub)

program Buy The Service (BTS), yang dirancang agar setelah lima tahun. (dok..kemenhub)

JAKARTA – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memberikan apresiasi kepada pemerintah daerah yang telah mengambil alih pengelolaan layanan Teman Bus di wilayahnya masing-masing.

Seiring dengan berakhirnya masa subsidi dari pemerintah pusat, sejumlah daerah kini secara mandiri melanjutkan layanan transportasi publik ini.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan bahwa pengalihan ini merupakan bagian dari perencanaan awal program Buy The Service (BTS), yang dirancang agar setelah lima tahun, layanan bisa diteruskan oleh pemerintah daerah.

“Kementerian Perhubungan sangat mengapresiasi langkah proaktif yang diambil oleh pemerintah daerah dalam memastikan keberlanjutan layanan transportasi massal. Ini bukti komitmen dalam menyediakan angkutan umum yang selamat, aman, nyaman, dan terjangkau,” ujar Menhub Dudy di Jakarta, Kamis (30/1/2025).

Sejumlah daerah telah sukses mengambil alih operasional Teman Bus, termasuk Medan, Banjarmasin, dan Bandung. Selain itu, daerah seperti Surakarta, Surabaya, Palembang, dan Makassar juga sedang dalam tahap transisi untuk mengelola layanan tersebut secara penuh.

Menhub Dudy menekankan bahwa kesiapan fiskal dan perencanaan matang menjadi faktor utama dalam keberhasilan daerah mengambil alih layanan ini. Ia mencontohkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, yang memiliki APBD 2024 sebesar Rp 36,75 triliun serta realisasi pajak kendaraan bermotor 2023 mencapai Rp 15 triliun. “Dukungan fiskal yang kuat memungkinkan pemerintah daerah untuk mengalokasikan anggaran yang memadai bagi operasional transportasi umum secara berkelanjutan,” jelasnya.

Kemenhub juga telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Bali serta pemerintah kota/kabupaten di wilayah Sarbagita untuk memastikan kelanjutan program BTS.

Dalam pertemuan dengan Kementerian Dalam Negeri, disepakati bahwa pendanaan angkutan perkotaan di Bali akan menggunakan skema sharing antara pemerintah provinsi dan pemerintah kota/kabupaten, dengan memanfaatkan dana Opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB).

“Dengan asumsi alokasi 5% dari pendapatan pajak kendaraan bermotor 2023, sekitar Rp 150 miliar, ini sudah cukup untuk membiayai kebutuhan anggaran BTS di kawasan Sarbagita yang rata-rata memerlukan Rp 85 miliar per tahun,” ungkapnya.

Menhub Dudy juga menyoroti pentingnya peningkatan kesadaran masyarakat untuk beralih ke transportasi umum.

“Keberlanjutan layanan ini bukan hanya soal anggaran, tetapi juga bagaimana kita memastikan masyarakat merasa nyaman menggunakan angkutan umum. Oleh karena itu, pemerintah daerah harus lebih aktif dalam sosialisasi dan peningkatan kualitas layanan,” katanya.

Dengan adanya peralihan pengelolaan ini, Kemenhub berharap pemerintah daerah dapat terus meningkatkan layanan transportasi publik sehingga semakin banyak masyarakat yang beralih menggunakan angkutan umum dalam keseharian mereka. ***

 

 

Penulis : amanda az

Editor : ameri

Berita Terkait

Terinspirasi Perjuangan Ibu yang Tak Lulus SD, Dwi Suswanti Berhasil Raih Gelar Doktor
Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid
TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia
GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau
GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau
AirNav Indonesia Tuntaskan Program Relawan Bakti BUMN 2026 di Boyolali
Kemendiktisaintek Dukung Pengembangan Day Care Berbasis Masyarakat di Bekasi
LRT Jabodebek Ajak Anak Berkebutuhan Khusus Nikmati Perjalanan Kereta, Perkuat Layanan Transportasi yang Inklusif

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 04:05 WIB

Terinspirasi Perjuangan Ibu yang Tak Lulus SD, Dwi Suswanti Berhasil Raih Gelar Doktor

Senin, 14 September 2026 - 16:31 WIB

Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid

Kamis, 10 September 2026 - 15:36 WIB

TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia

Senin, 7 September 2026 - 13:31 WIB

GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:42 WIB

GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau

Berita Terbaru