Kemendikdasmen Tegaskan Sekolah Harus Jadi Ruang Aman dan Bermartabat

- Penulis

Rabu, 21 Januari 2026 - 21:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi murid nyaman di sekolah (dok. rentak.id)

Ilustrasi murid nyaman di sekolah (dok. rentak.id)

JAKARTA – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pendidikan bermutu bagi seluruh anak bangsa dengan menjadikan sekolah sebagai ruang yang aman, nyaman, dan bermartabat bagi seluruh warga satuan pendidikan. Lingkungan belajar yang kondusif diyakini menjadi fondasi penting agar proses pembelajaran berjalan optimal serta mampu mendorong murid meraih prestasi terbaik.

Menyikapi peristiwa yang terjadi di SMK Negeri 3 Jabung Timur, Jambi, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menegaskan bahwa segala bentuk kekerasan di lingkungan sekolah tidak dapat dibenarkan karena bertentangan dengan semangat membangun budaya sekolah yang aman dan nyaman.

“Kekerasan di sekolah bukanlah cara yang tepat dalam membentuk karakter dan budaya belajar yang sehat. Kami mendorong perlindungan hukum bagi guru dengan mengedepankan musyawarah dan pendekatan kekeluargaan, sekaligus memastikan murid mendapatkan pendampingan psikologis demi menjaga kesehatan mental mereka,” ujar Abdul Mu’ti di Jakarta, Rabu (21/1/2026).

Ia menjelaskan, pemerintah telah menerbitkan dua regulasi penting sebagai bentuk penguatan perlindungan di dunia pendidikan, yakni Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 4 Tahun 2026 tentang Perlindungan bagi Pendidik dan Tenaga Kependidikan serta Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman.

Menurutnya, kedua aturan tersebut menjadi landasan bersama dalam memperkuat peran guru dalam mencetak generasi unggul, sekaligus menjamin hak belajar anak-anak Indonesia dalam suasana yang aman dan menyenangkan.

“Pendidikan berkualitas hanya dapat terwujud jika murid merasa terlindungi, guru memperoleh kepastian hukum, dan sekolah tumbuh sebagai ruang yang menjunjung tinggi nilai kebersamaan. Setiap persoalan di sekolah seharusnya diselesaikan secara edukatif, dialogis, dan penuh kekeluargaan,” katanya.

Lebih lanjut, Menteri Mu’ti mengajak seluruh pemangku kepentingan pendidikan di daerah untuk bersama-sama mengimplementasikan dua Permendikdasmen tersebut secara konsisten. Ia berharap peristiwa di SMK Negeri 3 Jabung Timur dapat menjadi bahan refleksi bersama untuk memperbaiki proses pembelajaran serta memperkuat budaya saling menghargai di lingkungan sekolah.

“Momentum ini harus dimanfaatkan untuk memperkuat solidaritas antarwarga satuan pendidikan demi menciptakan sekolah yang benar-benar aman, nyaman, dan bermartabat,” pungkasnya.

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

20 Talenta Vokasi Indonesia Siap Bertarung di WorldSkills Competition 2026 Shanghai
Kekerasan Anak Terjadi di Rumah, Sekolah hingga Pesantren, DPR Soroti Sistem Perlindungan
SatuBeasiswa Indonesia Himpun 465 Jenis Beasiswa dari Berbagai Lembaga
PTGMI Lumajang Edukasi 100 Santri, Ajarkan Cara Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut
200 Mahasiswa Dikukuhkan di AMN Surabaya, Kemdiktisaintek: Keragaman adalah Kekuatan
Sekolah di Yogyakarta Perkuat Literasi dan Numerasi Lewat STEM Berbasis PISA
GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau
Dua Ruang Kelas Roboh Akibat Gempa Nagekeo, Guru SD Katolik Doki Tak Berhenti Mengajar

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 15:09 WIB

Kekerasan Anak Terjadi di Rumah, Sekolah hingga Pesantren, DPR Soroti Sistem Perlindungan

Rabu, 16 September 2026 - 14:01 WIB

SatuBeasiswa Indonesia Himpun 465 Jenis Beasiswa dari Berbagai Lembaga

Rabu, 16 September 2026 - 10:23 WIB

PTGMI Lumajang Edukasi 100 Santri, Ajarkan Cara Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut

Minggu, 13 September 2026 - 08:15 WIB

200 Mahasiswa Dikukuhkan di AMN Surabaya, Kemdiktisaintek: Keragaman adalah Kekuatan

Sabtu, 12 September 2026 - 13:54 WIB

Sekolah di Yogyakarta Perkuat Literasi dan Numerasi Lewat STEM Berbasis PISA

Berita Terbaru