Kemendikdasmen Perkuat Kolaborasi Industri dan LKP untuk Cetak SDM Siap Bersaing Global

- Penulis

Jumat, 30 Januari 2026 - 08:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wamen Diksamen Atip Latipulhayat saat konsolidasi Kemitraan Strategis Industri, LKP, dan Dinas Pendidikan yang digelar di Bali. (dok. rentak.id)

Wamen Diksamen Atip Latipulhayat saat konsolidasi Kemitraan Strategis Industri, LKP, dan Dinas Pendidikan yang digelar di Bali. (dok. rentak.id)

JAKARTA – Upaya menyiapkan sumber daya manusia Indonesia yang tangguh dan berdaya saing global terus diperkuat Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Salah satu kunci yang ditekankan adalah kemitraan strategis antara dunia industri, lembaga kursus dan pelatihan (LKP), serta dinas pendidikan di daerah.

Hal itu mengemuka dalam kegiatan Konsolidasi Kemitraan Strategis Industri, LKP, dan Dinas Pendidikan yang digelar di Bali, Selasa (27/1/2026). Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Atip Latipulhayat, menegaskan bahwa pembangunan pendidikan tidak bisa lagi bertumpu pada aspek akademik semata.

Menurutnya, amanat konstitusi untuk mencerdaskan kehidupan bangsa perlu dimaknai secara lebih luas, mencakup penguatan keterampilan praktis, kecakapan sosial, hingga kesiapan kerja yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.

“Pendidikan harus mampu melahirkan manusia yang cerdas secara utuh. Bukan hanya kuat secara kognitif, tetapi juga terampil dan siap menghadapi realitas dunia kerja,” ujar Atip.

Ia menilai ekosistem pendidikan yang kolaboratif akan membuka lebih banyak pilihan bagi peserta didik untuk berkembang sesuai minat dan potensinya. Dalam konteks inilah, penguatan LKP menjadi salah satu fokus utama Kemendikdasmen.

Atip mengungkapkan, pengalaman melepas ribuan lulusan LKP yang siap bekerja di luar negeri menjadi bukti konkret bahwa kecerdasan berbasis keterampilan mampu membuka peluang global. “Mereka menunjukkan bahwa keahlian praktis bisa menjadi tiket untuk bersaing di pasar kerja internasional,” katanya.

Lebih lanjut, ia menekankan peran strategis LKP dalam menampung dan mengembangkan kecerdasan vokasi. Atip mencontohkan figur-figur sukses di bidang tata rambut dan kuliner yang membangun reputasi dari keterampilan terapan, bukan semata teori. Sertifikat kompetensi yang dihasilkan LKP pun dinilai sebagai bukti konkret keahlian yang dibutuhkan industri.

Selain keterampilan teknis, Kemendikdasmen juga menyoroti pentingnya penguatan soft skills, terutama kecerdasan sosial dan kemampuan berbahasa asing yang berbasis praktik komunikasi. Atip merujuk pada riset Dale Carnegie Foundation yang menunjukkan bahwa keberhasilan seseorang lebih banyak ditentukan oleh kemampuan membangun relasi dan kepercayaan.

“Kemampuan berbahasa yang aplikatif akan meningkatkan kepercayaan diri tenaga kerja kita, termasuk caregiver, untuk mengakses peluang global dengan penghasilan yang lebih baik,” tambahnya.

Sejalan dengan itu, Direktur Kursus dan Pelatihan Kemendikdasmen, Yaya Sutarya, memaparkan langkah konkret pemerintah dalam memperkuat ekosistem LKP melalui peran aktif pemerintah daerah. Mulai 2026, kewenangan perizinan dan pembinaan LKP akan dilimpahkan ke pemerintah kabupaten dan kota agar lebih responsif terhadap kebutuhan industri setempat.

Tak hanya itu, Kemendikdasmen juga menyiapkan program peningkatan kualitas instruktur melalui beasiswa mikro-kredensial serta rekognisi pembelajaran lampau bagi tenaga pengajar yang belum bergelar sarjana. Upaya ini ditopang dengan penguatan sistem akreditasi LKP.

“Dengan akreditasi, LKP ke depan dapat menyelenggarakan uji kompetensi dan menerbitkan sertifikat secara mandiri. Ini akan memperkuat kepercayaan industri terhadap lulusan LKP,” jelas Yaya.

Hasilnya mulai terlihat. Sepanjang 2025, lebih dari 89 persen peserta Program Pendidikan Kecakapan Kerja berhasil terserap ke dunia kerja, sementara sekitar 90 persen lulusan Pendidikan Kecakapan Wirausaha telah memulai usaha mandiri.

Kemendikdasmen berharap konsolidasi ini semakin mempererat sinergi antara industri, dinas pendidikan, dan LKP sebagai fondasi pencetakan SDM Indonesia yang unggul—cerdas secara intelektual, terampil secara praktis, serta kuat secara sosial—untuk bersaing di kancah global.

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

KPPTI 2026 Digelar di Surabaya, Kemdiktisaintek Dorong Kampus Lebih Berdampak bagi Masyarakat
Mahasiswa Indonesia Berpeluang Kuliah di Jepang, Ini Program yang Dibahas Brian Yuliarto
500 Inovasi Anak Bangsa Siap Dipamerkan di Surabaya, Ada Robot AI hingga Motor Listrik
Semarak Hari Santri Nasional 2026, Klanting Gelar Pawai Ta’aruf dan Penyerahan Beasiswa Pendidikan Santri
Bahasa Indonesia Mulai Dilirik Anak Muda Rusia, 234 Ribu Orang di Dunia Belajar BIPA
Kemendikdasmen Raih Nusantara Awards 2026, Ini Terobosan Pendidikan yang Dapat Apresiasi
Berburu Kursi PTN, 450 Siswa SMAN 8 Bandung Andalkan Hasil TKA 2026
5.700 Mahasiswa Timor-Leste Kuliah di Indonesia, Riset Bersama Diperluas

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 12:02 WIB

KPPTI 2026 Digelar di Surabaya, Kemdiktisaintek Dorong Kampus Lebih Berdampak bagi Masyarakat

Senin, 2 November 2026 - 14:55 WIB

Mahasiswa Indonesia Berpeluang Kuliah di Jepang, Ini Program yang Dibahas Brian Yuliarto

Senin, 2 November 2026 - 11:36 WIB

500 Inovasi Anak Bangsa Siap Dipamerkan di Surabaya, Ada Robot AI hingga Motor Listrik

Minggu, 1 November 2026 - 13:51 WIB

Semarak Hari Santri Nasional 2026, Klanting Gelar Pawai Ta’aruf dan Penyerahan Beasiswa Pendidikan Santri

Minggu, 1 November 2026 - 09:22 WIB

Bahasa Indonesia Mulai Dilirik Anak Muda Rusia, 234 Ribu Orang di Dunia Belajar BIPA

Berita Terbaru