Kemendikdasmen Luncurkan Majalah Sastra Kita, Dorong Ekspresi Sastra Siswa dan Guru

- Penulis

Minggu, 6 Juli 2025 - 11:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

adan Bahasa dalam kegiatan Temu Sastrawan dan Pegiat Literasi bertajuk Sawala Sastra di Bandung (dok. rentak.id)

adan Bahasa dalam kegiatan Temu Sastrawan dan Pegiat Literasi bertajuk Sawala Sastra di Bandung (dok. rentak.id)

JAKARTA – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) meluncurkan inisiatif literasi baru bertajuk Majalah Sastra Kita. Program ini diluncurkan dalam forum Temu Sastrawan dan Pegiat Literasi “Sawala Sastra: Meneguhkan Kejayaan Sastra melalui Majalah Sastra” yang digelar di Balai Bahasa Provinsi Jawa Barat, Jumat (4/7/2025).

Kepala Badan Bahasa, Hafidz Muksin, menyatakan bahwa Majalah Sastra Kita akan menjadi wadah inklusif untuk menampung karya sastra dari siswa dan guru. “Kami ingin memberikan ruang publikasi yang mudah diakses sekaligus mendorong tumbuhnya minat sastra di kalangan muda dan pendidik,” ujarnya dalam sambutan.

Ia menambahkan bahwa selama ini Majalah Sastra Pusat telah terbit lebih dulu dengan sasaran utama kalangan sastrawan. Kini, Majalah Sastra Kita hadir sebagai media baru yang lebih membumi dan dekat dengan dunia pendidikan. Majalah ini akan terbit dalam format digital dan cetak sebanyak 1.000 eksemplar setiap edisi, lengkap dengan honorarium sesuai Standar Biaya Masukan (SBM) untuk para penulisnya.

Sekretaris Badan Bahasa, Ganjar Harimansyah, menegaskan bahwa inisiatif ini diharapkan mampu memperkuat jejaring komunitas sastra dan menciptakan ruang ekspresi yang produktif bagi siswa dan guru di seluruh Indonesia.

Sawala Sastra menghadirkan forum diskusi yang melibatkan sejumlah sastrawan nasional seperti Etti R.S., Hikmat Gumelar, Jajang Priatna, Dadan Sutisna, dan Nenden Lilis Aisyah. Forum ini juga dihadiri oleh dosen, guru, pengurus MGMP, hingga perwakilan komunitas literasi di Bandung.

Kepala Bidang Literasi, Hidayat, menyampaikan bahwa majalah ini akan membuka partisipasi dari jenjang SD hingga SMA/sederajat. Sementara itu, Ketua Opera, Tia Setiadi, menjelaskan bahwa nama Majalah Sastra Kita dipilih karena dinilai akrab dan merepresentasikan kebersamaan dalam berkarya.

Guru dari SMPN 5 Cimahi, Resna J. Nurkirana, turut menyambut baik peluncuran ini. “Siswa kami banyak yang menulis, tapi kurang media untuk publikasi. Biasanya hanya dipajang di mading atau diikutkan lomba. Kini, mereka punya harapan baru,” katanya.

Dalam sesi diskusi, purnabakti Badan Bahasa, M. Abdul Khak, menyarankan agar distribusi digital diperkuat agar jangkauan majalah lebih luas. Sastrawan Tendy Somantri juga mengusulkan agar majalah memuat informasi kegiatan sastra sekolah sebagai bentuk apresiasi dan dokumentasi.

Badan Bahasa Kunjungi Yayasan Kebudayaan Rancage, Jajaki Kolaborasi Literasi Berkelanjutan
Sebagai bagian dari penguatan sinergi antara pemerintah dan komunitas literasi, Badan Bahasa melakukan kunjungan ke Yayasan Kebudayaan Rancage pada Sabtu (5/7/2025).

Kunjungan ini dimaksudkan untuk mendokumentasikan praktik baik sekaligus menjajaki kolaborasi berkelanjutan.

Rombongan dipimpin langsung oleh Kepala Badan Bahasa, Hafidz Muksin, didampingi jajaran pimpinan pusat dan daerah. Mereka disambut oleh pengurus Yayasan Rancage seperti Etti R.S., Safrina Noorman, Dadan Sutisna, dan Cecep Burdansyah.

Etti menjelaskan bahwa sejak 1989, Yayasan Kebudayaan Rancage telah berkontribusi dalam pengembangan sastra dan bahasa Sunda melalui berbagai program, seperti Hadiah Sastra Rancage dan Konferensi Internasional Bahasa Sunda (KIBS). Salah satu rekomendasi KIBS adalah pendirian Pusat Studi Sunda yang kini telah berdiri di Bandung dan dilengkapi dengan Perpustakaan Ajip Rosidi.

Hafidz menyampaikan apresiasi atas peran strategis Rancage dalam pelestarian bahasa daerah. Ia juga menyebut bahwa pada tahun 2025 ini, Badan Bahasa tengah melakukan pemetaan ulang bahasa, sastra, dan aksara daerah. “Kemitraan strategis antara pemerintah dan komunitas sangat penting untuk keberlanjutan misi pelindungan bahasa daerah,” ujarnya.

Kegiatan kunjungan diakhiri dengan diskusi program bantuan pemerintah untuk komunitas sastra dan literasi, tur ke Perpustakaan Ajip Rosidi, serta pembacaan puisi Sunda karya Ajip Rosidi berjudul Tanah Sunda oleh Salma Fauzani.

Penulis : amanda az

Editor : reni diana

Berita Terkait

Kunjungi Rumah Mahasiswa Unram, Lalu Hadrian Ungkap Pentingnya KIP Kuliah
SMA Unggul Garuda Jangkau 51 Titik, Penerimaan Siswa Baru 2027/2028 Disosialisasikan
Orang Tua Siswa Buka Suara, Hetifah Soroti Keamanan Asrama Sekolah Rakyat Samarinda
Lantik 162 Pejabat Kemendikdasmen, Abdul Mu’ti Tekankan Birokrasi yang Melayani
Toreh Sejarah Baru, Pramuka MA Khomsani Nur Lumajang Gelar Pelantikan Perdana
Dulu Bocor dan Rusak, Kini SDN Cirimekar 02 Bogor Punya Ruang Kelas Lebih Nyaman
FSGI Catat 100 Kasus Kekerasan di Sekolah, Korban Capai 1.000 Orang
TKA 2026 Ditutup, 4,2 Juta Siswa Sudah Mendaftar

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 11:32 WIB

Kunjungi Rumah Mahasiswa Unram, Lalu Hadrian Ungkap Pentingnya KIP Kuliah

Minggu, 18 Oktober 2026 - 08:44 WIB

SMA Unggul Garuda Jangkau 51 Titik, Penerimaan Siswa Baru 2027/2028 Disosialisasikan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 09:08 WIB

Orang Tua Siswa Buka Suara, Hetifah Soroti Keamanan Asrama Sekolah Rakyat Samarinda

Kamis, 15 Oktober 2026 - 08:32 WIB

Lantik 162 Pejabat Kemendikdasmen, Abdul Mu’ti Tekankan Birokrasi yang Melayani

Minggu, 11 Oktober 2026 - 08:56 WIB

Toreh Sejarah Baru, Pramuka MA Khomsani Nur Lumajang Gelar Pelantikan Perdana

Berita Terbaru