Kemendikdasmen Kukuhkan Duta Al-Qur’an Bahasa Isyarat, Perluas Pendidikan Inklusif bagi Siswa Tuli

- Penulis

Kamis, 23 Juli 2026 - 11:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Training of Trainers (ToT) Qur'an Isyarat Batch 3 (foto. kemendikdasmen)

Training of Trainers (ToT) Qur'an Isyarat Batch 3 (foto. kemendikdasmen)

JAKARTA – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan pendidikan yang inklusif bagi seluruh peserta didik, termasuk penyandang disabilitas rungu. Salah satu langkah nyata diwujudkan melalui penutupan Training of Trainers (ToT) Qur’an Isyarat Batch 3 yang berlangsung di Masjid Baitut Tholibin, Kompleks Kantor Kemendikdasmen, Jakarta.

Dalam penutupan kegiatan tersebut, sebanyak 21 peserta yang terdiri dari 11 guru dan 10 murid resmi dikukuhkan sebagai Duta Al-Qur’an Bahasa Isyarat. Mereka diharapkan menjadi motor penggerak dalam memperluas pembelajaran Al-Qur’an berbasis bahasa isyarat di berbagai daerah sehingga semakin banyak peserta didik Tuli memperoleh layanan pendidikan keagamaan yang setara.

Selama dua hari pelatihan, para peserta mendapatkan pembekalan mengenai metode membaca, memahami, hingga mengajarkan Al-Qur’an menggunakan bahasa isyarat. Bekal tersebut nantinya akan diterapkan di sekolah maupun komunitas sebagai upaya memperluas akses pembelajaran yang ramah bagi penyandang disabilitas rungu.

Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemendikdasmen, Tatang Muttaqin, menegaskan bahwa pendidikan inklusif tidak hanya menyangkut pencapaian akademik, tetapi juga menjamin hak setiap warga negara untuk memperoleh pendidikan spiritual.

“Pendidikan yang inklusif harus menjamin saudara-saudara kita yang Tuli memiliki akses yang setara, tidak hanya dalam urusan akademik, tetapi juga untuk meraih kebahagiaan dan kecerdasan spiritual. Belajar dan mengajar Al-Qur’an dengan bahasa standar saja memiliki tingkat kesulitan yang tinggi, terlebih lagi dengan bahasa isyarat. Namun, ikhtiar ini adalah bagian penting dari pengabdian kita,” kata Tatang, kAMIS (23/7/2026).

Menurutnya, keberadaan Duta Al-Qur’an Bahasa Isyarat menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem pendidikan agama yang semakin inklusif di Indonesia.

Ia juga mengingatkan para peserta bahwa pengukuhan tersebut bukanlah akhir dari proses belajar, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar untuk menyebarkan manfaat kepada masyarakat.

“Gelar dan sertifikat yang didapatkan hari ini bukanlah akhir, melainkan awal dari amanah besar. Jadikan ilmu yang didapat sebagai pelita dan teruslah berkolaborasi membangun ekosistem Al-Qur’an bahasa isyarat agar semakin berkembang dan mudah dipahami,” ujarnya.

Semangat yang dibangun selama pelatihan juga dirasakan langsung oleh para peserta. Salah satunya adalah Fira, siswi dari SLB Muhammadiyah Karangpawitan, Garut, yang mengaku mendapatkan pengalaman berharga selama mengikuti ToT Qur’an Isyarat.

“Aku sangat senang belajar Al-Qur’an. Di sini saya belajar huruf hijaiyah, seperti alif, ba, ta, sa, jim, ha. Semoga ilmu yang kami terima bisa bermanfaat,” ungkap Fira dengan penuh semangat.

Sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan prestasi peserta selama mengikuti pelatihan, Kemendikdasmen juga menyerahkan penghargaan berupa sertifikat kepada tiga peserta terbaik, yakni Nafisya Lutsiana, Indah Pujasari, dan Tiara Nida Maharani.

Melalui program ini, Kemendikdasmen berharap semakin banyak sekolah, guru, dan komunitas yang mampu menghadirkan pembelajaran Al-Qur’an yang inklusif, sehingga peserta didik penyandang disabilitas rungu memiliki kesempatan yang sama untuk memahami, mempelajari, dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an.

Penulis : amanda az

Editor : guntar

Berita Terkait

Mahasiswa Indonesia Berpeluang Kuliah di Jepang, Ini Program yang Dibahas Brian Yuliarto
500 Inovasi Anak Bangsa Siap Dipamerkan di Surabaya, Ada Robot AI hingga Motor Listrik
Semarak Hari Santri Nasional 2026, Klanting Gelar Pawai Ta’aruf dan Penyerahan Beasiswa Pendidikan Santri
Bahasa Indonesia Mulai Dilirik Anak Muda Rusia, 234 Ribu Orang di Dunia Belajar BIPA
Kemendikdasmen Raih Nusantara Awards 2026, Ini Terobosan Pendidikan yang Dapat Apresiasi
Berburu Kursi PTN, 450 Siswa SMAN 8 Bandung Andalkan Hasil TKA 2026
5.700 Mahasiswa Timor-Leste Kuliah di Indonesia, Riset Bersama Diperluas
Pemerintah Perluas Wajib Belajar 13 Tahun, Revitalisasi TK Melonjak Jadi 13.831 Unit

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 14:55 WIB

Mahasiswa Indonesia Berpeluang Kuliah di Jepang, Ini Program yang Dibahas Brian Yuliarto

Senin, 2 November 2026 - 11:36 WIB

500 Inovasi Anak Bangsa Siap Dipamerkan di Surabaya, Ada Robot AI hingga Motor Listrik

Minggu, 1 November 2026 - 13:51 WIB

Semarak Hari Santri Nasional 2026, Klanting Gelar Pawai Ta’aruf dan Penyerahan Beasiswa Pendidikan Santri

Minggu, 1 November 2026 - 09:22 WIB

Bahasa Indonesia Mulai Dilirik Anak Muda Rusia, 234 Ribu Orang di Dunia Belajar BIPA

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:53 WIB

Kemendikdasmen Raih Nusantara Awards 2026, Ini Terobosan Pendidikan yang Dapat Apresiasi

Berita Terbaru