Kemendikdasmen Beri Bantuan Mebelair untuk SDN 1 Cibitung Sukabumi, Pastikan Anak Belajar Nyaman

- Penulis

Senin, 6 Oktober 2025 - 08:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SDN Cibitung (dok. rentak.id)

SDN Cibitung (dok. rentak.id)

SUKABUMI – Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Cibitung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, kini kembali beraktivitas dengan fasilitas yang layak setelah menerima bantuan mebelair dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Bantuan tersebut mencakup perlengkapan dua ruang kelas, terdiri atas 64 kursi siswa, 32 meja belajar, 2 meja dan kursi guru, 2 lemari, serta 2 papan tulis. Langkah cepat ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam memastikan hak setiap anak untuk belajar di lingkungan yang aman, nyaman, dan manusiawi.

Sebelumnya, kondisi SDN 1 Cibitung sempat memprihatinkan. Puluhan siswa kelas I terpaksa belajar di lantai sejak awal tahun ajaran baru karena tidak tersedianya meja dan kursi.

“Kami tidak ingin ada satu pun anak Indonesia yang belajar tanpa fasilitas layak. Begitu laporan diterima, kami langsung berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk memastikan kebutuhan segera dipenuhi,”ujar Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Gogot Suharwoto, di Jakarta, Minggu (5/10/2025).

Gogot menjelaskan, dukungan terhadap SDN 1 Cibitung merupakan bagian dari langkah berkelanjutan Kemendikdasmen dalam pemerataan akses dan mutu pendidikan dasar. Upaya ini termasuk melalui program bantuan sarana dan prasarana prioritas bagi daerah yang masih kekurangan fasilitas pendidikan.

Kepala Sekolah SDN 1 Cibitung menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian cepat dari pemerintah.

“Alhamdulillah, kini anak-anak bisa belajar dengan nyaman. Bantuan ini sangat berarti bagi kami dan menjadi penyemangat untuk terus meningkatkan mutu pembelajaran,” ujarnya.

Para guru dan orang tua siswa juga mengaku kondisi belajar kini jauh lebih baik. Anak-anak terlihat lebih disiplin dan antusias mengikuti pelajaran di kelas yang tertata rapi.

Kemendikdasmen menegaskan, kejadian di SDN 1 Cibitung menjadi pengingat pentingnya sistem deteksi dini kebutuhan sarana-prasarana pendidikan. Pemerintah akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah agar kasus serupa tidak terjadi di sekolah lain.

“Kami ingin memastikan setiap anak Indonesia, di mana pun mereka berada, mendapat kesempatan belajar yang setara dan bermartabat. Ini bukan sekadar bantuan mebel, tetapi wujud nyata kepedulian negara terhadap masa depan anak-anak bangsa,” tegas Gogot.

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Orang Tua Siswa Buka Suara, Hetifah Soroti Keamanan Asrama Sekolah Rakyat Samarinda
Lantik 162 Pejabat Kemendikdasmen, Abdul Mu’ti Tekankan Birokrasi yang Melayani
Toreh Sejarah Baru, Pramuka MA Khomsani Nur Lumajang Gelar Pelantikan Perdana
Dulu Bocor dan Rusak, Kini SDN Cirimekar 02 Bogor Punya Ruang Kelas Lebih Nyaman
FSGI Catat 100 Kasus Kekerasan di Sekolah, Korban Capai 1.000 Orang
TKA 2026 Ditutup, 4,2 Juta Siswa Sudah Mendaftar
Abdul Mu’ti Tegaskan Pendidikan Pancasila Tak Cukup Diajarkan di Kelas, Ini yang Diperkuat Kemendikdasmen
Forses 2026 Digelar, Mendiktisaintek Dorong K/L Perkuat Sinergi dan Pelayanan Publik

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 09:08 WIB

Orang Tua Siswa Buka Suara, Hetifah Soroti Keamanan Asrama Sekolah Rakyat Samarinda

Kamis, 15 Oktober 2026 - 08:32 WIB

Lantik 162 Pejabat Kemendikdasmen, Abdul Mu’ti Tekankan Birokrasi yang Melayani

Minggu, 11 Oktober 2026 - 08:56 WIB

Toreh Sejarah Baru, Pramuka MA Khomsani Nur Lumajang Gelar Pelantikan Perdana

Kamis, 8 Oktober 2026 - 09:05 WIB

Dulu Bocor dan Rusak, Kini SDN Cirimekar 02 Bogor Punya Ruang Kelas Lebih Nyaman

Senin, 5 Oktober 2026 - 10:48 WIB

FSGI Catat 100 Kasus Kekerasan di Sekolah, Korban Capai 1.000 Orang

Berita Terbaru