Kemenag Targetkan Ditjen Pesantren Berdiri Tahun Ini, Menag: Sudah Masuk Tahap Finalisasi

- Penulis

Jumat, 7 November 2025 - 08:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Agama Nasaruddin Umar (tengah) seusai memberikan sambutan dalam Annual Conference on Pesantren Education yang diselenggarakan oleh Majelis Masyayikh

Menteri Agama Nasaruddin Umar (tengah) seusai memberikan sambutan dalam Annual Conference on Pesantren Education yang diselenggarakan oleh Majelis Masyayikh

JAKARTA – Kementerian Agama tengah memfinalisasi proses pembentukan Direktorat Jenderal (Ditjen) Pesantren. Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan bahwa target pembentukan Ditjen baru ini diupayakan rampung dalam tahun ini, sehingga nantinya akan berdiri secara mandiri, terpisah dari Ditjen Pendidikan Islam.

Langkah pendirian Ditjen Pesantren ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subiyanto. Melalui surat nomor B-617/M/D-1/HK.03.00/10/2025 tertanggal 21 Oktober 2025, Presiden melalui Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi memberikan persetujuan prakarsa penyusunan perubahan atas Perpres Nomor 152 Tahun 2024 tentang Kementerian Agama.

“Insya Allah dalam waktu dekat ini selesai. Karena ada beberapa persoalan teknis yang harus dipisahkan antara Pendis dengan pondok pesantren. Dan sudah selesai semuanya, kita dalam proses. Mudah-mudahan sebelum tahun depan sudah lengkap,” ujar Menag usai memberikan sambutan dalam Annual Conference on Pesantren Education yang diselenggarakan Majelis Masyayikh di Jakarta, Rabu (5/11/2025).

Selama ini, urusan pesantren berada di bawah satuan kerja setingkat Eselon II dalam struktur Ditjen Pendidikan Islam. Menag menilai perlu adanya penguatan kelembagaan agar pendidikan pesantren dapat berkembang sesuai karakteristik dan metodologinya sendiri.

“Kita akan menciptakan satu guideline yang membedakan antara pendidikan Islam sebagai satu direktorat jenderal tersendiri dan pondok pesantren dengan metodologinya yang khas,” jelasnya.

Menurut Menag, perhatian Presiden Prabowo terhadap dunia pesantren menjadi salah satu faktor utama pembentukan Ditjen ini. Pemerintah ingin memastikan pesantren memiliki posisi strategis dan struktur kelembagaan yang kokoh di bawah Kemenag.

“Presiden memberikan banyak penguatan kepada pondok pesantren, termasuk janji untuk meng-upgrade kedudukannya dari direktorat menjadi direktorat jenderal,” tuturnya.

Lebih lanjut, penguatan pesantren juga melibatkan kolaborasi lintas kementerian. Kementerian PUPR akan membantu rekonstruksi infrastruktur pesantren, Bappenas menata perencanaan anggaran, dan Kementerian Keuangan menyiapkan alokasinya. Kementerian Pendidikan pun ikut bersinergi dalam peningkatan mutu pendidikan.

Terkait sosok yang akan memimpin Ditjen Pesantren, Menag menegaskan bahwa penunjukan akan dilakukan secara objektif.

“Penentuan pejabat itu bukan like and dislike. Ada mekanisme seleksi supaya nanti yang terpilih benar-benar yang terbaik,” tegasnya.

Penulis : dafri jh

Editor : ameri

Berita Terkait

MUI Tegaskan Dam Haji Tamattu’ Wajib Disembelih di Tanah Haram, Tak Sah Jika di Indonesia
Waspada Penipuan Pendaftaran Nikah Online, Kemenag Minta Calon Pengantin Gunakan Kanal Resmi
56 Bhikkhu Jalan Kaki dari Bali ke Borobudur, Bawa Pesan Damai dan Persatuan
Menag Nasaruddin Umar Tegaskan Perang terhadap Kekerasan Seksual, Minta Publik Waspadai Hoaks
Al-Qur’an Sudah Menjelaskan 1400 Tahun Lalu, Sains Baru Memahami Rahasia Ashabul Kahfi
Pemerintah Resmi Tetapkan Lebaran 2026 Jatuh pada, Sabtu 21 Maret
Minta Maaf, Menag Tegaskan Zakat Tetap Rukun Islam yang Wajib Ditunaikan
Penegasan Nasaruddin Umar soal Filantropi Islam, Kementerian Agama Luruskan Isu “Tinggalkan Zakat”

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 08:46 WIB

MUI Tegaskan Dam Haji Tamattu’ Wajib Disembelih di Tanah Haram, Tak Sah Jika di Indonesia

Minggu, 10 Mei 2026 - 09:02 WIB

56 Bhikkhu Jalan Kaki dari Bali ke Borobudur, Bawa Pesan Damai dan Persatuan

Kamis, 7 Mei 2026 - 08:38 WIB

Menag Nasaruddin Umar Tegaskan Perang terhadap Kekerasan Seksual, Minta Publik Waspadai Hoaks

Rabu, 15 April 2026 - 04:39 WIB

Al-Qur’an Sudah Menjelaskan 1400 Tahun Lalu, Sains Baru Memahami Rahasia Ashabul Kahfi

Kamis, 19 Maret 2026 - 20:39 WIB

Pemerintah Resmi Tetapkan Lebaran 2026 Jatuh pada, Sabtu 21 Maret

Berita Terbaru