JAKARTA – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) terus memperkuat diplomasi pendidikan sebagai bagian dari strategi meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan daya saing global Indonesia.
Dalam beberapa tahun terakhir, pendidikan tinggi Indonesia kian diminati di tingkat internasional. Hingga akhir 2025, tercatat sebanyak 8.050 mahasiswa asing dari berbagai negara menempuh pendidikan di Indonesia. Angka ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan dunia terhadap sistem pendidikan tinggi nasional.
Sejalan dengan tren positif tersebut, Kemdiktisaintek menerima kunjungan kehormatan Algeria–Indonesia Parliamentary Friendship Group (Kelompok Persahabatan Parlemen Aljazair–Indonesia) di kantor Kemdiktisaintek, Selasa (20/1/2026).
Rombongan diterima Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Fauzan, untuk membahas peluang kerja sama di bidang pendidikan tinggi dan riset.
Wamen Fauzan menegaskan bahwa kerja sama internasional menjadi kunci dalam pengembangan sumber daya manusia sekaligus mendorong pertumbuhan industri berbasis riset.
“Kemdiktisaintek terus mendorong penguatan industri nasional melalui riset yang berbasis kekayaan alam Indonesia. Kami juga memperluas kerja sama internasional, seperti pertukaran mahasiswa, visiting professor, dan kolaborasi riset. Harapannya, kerja sama ini juga bisa dikembangkan bersama Aljazair,” ujar Fauzan.
Dalam pertemuan tersebut, delegasi Aljazair membuka peluang kerja sama lebih luas, terutama di bidang teknologi, digitalisasi, ilmu Islam dan syariah, energi, serta kesehatan. Kepala Delegasi Kelompok Persahabatan Parlemen Aljazair–Indonesia, Mohammed Yazid Benhemouda, juga mendorong peningkatan jumlah beasiswa bagi mahasiswa Indonesia ke Aljazair maupun sebaliknya.
“Aljazair berharap lahir generasi baru yang mampu menjembatani hubungan kedua negara. Program Beasiswa Kemitraan Negara Berkembang (KNB) telah memberi dampak positif, dan kami berharap ke depan semakin banyak mahasiswa serta ilmuwan Aljazair yang belajar di Indonesia,” kata Mohammed Yazid.
Sejak 2006, Kemdiktisaintek melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) telah meluncurkan beasiswa KNB bagi mahasiswa internasional yang menempuh pendidikan di Indonesia. Selain itu, sejak 2024 Kemdiktisaintek juga bekerja sama dengan Lembaga Dana Kerja Sama Pembangunan Internasional (LDKPI) Kementerian Keuangan dalam program The Indonesian AID Scholarship (TIAS), dengan Aljazair sebagai salah satu negara mitra.
Hingga 2024, tercatat 12 mahasiswa asal Aljazair telah menempuh pendidikan di Indonesia, dengan tiga mahasiswa di antaranya masih aktif kuliah. Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Khairul Munadi.
“Kami akan memperluas penerima beasiswa internasional dan mengintensifkan sosialisasinya. Mobilisasi mahasiswa, dosen, serta kerja sama antarperguruan tinggi juga terus kami dorong. Prioritas kami adalah memperkuat ekosistem pendidikan tinggi melalui kolaborasi internasional, baik melalui kementerian maupun antarkampus,” ujar Khairul.
Selain kerja sama akademik, Kemdiktisaintek juga mendorong kolaborasi industri Indonesia–Aljazair agar dapat dikembangkan ke arah pemberian beasiswa serta fasilitasi pembelajaran di bidang-bidang strategis. Sejumlah Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN BH) pun telah menjalankan skema beasiswa internasional guna memperkuat ekosistem pendidikan tinggi nasional.
“Pendidikan memiliki cakrawala yang sangat luas. Karena itu, peluang kerja samanya juga terbuka lebar dan pada akhirnya bermuara pada penguatan kualitas pendidikan,” tegas Wamen Fauzan.
Hubungan Indonesia dan Aljazair sendiri memiliki sejarah panjang. Kedua negara telah menjalin hubungan diplomatik sejak 1963 dan menandatangani berbagai perjanjian bilateral di sejumlah sektor. Saat ini tercatat enam kerja sama perguruan tinggi Indonesia–Aljazair dalam skema university-to-university.
Melalui pertemuan ini, Kemdiktisaintek berharap kerja sama pendidikan tinggi yang telah terjalin dapat diperbarui dan diperluas. Ke depan, Indonesia dan Aljazair sepakat menindaklanjuti hasil diskusi melalui pertemuan lanjutan untuk merumuskan langkah-langkah kerja sama yang lebih konkret, sebagai bagian dari komitmen memperkuat jejaring internasional dan mendorong pendidikan tinggi Indonesia yang inklusif, kolaboratif, dan berdampak.
Penulis : lazir
Editor : ameri












