Kemdiktisaintek Gandeng Media untuk Bangun Budaya Melek Sains

- Penulis

Jumat, 31 Oktober 2025 - 12:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Masyarakat yang memahami dan berpartisipasi dalam perkembangan sains menjadi kunci kemajuan bangsa.

Inilah pesan utama yang disampaikan Direktur Diseminasi dan Pemanfaatan Sains dan Teknologi, Direktorat Jenderal Sains dan Teknologi Kemdiktisaintek, Prof. Dr. Eng. Yudi Darma, M.Si., saat membuka Bootcamp Media Saintek: Memperkuat Literasi Sains Lewat Jurnalisme di Auditorium Gedung D Kemdiktisaintek, Senayan, Jakarta, Jumat (31/10/2025).

Prof. Yudi menilai, media memiliki peran vital dalam menjembatani dunia sains dengan masyarakat.

Menurutnya, diseminasi sains tidak akan efektif tanpa dukungan pemberitaan yang menarik, akurat, dan mudah dipahami publik.

“Bantuan dari rekan-rekan media dalam menyebarluaskan informasi sains sudah mulai terlihat. Berita-berita sains kini bisa kita ramu dan hadirkan untuk publik dengan cara yang lebih menarik,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Direktorat Sains dan Teknologi yang baru terbentuk masih membutuhkan dukungan untuk memperkenalkan program dan perannya kepada masyarakat luas.

“Minat masyarakat terhadap saintek masih perlu ditumbuhkan. Karena itu, kami sangat terbantu oleh peran media dalam mengenalkan arah dan visi kami,” tuturnya.

Prof. Yudi menyebutkan bahwa kolaborasi dengan media tidak hanya sebatas peliputan kegiatan akademik. “Kami berharap hubungan dengan media tidak berhenti di ruang liputan kampus. Kita bisa bersama-sama mencari pola strategis agar sains lebih dekat dengan masyarakat,” katanya.

Ia menambahkan, tujuan besar dari kolaborasi ini adalah membangun citizen sains — masyarakat yang tidak hanya menikmati hasil penelitian, tetapi juga ikut berkontribusi dalam pengembangan sains dan teknologi.

“Kami ingin mengubah budaya masyarakat dari hanya sebagai penikmat sains menjadi kontributor. Tapi hal itu hanya bisa terjadi jika masyarakat memahami sains,” tegasnya.

Prof. Yudi pun mengajak insan media untuk terus menghadirkan liputan sains yang inspiratif dan menggugah rasa ingin tahu publik.

“Setelah membaca dan memahami berita sains, kami ingin masyarakat tergerak, mau ikut berperan, dan bersama kami menyambut masa depan sains dan teknologi Indonesia,” pungkasnya.

 

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Orang Tua Siswa Buka Suara, Hetifah Soroti Keamanan Asrama Sekolah Rakyat Samarinda
Lantik 162 Pejabat Kemendikdasmen, Abdul Mu’ti Tekankan Birokrasi yang Melayani
Toreh Sejarah Baru, Pramuka MA Khomsani Nur Lumajang Gelar Pelantikan Perdana
Dulu Bocor dan Rusak, Kini SDN Cirimekar 02 Bogor Punya Ruang Kelas Lebih Nyaman
FSGI Catat 100 Kasus Kekerasan di Sekolah, Korban Capai 1.000 Orang
TKA 2026 Ditutup, 4,2 Juta Siswa Sudah Mendaftar
Abdul Mu’ti Tegaskan Pendidikan Pancasila Tak Cukup Diajarkan di Kelas, Ini yang Diperkuat Kemendikdasmen
Forses 2026 Digelar, Mendiktisaintek Dorong K/L Perkuat Sinergi dan Pelayanan Publik

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 09:08 WIB

Orang Tua Siswa Buka Suara, Hetifah Soroti Keamanan Asrama Sekolah Rakyat Samarinda

Kamis, 15 Oktober 2026 - 08:32 WIB

Lantik 162 Pejabat Kemendikdasmen, Abdul Mu’ti Tekankan Birokrasi yang Melayani

Minggu, 11 Oktober 2026 - 08:56 WIB

Toreh Sejarah Baru, Pramuka MA Khomsani Nur Lumajang Gelar Pelantikan Perdana

Kamis, 8 Oktober 2026 - 09:05 WIB

Dulu Bocor dan Rusak, Kini SDN Cirimekar 02 Bogor Punya Ruang Kelas Lebih Nyaman

Senin, 5 Oktober 2026 - 10:48 WIB

FSGI Catat 100 Kasus Kekerasan di Sekolah, Korban Capai 1.000 Orang

Berita Terbaru