Kemarau Panjang, 120 Hektare Terancam Gagal Panen di Sukabumi

- Penulis

Sabtu, 16 September 2023 - 10:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pertanian mengalami kekeringan

Pertanian mengalami kekeringan

RENTAK.ID, SUKABUMI – Kemarau panjang membuat wilayah Kota Sukabumi kekeringan. Hal ini berdampak terjadinya 120 hektare lahan pertanian terancam gagal panen.

“Akibat kekeringan ini lahan pertanian tidak bisa mendapatkan pasokan air yang mencukupi bahkan beberapa lahan sudah tidak lagi memiliki persediaan air. Sehingga tanaman yang sudah ditanam itu terancam mati sehingga berpotensi gagal panen,” kata Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi dikutip Santu (16/9/2023).

Fahmi menyebut, dari hasil pendataan sementara ada 120 hektare lahan pertanian yang berpotensi gagal panen mayoritas merupakan lahan padi. Lahan itu tersebar di tiga kecamatan yakni Kecamatan Baros, Cibeureum dan Lembursitu (Bacile).

Karena kemarau, maka satu hektare lahan itu bisa menghasilkan gabah kering giling (GKG) rata-rata tujuh ton. Maka jika gagal panen maka Kota Sukabumi akan kehilangan sebanyak 840 ton GKG.

Pemkot Sukabumi melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Sukabumi terus berupaya melakukan pencegahan. Guna lahan tersebut tidak gagal panen.

Selain itu, harus dilakukan pihaknya yakni dengan cara melaksanakan Solat Istisqa atau solat meminta hujan kepada Tuhan, dilakukan secara massal di Lapang Merdeka Kota Sukabumi. Pada kegiatan ini tidak hanya dihadiri unsur Forkopimda (Forum Koordinasi Pimpinan Daerah) dan MUI (Majelis Ulama Indonesia) Kota Sukabumi saja, tetapi diikuti oleh ribuan Muslim.

“Selain melakukan berbagai cara untuk antisipasi terjadinya gagal panen, kami pun ikhtiar dengan cara melaksanakan Solat Istisqa secara massal. Serta mengajak seluruh Muslim di Kota Sukabumi untuk mendirikan solat sunah itu baik individu maupun berjamaah,” ujarnya.

Berita Terkait

Tebar Kepedulian di Padurenan, 234 SC Mustika Jaya Perkuat Semangat Gotong Royong
Dugaan Penghalangan Pers Memanas, Ratusan Wartawan Desak Kadis LH Bekasi Dicopot
Pemuda Pancasila Bekasi Gelar Aksi Damai, Persoalkan Dugaan Larangan Pakai Seragam dan Atribut
Dari Membatik hingga Musik Kontemporer, DK3B Bekasi Ajak Pelajar Berkreasi
Indonesia Juara ASEAN Cup 2026, Tri Adhianto: Kemenangan Ini Milik Rakyat
Wartawan Diduga Diusir dan Dihina Kadis DLH Bekasi, Frits Saikat Desak Pemkab Bertindak
Penertiban Bangunan Liar di Bekasi, Area Parkir Masjid Amanah Akan Ditata Kembali
Batik Bekasi Mulai Dikenalkan ke Generasi Muda, Peserta Diajak Belajar Membatik Langsung

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 19:02 WIB

Tebar Kepedulian di Padurenan, 234 SC Mustika Jaya Perkuat Semangat Gotong Royong

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:58 WIB

Dugaan Penghalangan Pers Memanas, Ratusan Wartawan Desak Kadis LH Bekasi Dicopot

Rabu, 14 Oktober 2026 - 17:11 WIB

Pemuda Pancasila Bekasi Gelar Aksi Damai, Persoalkan Dugaan Larangan Pakai Seragam dan Atribut

Senin, 12 Oktober 2026 - 04:24 WIB

Dari Membatik hingga Musik Kontemporer, DK3B Bekasi Ajak Pelajar Berkreasi

Rabu, 7 Oktober 2026 - 16:33 WIB

Indonesia Juara ASEAN Cup 2026, Tri Adhianto: Kemenangan Ini Milik Rakyat

Berita Terbaru