BANDA ACEH – Kepolisian RI Resor (Polres) Aceh Tenggara bersama Lapas Kelas IIB Kutacane mengonfirmasi bahwa dari 51 narapidana yang melarikan diri sebanyak 12 orang telah berhasil diamankan. Sementara itu, 39 napi lainnya masih dalam pencarian.
Humas Ditjen PAS, Rika Aprianti, dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (11/3/2025), menyenjelaskan bahwa peristiwa kaburnya para narapidana terjadi pada Senin (10/3/2025) sore. Namun, ia memastikan bahwa situasi di dalam lapas telah kembali kondusif pada malam harinya.
“Sekitar pukul 21.00 WIB, kondisi di dalam sudah mulai terkendali. Kepala lapas juga sudah masuk ke blok dan berdialog langsung dengan warga binaan,” katanya.
Aparat kepolisian dan TNI telah diterjunkan untuk memperkuat pengamanan di Lapas Kutacane.
“Pihak lapas sudah berkoordinasi dengan kepolisian, TNI, dan pemerintah daerah. Bahkan, Bupati Aceh Tenggara, M. Salim Fakhry, turut hadir untuk berbicara langsung dengan warga binaan,” ungkap Rika.
Motif Pelarian Masih Ditelusuri
Hingga kini, Ditjen PAS masih merahasiakan penyebab utama pelarian massal ini. Namun, beredar informasi bahwa kejadian tersebut berkaitan dengan masalah pembagian makanan di dalam lapas.
“Kami masih melakukan investigasi terkait alasan para napi kabur. Tim kami masih bekerja,” ujar Rika singkat.
Sementara itu, Kapolres Aceh Tenggara, AKBP R Doni Sumarsono, menyebut bahwa kericuhan berawal dari keterlambatan pembagian makanan berbuka puasa yang menyebabkan antrean panjang dan kepadatan di dalam lapas.
“Narapidana merasa tidak puas karena pembagian makanan yang berlangsung lama. Akibatnya, beberapa di antara mereka mulai mendorong dan akhirnya mendobrak pintu besi pengaman,” jelasnya.
Begitu pintu besi jebol, puluhan napi langsung berlarian ke luar lapas.
“Mereka melewati ruangan staf, bahkan ada yang naik ke atap setelah membobol plafon. Dari sana, mereka melompat ke luar lapas,” lanjut AKBP Doni.
Aparat Masih Memburu Para Napi
Insiden ini sempat terekam dalam video yang beredar di media sosial. Warga yang menyaksikan pelarian massal tersebut sempat panik, terutama karena sebagian napi kabur melalui pintu utama.
Pihak kepolisian bersama petugas lapas terus melakukan pengejaran.
“Kami akan terus mencari dan memastikan semua napi yang kabur kembali ke dalam lapas,” tegas Kapolres.
Selain itu, masyarakat diminta untuk melapor jika menemukan napi yang masih buron.
“Kami mengimbau warga untuk segera memberi informasi jika melihat atau mengetahui keberadaan napi yang melarikan diri,” katanya.
Di sisi lain, Kepala Kantor Wilayah Ditjen PAS Provinsi Aceh, Yan Rusmanto, mengungkapkan bahwa jumlah napi yang berhasil ditangkap sudah bertambah.
“Sampai saat ini, napi yang sudah kembali berjumlah 16 orang, sementara yang masih buron 32 orang. Total penghuni Lapas Kutacane adalah 368 orang, dengan 320 di antaranya merupakan narapidana, selebihnya adalah tahanan” ujar Yan.
Pihak kepolisian menegaskan bahwa peristiwa ini menjadi pelajaran penting untuk memperketat pengawasan di dalam lapas, terutama saat momen-momen krusial seperti pembagian makanan berbuka puasa.(***)













