Jelang Mudik Lebaran, Jembatan Darurat di Jalur Jambi–Sumbar Resmi Beroperasi

- Penulis

Rabu, 12 Maret 2025 - 14:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penampakan Jembatan  yang dibangun di ruas Muaro Bungo–Batas Sumatera Barat (N.009) STA 53+000, Desa Sirih Sekapur, Kabupaten Bungo, dan kini sudah bisa digunakan dengan batasan beban maksimal 20 ton. (dok. pu)

Penampakan Jembatan yang dibangun di ruas Muaro Bungo–Batas Sumatera Barat (N.009) STA 53+000, Desa Sirih Sekapur, Kabupaten Bungo, dan kini sudah bisa digunakan dengan batasan beban maksimal 20 ton. (dok. pu)

JAMBI – Menjelang arus mudik Lebaran, pergerakan kendaraan menuju Sumatera meningkat tajam. Para pemudik yang melintasi jalur Jambi–Sumatera Barat pun terus memantau kondisi jalan, terutama setelah insiden amblasnya jalan nasional di wilayah tersebut.

Sebagai respons cepat, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Jambi telah menyelesaikan pemasangan jembatan bailey sepanjang 30 meter sebagai solusi darurat.

Jembatan ini dibangun di ruas Muaro Bungo–Batas Sumatera Barat (N.009) STA 53+000, Desa Sirih Sekapur, Kabupaten Bungo, dan kini sudah bisa digunakan dengan batasan beban maksimal 20 ton.

Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa pembangunan ini dilakukan dengan mempertimbangkan aspek keamanan dan ketahanan.

“Kami harus memastikan jalan ini aman untuk digunakan, terutama menjelang mudik Lebaran. Penanganan darurat ini harus cepat, tetapi juga harus menjamin kekuatan jangka panjang,” ujar Dody.

Sementara itu, Kepala BPJN Jambi Ibnu Kurniawan memastikan hasil uji beban (loading test) menunjukkan jembatan layak digunakan.

“Kami berharap kejadian seperti ini tidak terulang lagi di Jambi. Kami juga mengimbau masyarakat untuk ikut menjaga kondisi jalan agar tetap berfungsi dengan baik,” kata Ibnu.

Sebelumnya, jalan nasional ini amblas akibat curah hujan tinggi sejak 1 Maret 2025. Tingginya debit air Sungai Tukum menyebabkan gorong-gorong eksisting tidak mampu menampung aliran, sehingga terjadi erosi yang menggerus badan jalan.

Dengan selesainya pembangunan jembatan darurat ini, arus lalu lintas diharapkan kembali lancar. Pemudik yang melintasi jalur Jambi–Sumbar kini bisa bernafas lega, karena akses utama antara dua provinsi tersebut telah pulih dan siap digunakan.***

Penulis : dafri jh

Editor : bedu

Berita Terkait

Kejati Jatim Geledah Kantor ESDM, Selidiki Dugaan Pelanggaran Perizinan
PLN UID Jakarta Raya Gelar Bazar Sembako Murah “Terang Berkah Ramadan”
Polsek Serpong Gelar Jum’at Peduli, Santuni Anak Yatim dari Yayasan Permata Al-Ihsan
Polsek Serpong Edukasi Tertib Lalu Lintas Sejak Dini di TK Santa Ursula BSD
Bantuan Pascatragedi Kalibata Dinilai Belum Pulihkan UMKM Terdampak
Dari Luka Bencana Menuju Harapan Baru: BNPB Mulai Bangun Huntara untuk Warga Tapanuli Utara
Astra Dorong Pemberdayaan Ekonomi Desa Lewat Penguatan Petani Kopi Garut
DPP NasDem Rampungkan SK Pengurus Kalsel, Saidi Mansyur Resmi Pimpin Banjar

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 20:12 WIB

Kejati Jatim Geledah Kantor ESDM, Selidiki Dugaan Pelanggaran Perizinan

Jumat, 6 Maret 2026 - 18:30 WIB

PLN UID Jakarta Raya Gelar Bazar Sembako Murah “Terang Berkah Ramadan”

Rabu, 25 Februari 2026 - 07:53 WIB

Polsek Serpong Gelar Jum’at Peduli, Santuni Anak Yatim dari Yayasan Permata Al-Ihsan

Rabu, 25 Februari 2026 - 07:30 WIB

Polsek Serpong Edukasi Tertib Lalu Lintas Sejak Dini di TK Santa Ursula BSD

Senin, 12 Januari 2026 - 10:33 WIB

Bantuan Pascatragedi Kalibata Dinilai Belum Pulihkan UMKM Terdampak

Berita Terbaru