IHSG Anjlok, Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar Mundur

- Penulis

Jumat, 30 Januari 2026 - 20:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Mahendra Siregar Mengundurkan diri sebagai Ketua Dewan Komisioner OJK (dibikin ai - rentak.id)

Ilustrasi Mahendra Siregar Mengundurkan diri sebagai Ketua Dewan Komisioner OJK (dibikin ai - rentak.id)

JAKARTA – Tekanan hebat di pasar saham nasional yang membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terperosok dalam dua hari terakhir berujung pada langkah besar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Lembaga pengawas sektor jasa keuangan itu mengumumkan pengunduran diri sejumlah pejabat puncaknya sebagai bentuk tanggung jawab moral atas dinamika pasar yang terjadi.

Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar resmi mengundurkan diri dari jabatannya, bersama Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon (PMDK) Inarno Djajadi. Selain itu, Deputi Komisioner Pengawas Emiten, Transaksi Efek, Pemeriksaan Khusus, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon, IB Aditya Jayaantara, turut menyampaikan pengunduran diri.

OJK menyampaikan bahwa seluruh pengunduran diri tersebut telah diajukan secara resmi dan dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Proses selanjutnya akan dijalankan berdasarkan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan, sebagaimana telah diperkuat oleh Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Penguatan dan Pengembangan Sektor Keuangan (UU P2SK).

“Pengunduran diri ini merupakan bentuk tanggung jawab moral sekaligus dukungan terhadap langkah-langkah pemulihan yang diperlukan,” tulis OJK dalam keterangan resminya, Jumat (30/1/2026).

Meski terjadi pergantian di jajaran pimpinan, OJK menegaskan bahwa stabilitas kelembagaan tetap terjaga. Seluruh tugas, fungsi, dan kewenangan OJK dalam mengatur serta mengawasi sektor jasa keuangan nasional dipastikan tetap berjalan sebagaimana mestinya. Untuk sementara waktu, pelaksanaan tugas pimpinan akan dijalankan sesuai mekanisme tata kelola yang berlaku.

OJK juga menegaskan komitmennya untuk menjaga kepercayaan publik dan pelaku industri jasa keuangan melalui penerapan prinsip tata kelola yang baik, transparansi, dan akuntabilitas dalam setiap proses kelembagaan.

Mahendra Siregar sendiri dikenal sebagai sosok berpengalaman di bidang ekonomi dan keuangan. Ia meraih gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Indonesia pada 1986 dan Master Ekonomi dari Monash University, Australia, pada 1991.

Sepanjang kariernya, Mahendra telah menduduki berbagai posisi strategis, baik di pemerintahan maupun sektor internasional. Ia pernah menjabat Deputi Menteri Koordinator Perekonomian Bidang Kerja Sama Ekonomi dan Pembiayaan Internasional (2005–2009), Wakil Menteri Perdagangan (2009–2011), Wakil Menteri Keuangan (2011), Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (2013–2014), hingga Wakil Menteri Luar Negeri sejak 2019.

Mahendra juga memiliki rekam jejak diplomatik sebagai Duta Besar Republik Indonesia untuk Amerika Serikat di Washington D.C. pada periode 1998–2001. Jabatan terakhir yang diembannya adalah Ketua Dewan Komisioner OJK sejak 2022.

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Ateng Sutisna Desak Pemerintah Benahi Pasar Modal, Ancaman Turun Kelas MSCI Jadi Peringatan
Investasi Rp1.010 Triliun Diklaim Tumbuh, Hafisz Tohir Soroti Lelang SUN Anjlok 50 Persen
Di Tengah Ancaman Krisis Pangan Global, Indonesia Klaim Punya Stok Beras 25 Juta Ton
50 Orang Terkaya Kuasai Kekayaan Setara 55 Juta Penduduk, Hafisz Tohir Soroti Ketimpangan Indonesia
Belanja Online hingga Transaksi Kripto Sumbang Pajak Rp58,75 Triliun
Black October Guncang Dunia Digital, ICSF Ingatkan Indonesia Rawan Serangan Siber
Beras SPHP Dikemas Ulang Jadi 50 Kg, BULOG Turunkan Satgas Khusus ke Seluruh Indonesia
Wamentan Dorong Koperasi Beli Susu Peternak Langsung, Ini Targetnya

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 08:39 WIB

Ateng Sutisna Desak Pemerintah Benahi Pasar Modal, Ancaman Turun Kelas MSCI Jadi Peringatan

Senin, 2 November 2026 - 13:51 WIB

Investasi Rp1.010 Triliun Diklaim Tumbuh, Hafisz Tohir Soroti Lelang SUN Anjlok 50 Persen

Minggu, 1 November 2026 - 14:20 WIB

Di Tengah Ancaman Krisis Pangan Global, Indonesia Klaim Punya Stok Beras 25 Juta Ton

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 18:47 WIB

50 Orang Terkaya Kuasai Kekayaan Setara 55 Juta Penduduk, Hafisz Tohir Soroti Ketimpangan Indonesia

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 14:20 WIB

Belanja Online hingga Transaksi Kripto Sumbang Pajak Rp58,75 Triliun

Berita Terbaru