Hetifah Sjaifudian Soroti Layanan Sosial bagi Kelompok Rentan di Indonesia

- Penulis

Jumat, 18 September 2026 - 10:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian (dok. rentak.id)

Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian (dok. rentak.id)

JAKARTA – Negara dinilai belum cukup hadir bagi masyarakat rentan jika pelayanan sosial hanya berhenti pada pemberian bantuan tunai atau sembako. Akses layanan yang berkelanjutan dinilai menjadi kunci agar kelompok miskin, penyandang disabilitas, lanjut usia hingga masyarakat terlantar bisa kembali berdaya.

Hal itu disampaikan Anggota Komisi VIII DPR RI Hetifah Sjaifudian saat kunjungan kerja spesifik Komisi VIII ke Sentra Terpadu Pangudi Luhur (STPL) Kementerian Sosial di Bekasi.

Dalam kunjungan tersebut, Komisi VIII meninjau pelayanan bagi Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) sekaligus berdialog dengan keluarga penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH).

“Di sini kita melihat makna kehadiran negara. Ada saudara-saudara kita yang karena kemiskinan, disabilitas, lanjut usia, kehilangan pekerjaan, keterlantaran, atau persoalan sosial lainnya membutuhkan dukungan yang lebih serius dan berkelanjutan,” ujar Hetifah, dikutip Jumat (18/9/2026).

Menurut dia, pembangunan tidak hanya diukur dari capaian ekonomi, tetapi juga dari kemampuan negara melindungi dan melayani kelompok masyarakat yang paling rentan.

“Tugas pemerintah adalah memastikan mereka dapat hidup layak, memperoleh layanan yang dibutuhkan, dan memiliki kesempatan untuk kembali berdaya,” katanya.

Hetifah mengapresiasi model layanan terpadu di Pangudi Luhur yang mencakup kebutuhan dasar, makanan dan tempat tinggal, layanan kesehatan, terapi dan rehabilitasi, pendampingan sosial, fasilitas ibadah, hingga pelatihan keterampilan dan kewirausahaan melalui Sentra Kreasi ATENSI.

Ia menilai pendekatan tersebut penting karena persoalan kemiskinan sering berkaitan dengan masalah lain, seperti kehilangan pekerjaan, kesehatan, disabilitas, ketiadaan tempat tinggal, serta terbatasnya akses pendidikan anak.

“Pelayanan sosial harus melihat manusia dan keluarganya secara utuh. Bakti sosial akan lebih berdampak jika dilakukan secara terintegrasi: kebutuhan diidentifikasi, intervensi diberikan sesuai kondisi, kemudian penerima manfaat didampingi hingga mampu menjalani kehidupan yang lebih baik dan, sejauh memungkinkan, mandiri,” jelasnya.

Hetifah juga menyoroti masih terbatasnya keberadaan sentra pelayanan sosial terpadu. Dari 31 sentra dan sentra terpadu Kemensos yang tersebar di 18 provinsi, hanya empat yang berstatus sentra terpadu, yakni Sentra Terpadu Inten Suweno di Bogor, Sentra Terpadu Pangudi Luhur di Bekasi, Sentra Terpadu Prof. Dr. Soeharso di Surakarta, dan Sentra Terpadu Kartini di Temanggung.

Menurut Hetifah, pemerintah tidak harus membangun fasilitas serupa di setiap daerah. Yang lebih penting adalah memastikan fungsi pelayanan sosial terpadu dapat diakses masyarakat hingga tingkat kabupaten, kota, bahkan desa.

“Banyak provinsi belum memiliki sentra pelayanan sosial. Namun, solusinya tidak harus membangun fasilitas yang sama di setiap daerah. Yang lebih penting adalah memastikan fungsi layanan sosial terpadu tersedia dan dapat dijangkau masyarakat,” tegasnya.

Ia mendorong pemerintah pusat dan daerah memperkuat jejaring pelayanan melalui fasilitas yang sudah tersedia, dinas sosial, lembaga kesejahteraan sosial, layanan bergerak, serta kegiatan sosial terpadu.

“Pada akhirnya, kualitas penyelenggaraan kesejahteraan sosial terlihat dari cara negara memperlakukan mereka yang paling rentan tertinggal. Jangan sampai seseorang kehilangan kesempatan untuk hidup lebih baik karena tidak terjangkau oleh negara,” pungkas Hetifah.

Penulis : amanda az

Editor : guntar

Berita Terkait

Bandara Riyadh Ditutup Imbas Serangan Houthi, Ini Hak Penumpang yang Wajib Dipenuhi Maskapai
ATR/BPN Buka Akses Peta Tanah Digital, Ini Informasi yang Bisa Dicek Masyarakat
Ateng Sutisna Minta Proyek Panas Bumi Flores Ditunda jika Keselamatan Warga Tak Terjamin
Pendaftaran Mitra MagangHub Ditutup 22 Oktober, Kemnaker Buka Layanan Konsultasi
BULOG Salurkan 53,5 Ton Beras SPHP ke 107 Koperasi Merah Putih, Bidik 8.000 Titik
Prabowo Rombak Kabinet Lagi! 7 Pejabat Baru Dilantik, Ini Daftar Lengkapnya
Reshuffle Prabowo Hari Ini? 8 Nama Pejabat Mencuat, Ada Jenderal TNI dan Kepala BNPB
DKPP Kebanjiran Aduan soal Putusan MK, Ketua dan Anggota KPU Dilaporkan

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:55 WIB

Bandara Riyadh Ditutup Imbas Serangan Houthi, Ini Hak Penumpang yang Wajib Dipenuhi Maskapai

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:24 WIB

ATR/BPN Buka Akses Peta Tanah Digital, Ini Informasi yang Bisa Dicek Masyarakat

Jumat, 16 Oktober 2026 - 08:27 WIB

Ateng Sutisna Minta Proyek Panas Bumi Flores Ditunda jika Keselamatan Warga Tak Terjamin

Jumat, 16 Oktober 2026 - 08:01 WIB

Pendaftaran Mitra MagangHub Ditutup 22 Oktober, Kemnaker Buka Layanan Konsultasi

Jumat, 16 Oktober 2026 - 07:32 WIB

BULOG Salurkan 53,5 Ton Beras SPHP ke 107 Koperasi Merah Putih, Bidik 8.000 Titik

Berita Terbaru