MALANG – Upaya mempercepat modernisasi sektor pertanian di Kabupaten Malang terus diperkuat. Anggota DPR RI Daerah Pemilihan Jawa Timur V (Malang Raya), M. Hasanuddin Wahid, menyerahkan bantuan alat mesin pertanian (alsintan) berupa traktor roda empat kepada Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Bandungrejo, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, Sabtu (18/7/2026).
Bantuan tersebut diharapkan mampu meningkatkan efisiensi pengolahan lahan, memangkas biaya produksi, sekaligus memperkuat produktivitas pertanian, khususnya di kawasan Malang Selatan yang memiliki potensi besar di sektor pertanian dan perkebunan.
Penyerahan bantuan dilakukan bersama Ketua DPC PKB Kabupaten Malang, Kholiq atau Abah Kholiq, serta Anggota Fraksi PKB DPRD Jawa Timur, Hikmah Bafaqih.
Hasanuddin Wahid yang akrab disapa Cak Udin mengatakan, bantuan traktor roda empat merupakan bagian dari perjuangan aspirasi masyarakat yang diwujudkan melalui jalur parlemen. Program tersebut juga sejalan dengan arahan Ketua Umum PKB, Abdul Muhaimin Iskandar, agar seluruh kader partai aktif memperjuangkan kebutuhan para petani.
“Ketua Umum PKB, Gus Muhaimin, menginstruksikan seluruh anggota Fraksi PKB agar bekerja semaksimal mungkin memperjuangkan aspirasi petani, baik melalui Gapoktan maupun Poktan. Kami ingin petani memperoleh pupuk yang terjangkau, produktivitas terus meningkat, dan modernisasi alat pertanian bisa dirasakan hingga ke daerah,” ujar Cak Udin.
Menurutnya, keberadaan traktor roda empat memiliki peran strategis karena mampu mempercepat pengolahan lahan, terutama untuk komoditas perkebunan seperti tebu. Namun, alat tersebut masih tergolong langka dan belum dimiliki sebagian besar kelompok tani.
“Traktor roda empat ini belum banyak dimiliki oleh Poktan maupun Gapoktan karena jumlahnya masih terbatas. Karena itu, kami berkomitmen memfasilitasi akses petani terhadap teknologi pertanian modern agar produktivitas mereka terus meningkat dan biaya usaha tani semakin efisien,” katanya.
Cak Udin menjelaskan, Desa Bandungrejo dipilih sebagai penerima bantuan karena dinilai memiliki kelembagaan petani yang kuat, kompak, serta siap mengelola alsintan secara optimal. Ke depan, distribusi bantuan serupa akan dilakukan secara bertahap berdasarkan skala prioritas dan kebutuhan di berbagai daerah.
Ia juga mengakui bahwa kuota bantuan traktor roda empat dari Kementerian Pertanian melalui jalur aspirasi masih terbatas sehingga belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan Gapoktan di Indonesia. Meski demikian, pihaknya akan terus mendorong peningkatan alokasi anggaran alsintan pada setiap pembahasan APBN.
“Kami memahami kebutuhan alsintan di lapangan masih sangat besar. Karena itu, kami akan terus memperjuangkan penambahan kuota bantuan agar semakin banyak kelompok tani yang memperoleh akses terhadap peralatan pertanian modern,” tutur Sekretaris Jenderal DPP PKB tersebut.
Sementara itu, Ketua DPC PKB Kabupaten Malang, Abah Kholiq, menilai bantuan traktor roda empat akan memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi petani. Selain mempercepat proses pengolahan lahan, keberadaan alsintan ini juga dapat mengurangi ketergantungan petani terhadap jasa penyewaan alat.
“Selama ini petani harus mengeluarkan biaya sekitar Rp4,5 juta per hektare untuk menyewa traktor dari pihak ketiga. Dengan adanya bantuan ini, biaya pengolahan lahan bisa ditekan sehingga pengeluaran petani menjadi lebih hemat dan keuntungan usaha tani dapat meningkat,” ujar Abah Kholiq.
Ia berharap bantuan alsintan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal oleh Gapoktan sehingga mampu meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat kesejahteraan petani di Kabupaten Malang.
Penulis : lazir
Editor : ameri






