Haji 2025: Kuota Penuh, 37 Ribu Jemaah Ikuti Skema Tanazul untuk Kenyamanan

- Penulis

Sabtu, 19 April 2025 - 09:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Komisi VIII DPR RI Fraksi PKB, Drs. H. Marwan Dasopang, M.Si

Ketua Komisi VIII DPR RI Fraksi PKB, Drs. H. Marwan Dasopang, M.Si

JAKARTA — Kuota haji Indonesia untuk tahun 2025 dipastikan telah terisi penuh. Bahkan, jumlah jemaah yang telah melunasi biaya perjalanan ibadah haji melebihi batas kuota yang ditetapkan.

“Menurut laporan yang kami terima, seluruh kuota haji sudah terisi. Bahkan, yang sudah melakukan pelunasan biaya haji mencapai 215 ribu orang, melebihi kuota yang tersedia,” ujar Marwan, Sabtu (19/4/2025).

Total kuota haji Indonesia tahun 2025 sebanyak 221.000 jemaah, terdiri atas 203.320 jemaah reguler dan 17.680 jemaah haji khusus. Namun, dari kuota haji reguler, jumlah jemaah yang sudah melunasi justru melampaui batas, yakni mencapai 215.000 orang.

“Bagi jemaah yang sudah melunasi namun belum bisa berangkat tahun ini, mereka otomatis menjadi jemaah cadangan dan akan diprioritaskan untuk diberangkatkan pada musim haji berikutnya,” jelasnya.

Marwan menegaskan bahwa seluruh kuota, baik reguler maupun khusus, sudah terserap sepenuhnya. Ia menekankan pentingnya menjaga keadilan dalam proses keberangkatan, agar tidak ada jemaah yang melangkahi hak orang lain atau mendapat tempat karena jalur tak resmi.

Komisi VIII, lanjutnya, juga tengah memastikan seluruh persiapan ibadah haji, baik di dalam negeri maupun di Arab Saudi, berjalan maksimal. Persiapan di embarkasi Indonesia harus rampung, mengingat waktu keberangkatan tinggal 15 hari lagi.

“Semua fasilitas dan infrastruktur di tanah air harus siap. Tak hanya soal keberangkatan, tapi juga kenyamanan dan keselamatan jemaah selama di Tanah Suci,” tambahnya.

Salah satu perhatian utama Komisi VIII adalah kondisi di Mina. Dari total 203 ribu jemaah reguler, seluruhnya akan ditempatkan di area yang sangat terbatas. Berdasarkan perhitungan, tiap jemaah hanya memiliki ruang sekitar 0,8 meter per orang, yang membuat aktivitas sederhana seperti duduk pun menjadi sulit.

“Karena itu kami mendorong skema tanazul, yakni jemaah tidak menginap di tenda Mina, melainkan kembali ke hotel masing-masing. Ini dilakukan demi kenyamanan mereka,” kata Dasopang.

Skema ini, menurutnya, tetap berada dalam tanggung jawab syarikah—perusahaan penyedia layanan bagi jemaah haji Indonesia. Total ada 8 syarikah yang ditugaskan untuk melayani pelaksanaan tanazul dan murur (skema kedua, di mana jemaah tidak turun dari bus saat di Muzdalifah, melainkan langsung dibawa ke Mina dan melanjutkan prosesi lempar jumrah sebelum ke hotel).

“Dari Jamarot ke hotel jaraknya hanya sekitar 1,5 kilometer. Di hotel, jemaah akan lebih leluasa dan nyaman. Konsumsi pun tetap ditanggung syarikah, bukan pribadi jemaah,” jelasnya lagi.

Marwan menyebut, tahun ini sebanyak 37.600 jemaah direncanakan masuk dalam skema tanazul. Jumlah ini, kata dia, bisa bertambah pada musim-musim haji mendatang jika implementasinya terbukti efektif.

“Kalau jemaah bisa jalan dari tenda ke Jamarot dan kembali lagi ke tenda, apalagi kalau hanya dari Jamarot ke hotel—itu malah lebih dekat. Kami optimistis ini bisa berjalan baik. Pemerintah Saudi juga menyambut positif skema ini sebagai bagian dari solusi penataan Mina,” pungkasnya. ***

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

MUI Desak Tindakan Tegas Kasus Pelecehan Seksual 16 Mahasiswa FH UI Korban Harus Dilindungi Pelaku Dibina
Ratusan Ribu Buruh Siap Kepung DPR Saat May Day 2026, Isu PHK hingga Janji Pemerintah Jadi Sorotan
Sistem Tol Nirsentuh MLFF Belum Berlaku, Ini Penjelasan Terbaru BPJT
Yandri Susanto Dorong Pemuda NTB Magang ke Jepang: Sukses di Luar Negeri, Wajib Pulang Bangun Indonesia
Musda KNPI Sultra Digelar Mei, Fokus Perkuat Kepemimpinan Daerah
Irman Gusman: Pemimpin Besar Lahir dari Krisis, Bukan Zona Nyaman
Finquest Jadi Terobosan Baru, Pembiayaan Karantina Tak Lagi Bergantung APBN
Desak Tangkap Saiful Mujani dan Islah Bahrawi, Aktivis Pro 08 Kepung Mabes Polri

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 13:39 WIB

MUI Desak Tindakan Tegas Kasus Pelecehan Seksual 16 Mahasiswa FH UI Korban Harus Dilindungi Pelaku Dibina

Jumat, 17 April 2026 - 20:28 WIB

Ratusan Ribu Buruh Siap Kepung DPR Saat May Day 2026, Isu PHK hingga Janji Pemerintah Jadi Sorotan

Jumat, 17 April 2026 - 06:50 WIB

Sistem Tol Nirsentuh MLFF Belum Berlaku, Ini Penjelasan Terbaru BPJT

Kamis, 16 April 2026 - 20:25 WIB

Yandri Susanto Dorong Pemuda NTB Magang ke Jepang: Sukses di Luar Negeri, Wajib Pulang Bangun Indonesia

Rabu, 15 April 2026 - 18:40 WIB

Musda KNPI Sultra Digelar Mei, Fokus Perkuat Kepemimpinan Daerah

Berita Terbaru