Ganjar Hadir di Sidang Hasto, PDIP Kompak Tunjukkan Dukungan: “Semangat, Mas Hasto!

- Penulis

Kamis, 17 April 2025 - 12:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua DPP PDIP, Ganjar Pranowo hadir untuk memberi semangat kepada koleganya Hasto Kristiyanto. (dok. pdip)

Ketua DPP PDIP, Ganjar Pranowo hadir untuk memberi semangat kepada koleganya Hasto Kristiyanto. (dok. pdip)

JAKARTA – Dukungan penuh mengalir untuk Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, yang tengah menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (17/4/2025).

Ketua DPP PDIP, Ganjar Pranowo, bahkan datang langsung untuk memberi semangat kepada koleganya itu.

Dengan mengenakan kemeja hitam, mantan Gubernur Jawa Tengah tersebut duduk di barisan depan bangku pengunjung. Ia tak ragu menunjukkan dukungannya secara terbuka.

“Iya, tentu (mendukung Hasto),” ujar Ganjar singkat kepada awak media sebelum masuk ke ruang sidang. Ia juga menyemangati Hasto dengan pekikan lantang, “Semangat, Mas Hasto! Bisa menghadapi tantangan!” sambil mengepalkan tangan kanan.

Ganjar bukan satu-satunya tokoh partai yang hadir. Sejumlah elite PDIP turut memberikan dukungan moril, seperti Djarot Saiful Hidayat, Deddy Yevri Sitorus, Guntur Romli, hingga Ketua DPD PDIP Jawa Barat, Ono Surono. Istri Hasto, Maria Stefani Ekowati, juga terlihat mendampingi sang suami.

Di luar ruang sidang, puluhan kader dan simpatisan yang tergabung dalam Satgas Cakra Buana PDIP memadati area pengadilan. Mereka membawa atribut partai dan meneriakkan yel-yel dukungan.

Sementara itu, dalam sidang kali ini, sebuah surat pernyataan dari Hasto dibacakan oleh politisi PDIP, Guntur Romli. Dalam surat tersebut, Hasto menyampaikan keberatannya atas proses hukum yang menurutnya sarat dengan ketidakadilan.

“Saya merasa menjadi target politik dan melihat adanya serangkaian pelanggaran hukum dalam penyidikan ini,” tulis Hasto dalam surat tersebut.

Ia juga menyoroti ketidakterbukaan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), terutama terkait daftar saksi yang akan dihadirkan dalam persidangan. “Sampai pagi ini, saya belum menerima pemberitahuan siapa saja yang akan dipanggil sebagai saksi,” ungkapnya.

Sidang lanjutan ini merupakan bagian dari proses penyidikan yang dilakukan KPK atas dugaan kasus korupsi yang melibatkan sejumlah pihak. Meski belum ada keputusan hukum tetap, perhatian publik terus tertuju pada dinamika sidang yang juga mengandung aroma politis.

Dengan dukungan yang terus mengalir dari internal partai, PDIP tampaknya ingin menunjukkan solidaritas penuh terhadap Hasto, sembari mengawal proses hukum yang tengah berjalan. ***

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Bandara Riyadh Ditutup Imbas Serangan Houthi, Ini Hak Penumpang yang Wajib Dipenuhi Maskapai
ATR/BPN Buka Akses Peta Tanah Digital, Ini Informasi yang Bisa Dicek Masyarakat
Ateng Sutisna Minta Proyek Panas Bumi Flores Ditunda jika Keselamatan Warga Tak Terjamin
Pendaftaran Mitra MagangHub Ditutup 22 Oktober, Kemnaker Buka Layanan Konsultasi
BULOG Salurkan 53,5 Ton Beras SPHP ke 107 Koperasi Merah Putih, Bidik 8.000 Titik
Prabowo Rombak Kabinet Lagi! 7 Pejabat Baru Dilantik, Ini Daftar Lengkapnya
Reshuffle Prabowo Hari Ini? 8 Nama Pejabat Mencuat, Ada Jenderal TNI dan Kepala BNPB
DKPP Kebanjiran Aduan soal Putusan MK, Ketua dan Anggota KPU Dilaporkan

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:55 WIB

Bandara Riyadh Ditutup Imbas Serangan Houthi, Ini Hak Penumpang yang Wajib Dipenuhi Maskapai

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:24 WIB

ATR/BPN Buka Akses Peta Tanah Digital, Ini Informasi yang Bisa Dicek Masyarakat

Jumat, 16 Oktober 2026 - 08:27 WIB

Ateng Sutisna Minta Proyek Panas Bumi Flores Ditunda jika Keselamatan Warga Tak Terjamin

Jumat, 16 Oktober 2026 - 08:01 WIB

Pendaftaran Mitra MagangHub Ditutup 22 Oktober, Kemnaker Buka Layanan Konsultasi

Jumat, 16 Oktober 2026 - 07:32 WIB

BULOG Salurkan 53,5 Ton Beras SPHP ke 107 Koperasi Merah Putih, Bidik 8.000 Titik

Berita Terbaru