Empat Desa Wisata Indonesia yang Raih Penghargaan Internasional

- Penulis

Kamis, 20 Februari 2025 - 21:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Desa Wisata Nglanggeran, Gunungkidul, Yogyakarta. (instagram.com/meyrakumal)

Desa Wisata Nglanggeran, Gunungkidul, Yogyakarta. (instagram.com/meyrakumal)

JAKARTA – Desa wisata menjadi salah satu destinasi yang semakin diminati oleh wisatawan, baik lokal maupun mancanegara. Keunikan setiap desa wisata terletak pada daya tarik alamnya, budaya yang masih lestari, serta keterlibatan masyarakat dalam pengelolaannya. Selain itu, desa wisata juga berkontribusi dalam meningkatkan perekonomian lokal dan menjaga lingkungan.

Pengelolaan yang baik membuat sejumlah desa wisata di Indonesia mendapat pengakuan dari dunia internasional. Sejak tahun 2020, empat desa wisata di Tanah Air berhasil meraih penghargaan sebagai Best Tourism Village dari United Nations World Tourism Organization (UNWTO).

Berikut adalah empat desa wisata Indonesia yang berhasil meraih penghargaan bergengsi tersebut, sebagaimana dikutip dari kemenpar.go.id pada Minggu (16/02/2025).

1. Desa Wisata Nglanggeran

Terletak di Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta, Desa Nglanggeran dikenal dengan pesona alamnya yang luar biasa serta budaya lokal yang tetap terjaga. Daya tarik utama desa ini adalah Gunung Api Purba Nglanggeran, yang merupakan bagian dari Gunung Sewu UNESCO Global Geopark.

Gunung setinggi 700 meter ini menawarkan panorama matahari terbit dan terbenam yang memukau. Seorang pengelola desa, Agus, mengatakan bahwa masyarakat telah mengembangkan potensi wisata desa ini sejak tahun 2007.

“Kami mengajak warga untuk aktif mengelola wisata berbasis edukasi agar manfaatnya bisa dirasakan oleh semua,” ujarnya.

2. Desa Wisata Penglipuran

Berlokasi di Kabupaten Bangli, Bali, Desa Penglipuran dikenal sebagai salah satu desa adat yang masih mempertahankan tradisi dan budaya Bali secara turun-temurun. Selain rumah-rumah adat yang tertata rapi, suasana desa yang bersih dan asri menjadi daya tarik utama bagi wisatawan.

Setiap dua minggu sekali, warga desa mengadakan ritual keagamaan di Pura Penataran.

“Kami tetap menjalankan tradisi yang diwariskan oleh leluhur. Itulah yang membuat desa ini tetap memiliki daya tarik budaya,” ungkap Made, salah satu warga desa. Berkat komitmen dalam menjaga budaya dan lingkungan, Penglipuran masuk dalam daftar Best Tourism Villages pada tahun 2023.

3. Desa Wisata Jatiluwih

Desa Jatiluwih, yang terletak di Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Bali, terkenal dengan sawah teraseringnya yang menakjubkan. Sistem irigasi subak, yang menjadi bagian dari warisan budaya Bali, masih diterapkan di desa ini dan telah diakui sebagai Situs Warisan Dunia oleh UNESCO sejak 2012.

Subak Jatiluwih dikelola secara kolektif oleh masyarakat.

“Kami percaya bahwa alam dan manusia harus hidup berdampingan secara harmonis. Itulah mengapa sistem subak tetap kami lestarikan,” ujar I Ketut, seorang petani setempat. Pada tahun 2024, Jatiluwih kembali mendapat penghargaan Best Tourism Village dari UNWTO.

4. Desa Wisata Wukirsari

Terletak di Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta, Desa Wukirsari memiliki daya tarik budaya yang kuat, terutama dalam seni batik tulis. Kampung Giriloyo di desa ini dikenal sebagai sentra batik tulis, tempat para pengrajin memproduksi batik dengan motif khas yang diwariskan turun-temurun.

Seorang perajin batik bernama Siti mengungkapkan bahwa batik bukan sekadar kain, tetapi juga identitas budaya.

“Setiap motif batik memiliki makna tersendiri. Kami ingin anak-anak muda tetap mencintai dan melestarikan batik,” katanya. Keunikan ini membuat Wukirsari masuk dalam daftar desa wisata terbaik dunia versi UNWTO.

Keempat desa wisata ini menawarkan pengalaman yang tidak hanya indah secara visual, tetapi juga kaya akan nilai budaya dan tradisi. Tak heran jika mereka menjadi destinasi wisata unggulan yang patut dikunjungi saat liburan. (***)

Penulis : Rahmat Kurnia Lubis

Editor : Erka

Sumber Berita: rri.co.id

Berita Terkait

Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid
TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia
GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau
GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau
AirNav Indonesia Tuntaskan Program Relawan Bakti BUMN 2026 di Boyolali
Kemendiktisaintek Dukung Pengembangan Day Care Berbasis Masyarakat di Bekasi
LRT Jabodebek Ajak Anak Berkebutuhan Khusus Nikmati Perjalanan Kereta, Perkuat Layanan Transportasi yang Inklusif
Mengapa Nyamuk Mengisap Darah Manusia, Ternyata Ada Hikmah dan Fakta Sains yang Menarik

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 16:31 WIB

Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid

Kamis, 10 September 2026 - 15:36 WIB

TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia

Senin, 7 September 2026 - 13:31 WIB

GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:42 WIB

GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau

Kamis, 20 Agustus 2026 - 18:43 WIB

AirNav Indonesia Tuntaskan Program Relawan Bakti BUMN 2026 di Boyolali

Berita Terbaru