JAKARTA – Sejumlah agenda penting DPR RI akan berlangsung pada Rabu, 19 Agustus 2026. Pembahasan di berbagai alat kelengkapan dewan mencakup isu kecelakaan kapal, ketahanan pangan, kesejahteraan petani, hingga persiapan penyelenggaraan ibadah haji 2027.
Rangkaian agenda dimulai sejak pagi. Komisi X DPR RI dijadwalkan menggelar rapat pukul 09.30 WIB dengan agenda penetapan pimpinan Komisi X DPR RI periode 2024–2029 untuk Tahun Sidang 2026–2027.
Pada pukul 10.00 WIB, sejumlah komisi juga memiliki agenda strategis.
Komisi IV DPR RI akan menggelar Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan Himpunan Masyarakat Tani Nasional Merah Putih (HMTN-MP). Pertemuan tersebut akan membahas aspirasi terkait peningkatan kesejahteraan petani sekaligus penguatan ketahanan pangan nasional.
Di waktu yang sama, Komisi V DPR RI akan menggelar rapat kerja dan rapat dengar pendapat dengan Menteri Perhubungan, Kepala BMKG, serta Kepala BNPP/Basarnas.
Rapat tersebut menjadi perhatian karena pemerintah akan memberikan penjelasan terkait sejumlah kecelakaan kapal, yakni KMP Putri Yasmin di Selat Lombok, Nusa Tenggara Barat, KMP Mutiara Sentosa II di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, KMP Prince Soya di Pelabuhan Samarinda, Kalimantan Timur, serta KMP Nurul Salsa di Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan.
Sementara itu, Komisi VI DPR RI menjadwalkan RDPU dengan korban Koperasi Simpan Pinjam Mekarsari. Forum tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi secara langsung kepada parlemen.
Agenda lain berlangsung di Komisi VIII DPR RI. Komisi yang membidangi urusan agama dan sosial ini menggelar rapat kerja dengan Menteri Haji dan Umrah RI serta rapat dengar pendapat dengan Kepala Badan Pelaksana dan Ketua Dewan Pengawas Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).
Pembahasan difokuskan pada laporan pertanggungjawaban keuangan penyelenggaraan ibadah haji Tahun 1447 H/2026 M sebagai kelanjutan pembahasan sebelumnya.
Memasuki pukul 13.00 WIB, agenda DPR semakin padat. Komisi IV DPR RI kembali menggelar RDP dengan pejabat eselon I Kementerian Pertanian untuk membahas Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Pertanian Tahun 2027.
Pada jam yang sama, Komisi VIII kembali menggelar rapat kerja dengan Menteri Haji dan Umrah RI serta RDP dengan jajaran BPKH. Kali ini, pembahasan diarahkan pada penyampaian usulan besaran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) Tahun 1448 H/2027 M sekaligus pembentukan Panitia Kerja (Panja) BPIH 2027.
Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR RI juga dijadwalkan menetapkan pimpinan BAM DPR RI.
Di sisi legislasi, Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menggelar rapat Panja harmonisasi RUU tentang Perubahan Ketiga atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran.
Sementara itu, Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP) bekerja sama dengan Biro Pemberitaan DPR RI menggelar diskusi Dialektika Demokrasi.
Diskusi tersebut mengangkat tema “Menjaga Kemerdekaan, Merawat Persatuan: Bersama Mewujudkan Keamanan dan Kondusivitas Bangsa.”
Hadir sebagai narasumber Anggota DPR RI dari Fraksi Gerindra M Husni dan pengamat politik IPR Iwan Setiawan. Diskusi akan dipandu moderator Muchlis Fadjarudin.
Pada sore hari, tepatnya pukul 15.00 WIB, Komisi IV DPR RI dijadwalkan kembali menggelar RDP dengan pejabat eselon I Badan Pangan Nasional (Bapanas).
Agenda rapat kali ini membahas Rencana Kerja dan Anggaran Badan Pangan Nasional Tahun 2027. Pembahasan tersebut menjadi bagian dari rangkaian penyusunan kebijakan anggaran pemerintah untuk tahun mendatang, khususnya di sektor pangan.
Pada waktu yang sama, Komisi VIII DPR RI melanjutkan pembahasan persiapan haji 2027 melalui RDP Panja Komisi VIII mengenai BPIH Tahun 1448 H/2027 M dengan Panja Pemerintah Kementerian Haji dan Umrah RI, Kepala Badan Pelaksana, serta Ketua Dewan Pengawas BPKH.
Rapat tersebut secara khusus membahas rincian komponen BPIH Tahun 1448 H/2027 M.
Dengan padatnya agenda tersebut, isu pangan, transportasi dan keselamatan pelayaran, perlindungan masyarakat, penyiaran, hingga penyelenggaraan ibadah haji menjadi sejumlah perhatian utama DPR RI pada Rabu, 19 Agustus 2026.
Penulis : lazir
Editor : ameri












