RENTAK.ID – Kesehatan merupakan aspek penting dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Untuk itu, Pemerintah terus berupaya menangani berbagai masalah kesehatan, salah satunya adalah Thalassemia.
Thalassemia merupakan penyakit keturunan yang disebabkan oleh gangguan sintesis pada rantai hemoglobin yang merupakan penyusunan dari sel darah merah. Sehingga, transfusi darah menjadi sebuah keharusan bagi para penderita Thalassemia.
Kemenko Perekonomian turut berperan aktif dalam meningkatkan pemahaman publik melalui sosialisasi terkait pencegahan Thalassemia.
Klinik Pratama Kemenko Perekonomian bersama Unit Transfusi Darah Rumah Sakit Umum Fatmawati menggandeng Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemenko Perekonomian dan Asosiasi Perempuan Untuk Negeri (PUN) menyelenggarakan Kegiatan Sosial Donor Darah Untuk Penderita Thalassemia.
Donor darah rutin juga telah dilaksanakan oleh Kemenko Perekonomian setiap 2 – 3 bulan sekali.
Kegiatan donor darah kali ini menjadi sebuah harapan besar bagi para penyandang Thalassemia. Tercatat, kantong darah yang terkumpul telah melebihi target yang sebanyak 100 kantong darah. Ke depannya, diharapkan kesadaran masyarakat untuk mendonorkan darah dapat semakin meningkat. Dengan begitu, rantai penyebaran Thalassemia dapat ditekan dengan menghimbau masyarakat untuk melakukan screening atau deteksi sedini mungkin. Selain itu, fasilitas pengobatan dan pelayanan kesehatan bagi pasien juga dapat lebih ditingkatkan.
Mendukung kegiatan donor darah tersebut, Sekretaris Kemenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso, Ketua Umum Dharma Wanita Persatuan Kemenko Perekonomian Anna Susiwijono, Tim Media RSUP Fatmawati, serta sejumlah Anggota Asosisasi Perempuan Untuk Negeri dan Perwakilan Penyandang Thalassemia juga hadir dalam kesempatan tersebut.
Kegiatan donor darah ini memang sangat bermanfaat dan setetes darah dapat memiliki pengaruh yang besar bagi kualitas hidup dan kesehatan manusia.
“Terima kasih kepada para pendonor, teman-teman yang hadir yang sudah mendonorkan darahnya, setetes darah sangat berarti bagi setiap jiwa manusia,” ujar Ibu Yanti Airlangga selaku Penasihat DWP Kemenko Perekonomian, Selasa (30/1/2024).
Kita perlu memahami bahwa kegiatan donor darah bukan hanya sekedar kegiatan sosial semata, tetapi merupakan suatu tindakan berkemanusiaan yang sangat penting.
Mari dukung kegiatan donor darah dan selalu perhatikan kesehatan kita serta orang-orang terdekat.













