Dokter PPDS Bius dan Perkosa Keluarga Pasien, Kemenkes Minta STR Dicabut, Unpad Langsung Pecat!

- Penulis

Rabu, 9 April 2025 - 21:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi wanita bersedih setelah alami trauma (ilustrasi oleh chatgpt)

Ilustrasi wanita bersedih setelah alami trauma (ilustrasi oleh chatgpt)

JAKARTA — Kementerian Kesehatan RI menyatakan keprihatinannya atas kasus dugaan kekerasan seksual yang melibatkan seorang dokter peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Universitas Padjadjaran di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Dokter tersebut diduga membius dan memperkosa keluarga pasien.

“Kami sangat menyesalkan kejadian ini dan mengecam segala bentuk kekerasan seksual di lingkungan layanan kesehatan, terlebih jika dilakukan oleh tenaga medis yang sedang menjalani pendidikan,” ujar Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes RI, Aji Muhawarman, ST. MKM, dalam keterangan resminya, Rabu (9/4/2025).

Sebagai bentuk respons tegas, Kemenkes telah meminta Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) untuk segera mencabut Surat Tanda Registrasi (STR) dokter berinisial PAP, yang merupakan peserta didik di Program Studi Anestesiologi PPDS Unpad. Dengan dicabutnya STR, otomatis Surat Izin Praktik (SIP) juga tidak lagi berlaku.

“Ini bentuk ketegasan kami. Pencabutan STR adalah langkah awal agar pelaku tidak lagi bisa menjalankan praktik medis di mana pun,” tegas Aji.

Sementara itu, Direktur Utama RSHS, Rachim Dinata Marsidi, mengungkapkan bahwa pelaku berusia 31 tahun itu diduga menyalahgunakan keahliannya dalam bidang anestesi untuk membius korban.

“Memang dibius, karena ini residen yang sedang belajar anestesi. Tapi ini bukan soal belajar lagi. Ini otak kriminal, niatnya sudah lain,” ujar Rachim saat ditemui di RSHS.

Ia menambahkan, “Kalau kesalahan tindakan medis, itu bisa karena proses belajar. Tapi kalau sudah melakukan kekerasan seksual, memukul, pelecehan verbal, itu sudah kriminal.”

Pihak kepolisian pun telah menangkap pelaku dan menyita sejumlah barang bukti dari tangan tersangka. “Ya, ada penyitaan obat bius dan kondom bersperma,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Barat, Kombes Pol Surawan, saat dikonfirmasi awak media.

Universitas Padjadjaran dalam siaran persnya menyampaikan bahwa pelaku telah diberhentikan sebagai peserta program PPDS. Mereka menegaskan bahwa pelaku bukan pegawai RSHS, melainkan peserta didik yang ditempatkan untuk pendidikan klinis.

“Karena terduga merupakan PPDS yang dititipkan di RSHS dan bukan karyawan RSHS, maka penindakan tegas sudah dilakukan oleh Unpad dengan memberhentikan yang bersangkutan dari program PPDS,” demikian pernyataan resmi Unpad.

Unpad juga menegaskan telah memberikan pendampingan hukum dan psikologis kepada korban melalui Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polda Jabar.

“Kami serius menangani kasus ini. Saat ini korban sudah didampingi dalam proses pelaporan, dan kami mendukung penuh penyelidikan yang dilakukan oleh Polda Jabar,” ujar pihak kampus.

Unpad juga berkomitmen untuk menjaga privasi korban dan keluarganya selama proses hukum berlangsung.


Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Perkuat Sinergi, YPJI Lakukan Kunjungan Silaturahmi ke Kediaman Designer Kondang Nina Nugroho
Bedah Buku Ustadz Abdul Somad Dihadiri Tiga Menteri, Bahas Kesiapan Menghadapi Kematian
300 Bikers Saksikan Pelantikan Baderhoods Medan, Siap Tancap Gas ke Tingkat Nasional
Perayaan Imlek Tahun Kuda Api di Kelenteng Hok Lay Kiong Berlangsung Khidmat, Warga Beribadah hingga Antre Angpao
Dari Ibu Sehat Lahir Generasi Emas: DWP Kemenpora Rayakan HUT Ke-26 & Hari Ibu dengan Aksi Nyata
Galaxy A36 5G Antar Team Vagos Juara SGGA 2025
Debut Global yang Membanggakan! Tim Labmino Bawa Inovasi RunSight Tembus 20 Besar Dunia Samsung Solve for Tomorrow 2025
 Monitor Satu Layar untuk Gaming dan Produktivitas

Berita Terkait

Sabtu, 28 Februari 2026 - 05:00 WIB

Perkuat Sinergi, YPJI Lakukan Kunjungan Silaturahmi ke Kediaman Designer Kondang Nina Nugroho

Jumat, 27 Februari 2026 - 21:43 WIB

Bedah Buku Ustadz Abdul Somad Dihadiri Tiga Menteri, Bahas Kesiapan Menghadapi Kematian

Selasa, 17 Februari 2026 - 21:02 WIB

300 Bikers Saksikan Pelantikan Baderhoods Medan, Siap Tancap Gas ke Tingkat Nasional

Selasa, 17 Februari 2026 - 12:06 WIB

Perayaan Imlek Tahun Kuda Api di Kelenteng Hok Lay Kiong Berlangsung Khidmat, Warga Beribadah hingga Antre Angpao

Rabu, 24 Desember 2025 - 10:00 WIB

Dari Ibu Sehat Lahir Generasi Emas: DWP Kemenpora Rayakan HUT Ke-26 & Hari Ibu dengan Aksi Nyata

Berita Terbaru