Desa Kanekes, Suku Baduy Tolak Dana Desa Sejak 2017, Ini Alasannya

- Penulis

Jumat, 14 Februari 2025 - 10:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LEBAK – Masyarakat Adat Baduy di Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten, sudah lama menolak bantuan dana desa dari pemerintah pusat. Sejak tahun 2017, desa ini secara resmi menyampaikan penolakan mereka dengan alasan administratif dan budaya.

“Ada surat dari mereka yang menyatakan keberatan menerima dana desa sejak 2017. Mereka merasa kesulitan dalam alokasi anggaran serta pertanggungjawaban administrasi,” ujar Zamroni, Kepala Bidang Pembinaan Kerjasama dan Pengelolaan Keuangan Aset Desa di Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Lebak, Kamis (13/2/2025).

Menurut Zamroni, Desa Kanekes sempat menerima dana desa pada tahun 2015 dan 2016. Namun, mereka menghadapi kesulitan dalam pelaporan penggunaan anggaran. Akhirnya, pada 2017, desa tersebut secara resmi mengirimkan surat penolakan ke DPMD dan memilih untuk tidak lagi menerima dana tersebut.

“Sejak 2017 hingga 2022, dana desa tetap dikirim ke Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN), tetapi tidak pernah dicairkan oleh pihak desa. Akibatnya, dana tersebut kembali ke kas negara,” jelas Zamroni.

Pada tahun 2023, pemerintah pusat akhirnya menghentikan transfer dana desa ke Kanekes. Padahal, Desa Kanekes mendapatkan alokasi dana desa terbesar di Kabupaten Lebak, yaitu sekitar Rp2,5 miliar.

Zamroni mengatakan bahwa pihaknya sudah berdiskusi dengan pemerintah desa serta tetua adat Baduy terkait hal ini. Salah satu alasan utama mereka menolak adalah karena dana desa umumnya digunakan untuk pembangunan, sementara masyarakat Baduy menolak segala bentuk pembangunan modern.

“Kami sudah menjelaskan bahwa dana desa bisa dialokasikan untuk hal lain, misalnya bantuan bagi UMKM warga Baduy, bukan hanya pembangunan jalan. Tapi mereka tetap menolak karena merasa kesulitan dalam urusan administrasi,” ujar Zamroni.

Meski menolak dana desa, Desa Kanekes masih menerima beberapa bantuan keuangan lainnya dari pemerintah, seperti Alokasi Dana Desa (ADD), Dana Bagi Hasil (DBH) dari Kabupaten Lebak, dan Bantuan Provinsi Banten.

Kepala Desa Kanekes, Oom, membenarkan bahwa desanya memang sudah lama tidak menerima dana desa.

“Sejak kepala desa sebelum saya, kami sudah tidak mengambil dana desa. Bukan karena tidak butuh, tetapi karena aturan adat kami sulit menyesuaikan dengan sistem pelaporan yang ditetapkan pemerintah,” kata Oom.

Oom juga menjelaskan bahwa masyarakat Baduy tidak menolak bantuan dalam bentuk lain, asalkan mereka tidak dibebani dengan proses administrasi yang rumit.

“Kalau ada bantuan dalam bentuk lain, kami bisa terima, tapi kami memang tidak sanggup mengurus pertanggungjawaban yang terlalu kompleks,” pungkasnya. (RKL)

Penulis : Rahmat Kurnia Lubis

Editor : Erka

Sumber Berita: kompas.com

Berita Terkait

Tebar Kepedulian di Padurenan, 234 SC Mustika Jaya Perkuat Semangat Gotong Royong
Dugaan Penghalangan Pers Memanas, Ratusan Wartawan Desak Kadis LH Bekasi Dicopot
Pemuda Pancasila Bekasi Gelar Aksi Damai, Persoalkan Dugaan Larangan Pakai Seragam dan Atribut
Dari Membatik hingga Musik Kontemporer, DK3B Bekasi Ajak Pelajar Berkreasi
Indonesia Juara ASEAN Cup 2026, Tri Adhianto: Kemenangan Ini Milik Rakyat
Wartawan Diduga Diusir dan Dihina Kadis DLH Bekasi, Frits Saikat Desak Pemkab Bertindak
Penertiban Bangunan Liar di Bekasi, Area Parkir Masjid Amanah Akan Ditata Kembali
Batik Bekasi Mulai Dikenalkan ke Generasi Muda, Peserta Diajak Belajar Membatik Langsung

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 19:02 WIB

Tebar Kepedulian di Padurenan, 234 SC Mustika Jaya Perkuat Semangat Gotong Royong

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:58 WIB

Dugaan Penghalangan Pers Memanas, Ratusan Wartawan Desak Kadis LH Bekasi Dicopot

Rabu, 14 Oktober 2026 - 17:11 WIB

Pemuda Pancasila Bekasi Gelar Aksi Damai, Persoalkan Dugaan Larangan Pakai Seragam dan Atribut

Senin, 12 Oktober 2026 - 04:24 WIB

Dari Membatik hingga Musik Kontemporer, DK3B Bekasi Ajak Pelajar Berkreasi

Rabu, 7 Oktober 2026 - 16:33 WIB

Indonesia Juara ASEAN Cup 2026, Tri Adhianto: Kemenangan Ini Milik Rakyat

Berita Terbaru