Demokrat Bantah Isu di Balik Ramainya Tuduhan Ijazah Palsu Jokowi

- Penulis

Senin, 28 Juli 2025 - 07:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Herzaky Mahendra Putra. (dok. rentak.id)

Herzaky Mahendra Putra. (dok. rentak.id)

JAKARTA –  Partai Demokrat membantah tuduhan yang menyebut mereka berada di balik ramainya isu dugaan ijazah palsu yang ditujukan kepada mantan Presiden RI Joko Widodo. Kepala Badan Komunikasi Strategis sekaligus Koordinator Juru Bicara DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra, menegaskan tuduhan tersebut tidak berdasar.

“Tuduhan tersebut adalah fitnah yang tidak berdasar. Istilah ‘partai biru’ yang diarahkan kepada Partai Demokrat merupakan upaya insinuatif yang menyesatkan dan mencemarkan nama baik kami,” kata Herzaky dalam keterangan resminya, Senin (28/7/2025).

Herzaky juga menegaskan bahwa mantan politikus Demokrat, Roy Suryo, yang sempat menyuarakan pendapat mengenai isu ijazah palsu, sudah tidak lagi menjadi kader partai sejak 2019.

“Saudara Roy Suryo bukan lagi bagian dari Partai Demokrat. Ia telah mengundurkan diri sejak tahun 2019 karena adanya perbedaan pandangan yang tidak lagi sejalan dengan arah kebijakan partai,” ujarnya.

Herzaky menyebutkan, hubungan antara keluarga Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan keluarga Jokowi selama ini terjalin dengan baik dan penuh rasa hormat.

“Putra sulung Bapak Jokowi, Wapres RI Gibran Rakabuming Raka, dan Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep menghadiri Kongres V Partai Demokrat yang dipimpin oleh Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY),” kata Herzaky.

Sebaliknya, lanjut dia, AHY juga mengutus Sekjen Herman Khaeron dan Wakil Ketua Umum Teuku Riefky Harsya untuk menghadiri Kongres PSI yang dipimpin Kaesang.

“Wakil Presiden Gibran bahkan menjenguk langsung Bapak SBY di RSPAD ketika beliau kemarin dirawat,” tambah Herzaky.

Menurutnya, hubungan harmonis antarkeluarga ini tak seharusnya dijadikan bahan provokasi.

Herzaky juga menilai ada pihak-pihak yang memanfaatkan isu ini untuk memecah belah hubungan antara Demokrat dan Jokowi.

“Kami mencermati adanya pihak-pihak yang mencoba mengail di air keruh, dengan memanfaatkan isu ini untuk mengadu domba antara Bapak SBY dan Bapak Jokowi,” ucapnya.

“Tindakan seperti ini sangat tidak etis, berpotensi merusak ruang publik, dan sama sekali tidak mencerminkan semangat demokrasi yang sehat,” lanjut Herzaky.

Ia berharap klarifikasi ini dapat memberikan kejelasan kepada masyarakat serta menghentikan upaya adu domba yang tidak bertanggung jawab.

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Deddy Sitorus Bicara Putusan MK soal Gibran, Singgung Hak Angket DPR
Ansufri Sambo Pimpin Partai Ummat, Kepengurusan Baru Siapkan Mesin Politik Menuju Pemilu 2029
IPW Soroti Sidak Lapas Cibinong, Ombudsman Dinilai Melampaui Kewenangan
GKSR Usulkan Ambang Batas Parlemen 1 Persen, Nilai PT 5 Persen Bertentangan dengan Putusan MK
Prabowo Lantik Suahasil Nazar sebagai Menteri Keuangan, Gantikan Purbaya Yudhi Sadewa
HUT ke-25 Demokrat, AHY Tegaskan Dukungan untuk Pemerintahan Prabowo
Ruslani Dapat Nomor Urut 3 di Pilkades Sukadanau, Usung Perubahan Total
AHY Dukung Prabowo Tutup Kebocoran Negara, Kekayaan yang Diselamatkan Harus Kembali ke Rakyat

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:10 WIB

Deddy Sitorus Bicara Putusan MK soal Gibran, Singgung Hak Angket DPR

Minggu, 27 September 2026 - 10:34 WIB

Ansufri Sambo Pimpin Partai Ummat, Kepengurusan Baru Siapkan Mesin Politik Menuju Pemilu 2029

Jumat, 25 September 2026 - 19:23 WIB

IPW Soroti Sidak Lapas Cibinong, Ombudsman Dinilai Melampaui Kewenangan

Jumat, 18 September 2026 - 14:39 WIB

GKSR Usulkan Ambang Batas Parlemen 1 Persen, Nilai PT 5 Persen Bertentangan dengan Putusan MK

Selasa, 15 September 2026 - 05:56 WIB

Prabowo Lantik Suahasil Nazar sebagai Menteri Keuangan, Gantikan Purbaya Yudhi Sadewa

Berita Terbaru