Delegasi Budaya Indonesia Pukau Publik di Vanuatu Dalam 7th MACFest 2023

Delegasi budaya Indonesia saat tampil di Vanuatu

RENTAK.ID, PORT VILLA, VANUATU – Delegasi Budaya Indonesia memukau penonton dalam keikutsertaan Indonesia dalam 7th Melanesian Arts and Culture Festival (MACFest) 2023.

Sambutan meriah tentu datang dari masyarakat setempat. Penampilan dua tim seniman Indonesia yaitu Papua dalam Cinta dan Leisplang dari Maumere, Nusa Tenggara Timur mendapat apresiasi dari masyarakat di kota Port Villa tempat MACFest 2023 diselenggarakan.

Bacaan Lainnya

Tim seniman Papua dalam Cinta yang terdiri dari penyanyi asal Papua Michael Jakarilimena, Lala Suwages, Frans Sisir dan Boii Soasoa menghibur warga Vanuatu dengan lantunan musik-musik Melanesia diwarnai dengan ciri khas musik Indonesia. Lagu “Kawarine”, “Wayawai Windawe”, “Diru Diru Nina O”, serta berbeberapa lagu yang dinyanyikan secara bersama-sama.

Selain penampilan musik, juga dimeriahkan dengan penampilan tarian oleh Kasbi Dance yang tergabung dalam tim ini.

Penonton pun dibuat terpukau oleh penampilan grup musik kampung Leisplang dari Maumere, Nusa Tenggara Timur, yang membawakan tarian “Ikun B’eta” dilanjutkan dengan lagu “Sora” (Song For Children) dan “Gemu Fa Mi Re”. Perpaduan bunyi yang berasal dari berbagai alat musik tradisional, seperti, Gong, Waning, Sa’ur, Jimbe dengan Terren Bass, Juk (Ukulele), Benyol (Benjo), dan biola menjadi harmoni yang luar biasa dengan syair lagu yang dibawakan.

Markus Maryolys Verrystanto yang lebih sering dipanggil Erik, mengungkapkan ini adalah penampilan perdana grup Leisplang di luar negeri.

“Kami sangat bangga dengan kesempatan ini, dan membuat kami lebih semangat dalam melestarikan musik tradisi” ungkapnya. Erik menambahkan, ini menunjukkan bahwa musik tradisional Indonesia mendapat apresiasi di luar negeri.

Senada dengan Erik, Putri Nere salah satu tim seniman asal Papua mengungkapkan bahwa partisipasi pada festival ini merupakan pengalaman yang membanggakan sekaligus menyenangkan, “Dengan kegiatan ini kami dapat menunjukkan bahwa budaya Melanesia merupakan budaya yang hidup yang menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari keragaman budaya yang ada di Indonesia” pungkasnya.

Pada kegiatan MACFest 2023 seniman Indonesia tampil bersama seniman-seniman dari negara-negara anggota Melanesian Spearhead Group (MSG). 7th Melanesian Arts and Culture Festival (MACFest) 2023 sendiri akan berlangsung hingga tanggal 30 Juli 2023.

Penampilan misi diplomasi budaya ini merupakan kolaborasi antar lembaga Pemerintah Indonesia termasuk dengan Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi RI. (lazir)

Pos terkait