Dari Balik Jeruji KPK, Hasto Serang Jokowi dan Singgung Krisis Ekonomi Nasional!

- Penulis

Jumat, 11 April 2025 - 10:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KPK saat tahan  Hasto Kristiyanto. (dok.rentak.id)

KPK saat tahan Hasto Kristiyanto. (dok.rentak.id)

JAKARTA – Dari balik jeruji tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, menyampaikan pesan politik dan spiritual yang kuat melalui surat yang dibacakan langsung oleh politikus PDIP, Guntur Romli.

Momen ini berlangsung usai sidang keempat kasus dugaan korupsi yang menjerat Hasto di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta Pusat, Jumat (11/4/2025).

Surat tersebut diawali dengan ucapan Selamat Idulfitri 1446 Hijriah dan permohonan maaf lahir-batin untuk seluruh rakyat Indonesia. Hasto kemudian mengisahkan kondisi dirinya selama menjalani penahanan di Rutan KPK.

“Di dalam tahanan KPK, saya selalu mendoakan bangsa dan negara, khususnya perjuangan nilai-nilai keadilan, kemanusiaan, dan kemerdekaan bagi setiap anak bangsa agar bebas dari rasa takut untuk berbicara,” tulis Hasto, yang dibacakan Guntur.

Ia juga mengungkapkan bahwa selama ditahan, ia menjalani puasa khusus selama 36 jam tanpa makan dan minum sebagai bentuk latihan spiritual dan penguatan diri.

“Hidup semakin disempurnakan dengan mengobarkan semangat juang, olah spiritual, dan olahraga. Di tahanan, terjadi kristalisasi nilai dan semangat. Jangan pernah takut berjuang bagi keadilan, kemanusiaan, dan kemerdekaan,” ujarnya lantang.

Hasto mengaku berat badannya turun 6 kilogram selama masa penahanan berkat kombinasi puasa dan olahraga teratur. Ia menyebut proses tersebut sebagai bentuk “penggemblengan jiwa dan raga”.

Tak hanya berbicara soal kondisi pribadi, Hasto juga melontarkan kritik tajam terhadap kondisi perekonomian Indonesia saat ini, yang menurutnya merupakan warisan dari pemerintahan sebelumnya. Ia menyebut ada praktik abuse of power dalam pengelolaan negara pada masa Presiden Joko Widodo.

“Kesulitan ekonomi saat ini memaksa pemerintahan Pak Prabowo melakukan efisiensi. Ini akibat salah urus negara yang dilakukan oleh Joko Widodo,” tulis Hasto dalam suratnya.

Ia menyerukan seluruh elemen bangsa untuk bersatu menghadapi tantangan, sekaligus menegaskan pentingnya penegakan hukum yang adil. “Tanpa hukum yang berkeadilan, tidak ada kemakmuran. Membiarkan ketidakadilan sama saja dengan membunuh masa depan,” tegasnya.

Guntur Romli, yang menjadi juru bicara dalam kesempatan tersebut, menyampaikan terima kasih kepada media yang hadir dan menegaskan bahwa isi surat Hasto mencerminkan semangat perjuangan yang konsisten dari PDIP.

“Seruan untuk memperkuat supremasi hukum dan solidaritas nasional menjadi titik tekan yang diharapkan mampu menggerakkan kesadaran kolektif bangsa,” ungkap Guntur.

Sebagai informasi, Hasto Kristiyanto ditahan KPK sejak Februari 2025 atas dugaan keterlibatan dalam kasus korupsi proyek infrastruktur nasional. PDI Perjuangan secara terbuka menilai bahwa proses hukum terhadap Hasto bermuatan politis dan bagian dari tekanan terhadap oposisi.

Pesan Hasto dari balik tahanan bukan hanya mencerminkan kondisi personal dan politik, tetapi juga menjadi refleksi terhadap dinamika hukum dan ekonomi nasional pasca transisi pemerintahan. ***

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Perkuat Sinergi, YPJI Lakukan Kunjungan Silaturahmi ke Kediaman Designer Kondang Nina Nugroho
Bedah Buku Ustadz Abdul Somad Dihadiri Tiga Menteri, Bahas Kesiapan Menghadapi Kematian
300 Bikers Saksikan Pelantikan Baderhoods Medan, Siap Tancap Gas ke Tingkat Nasional
Perayaan Imlek Tahun Kuda Api di Kelenteng Hok Lay Kiong Berlangsung Khidmat, Warga Beribadah hingga Antre Angpao
Dari Ibu Sehat Lahir Generasi Emas: DWP Kemenpora Rayakan HUT Ke-26 & Hari Ibu dengan Aksi Nyata
Galaxy A36 5G Antar Team Vagos Juara SGGA 2025
Debut Global yang Membanggakan! Tim Labmino Bawa Inovasi RunSight Tembus 20 Besar Dunia Samsung Solve for Tomorrow 2025
 Monitor Satu Layar untuk Gaming dan Produktivitas

Berita Terkait

Sabtu, 28 Februari 2026 - 05:00 WIB

Perkuat Sinergi, YPJI Lakukan Kunjungan Silaturahmi ke Kediaman Designer Kondang Nina Nugroho

Jumat, 27 Februari 2026 - 21:43 WIB

Bedah Buku Ustadz Abdul Somad Dihadiri Tiga Menteri, Bahas Kesiapan Menghadapi Kematian

Selasa, 17 Februari 2026 - 21:02 WIB

300 Bikers Saksikan Pelantikan Baderhoods Medan, Siap Tancap Gas ke Tingkat Nasional

Selasa, 17 Februari 2026 - 12:06 WIB

Perayaan Imlek Tahun Kuda Api di Kelenteng Hok Lay Kiong Berlangsung Khidmat, Warga Beribadah hingga Antre Angpao

Rabu, 24 Desember 2025 - 10:00 WIB

Dari Ibu Sehat Lahir Generasi Emas: DWP Kemenpora Rayakan HUT Ke-26 & Hari Ibu dengan Aksi Nyata

Berita Terbaru

Inara Rusli/Instagram Inara Rusli

Hiburan

Pemeriksaan Inara Rusli Akan Dijadwal Ulang

Rabu, 15 Apr 2026 - 19:33 WIB

Hiburan

Dinar Candy Tolak Tawaran Rp1 Miliar untuk Kencan

Rabu, 15 Apr 2026 - 19:24 WIB