JAKARTA – Upaya mempercepat penyerapan gabah petani pada musim panen 2026 terus diperkuat. Perum BULOG menggandeng TNI Angkatan Darat sebagai mitra strategis guna memastikan hasil panen petani terserap optimal dan terlindungi oleh negara.
Komitmen tersebut mengemuka dalam pertemuan Direktur Utama Perum BULOG Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani dengan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak. Pertemuan ini membahas penguatan kolaborasi lintas sektor, khususnya dalam pengawalan penyerapan gabah dan beras dari sentra-sentra produksi hingga ke tingkat desa.
Langkah sinergis ini menjadi bagian dari strategi BULOG menjaga stabilitas pasokan beras nasional sekaligus mendukung agenda pemerintah di bidang ketahanan pangan. Penyerapan gabah yang maksimal diharapkan mampu menjaga keseimbangan stok, menstabilkan harga di tingkat petani dan konsumen, serta memperkuat cadangan pangan pemerintah.
Direktur Utama Perum BULOG Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan, keterlibatan TNI AD memiliki peran penting dalam memperlancar proses penyerapan gabah, terutama melalui pendampingan langsung di lapangan.
“Sinergi BULOG dengan TNI AD, khususnya melalui peran Babinsa, sangat strategis untuk memastikan penyerapan gabah petani berjalan cepat, merata, dan tepat sasaran,” ujar Ahmad Rizal Ramdhani, Kamis (29/1/2026)
Ia menjelaskan, Babinsa yang bersentuhan langsung dengan petani di wilayah binaan menjadi ujung tombak dalam pendampingan selama masa panen raya. Kehadiran Babinsa juga membantu BULOG memperoleh data dan informasi lapangan secara lebih akurat, sehingga proses penyerapan dapat dilakukan secara responsif sesuai kondisi daerah.
“Kami ingin petani mendapatkan kepastian serapan dengan harga yang wajar. Dengan dukungan Babinsa, berbagai potensi kendala di lapangan bisa lebih cepat diantisipasi, sehingga hasil panen petani benar-benar terlindungi,” katanya.
Lebih lanjut, Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan bahwa kolaborasi antara BULOG dan TNI AD tidak hanya bersifat jangka pendek, tetapi merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperkuat kedaulatan pangan nasional.
“Penyerapan gabah bukan semata soal stok. Ini adalah bentuk keberpihakan kepada petani dan fondasi penting dalam membangun sistem pangan nasional yang tangguh, berkelanjutan, dan menuju swasembada,” tutupnya.
Penulis : lazir
Editor : ameri






