BULOG Serap 300.000 Ton Beras Jelang Panen Raya, Targetkan Ketahanan Pangan Berkelanjutan

- Penulis

Jumat, 14 Maret 2025 - 15:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Perum BULOG serap beras petani. (dok. rentak.id)

Perum BULOG serap beras petani. (dok. rentak.id)

JAKARTA – Menjelang puncak musim panen raya yang diperkirakan berlangsung pada April 2025, Perum BULOG berhasil menyerap 300.000 ton beras.

Angka ini menjadi capaian tertinggi dalam lima tahun terakhir dan menunjukkan komitmen BULOG dalam mendukung program swasembada pangan yang menjadi bagian dari Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

Ketua Dewan Pengawas Perum BULOG, Sudaryono, optimistis bahwa produksi beras nasional akan mengalami surplus signifikan.

“Surplus produksi beras diperkirakan mencapai 2,8 hingga 3,5 juta ton hingga April 2025. Dengan kondisi ini, saya harapkan para petani bisa menanam kembali setelah panen. Jadi, dalam setahun mereka bisa menanam dua hingga tiga kali, tidak hanya sekali,” ujar Sudaryono yang juga menjabat sebagai Wakil Menteri Pertanian, saat ditemui di Istana Kepresidenan beberapa hari lalu.

Sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bertanggung jawab atas cadangan pangan pemerintah, BULOG terus mengoptimalkan penyerapan gabah dan beras dari petani dalam negeri.

Berbagai langkah strategis ditempuh, termasuk bekerja sama dengan Dinas Pertanian di tingkat provinsi dan kabupaten/kota, TNI-POLRI, kelompok tani, hingga penggilingan padi.

Sekretaris Perusahaan Perum BULOG, Arwakhudin Widiarso, menegaskan bahwa BULOG tetap berkomitmen menjaga stabilitas pangan nasional.

“Tim Jemput Gabah Perum BULOG aktif melakukan penyerapan dengan melibatkan banyak pihak, seperti Dinas Pertanian, TNI-POLRI, kelompok tani, gapoktan, dan penggilingan padi. Sinergi ini kami harapkan dapat mengoptimalkan serapan menjelang panen raya,” ungkap Arwakhudin dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (14/3/2025).

Selain mempercepat serapan gabah, BULOG juga gencar mensosialisasikan harga pembelian Gabah Kering Panen (GKP) di tingkat petani.

Pemerintah telah menetapkan harga sebesar Rp 6.500 per kilogram untuk memastikan kesejahteraan petani.

“Sesuai arahan Presiden, harga pembelian GKP di tingkat petani ditetapkan Rp 6.500 per kilogram. Ini adalah bentuk kehadiran pemerintah untuk menyejahterakan petani dengan harga yang wajar dan menguntungkan,” tambah Arwakhudin.

Capaian serapan gabah sebanyak 300.000 ton ini menjadi momentum penting bagi BULOG dalam menjaga ketahanan pangan nasional.

Dengan rata-rata penyerapan harian mencapai belasan ribu ton, BULOG optimistis mampu mempertahankan tren positif ini hingga akhir musim panen raya.

“Penyerapan 300.000 ton dalam lima tahun terakhir adalah yang tertinggi. Dengan tren ini, kami berharap dapat terus menjaga momentum hingga panen raya di akhir Maret hingga April nanti,” pungkas Arwakhudin.

BULOG terus berupaya memastikan pasokan pangan dalam negeri tetap stabil, sehingga tidak hanya mencukupi kebutuhan masyarakat, tetapi juga memberikan kesejahteraan bagi para petani Indonesia. ***

 

 

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Terinspirasi Perjuangan Ibu yang Tak Lulus SD, Dwi Suswanti Berhasil Raih Gelar Doktor
Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid
TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia
GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau
GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau
AirNav Indonesia Tuntaskan Program Relawan Bakti BUMN 2026 di Boyolali
Kemendiktisaintek Dukung Pengembangan Day Care Berbasis Masyarakat di Bekasi
LRT Jabodebek Ajak Anak Berkebutuhan Khusus Nikmati Perjalanan Kereta, Perkuat Layanan Transportasi yang Inklusif
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 04:05 WIB

Terinspirasi Perjuangan Ibu yang Tak Lulus SD, Dwi Suswanti Berhasil Raih Gelar Doktor

Senin, 14 September 2026 - 16:31 WIB

Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid

Kamis, 10 September 2026 - 15:36 WIB

TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia

Senin, 7 September 2026 - 13:31 WIB

GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:42 WIB

GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau

Berita Terbaru